16 Juli 2020

Gingivitis Saat Hamil: Penyebab, Gejala, Risiko, dan Cara Mencegahnya

Selain keluhan dalam menjalani keluhan, tak sedikit Moms yang mengalami keluhan lain.

Selama kehamilan, Moms akan mengalami banyak perubahan pada tubuh.

Kondisi perubahan tersebut seringnya mengganggu kenyamanan.

Salah satunya mungkin gusi bengkak yang akan terasa sakit dan lebih rentan mengalami pendarahan sering kali terjadi selama kehamilan.

Radang gusi ini disebut dengan gingivitis.

Berikut ini penjelasan mengenai gingivitis saat hamil yang perlu Moms ketahui.

Baca Juga: Tak Cuma Makanan Manis, Ini 6 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Gigi

Penyebab Gingivitis Saat Hamil

Gingivitis saat hamil.jpg
Foto: Gingivitis saat hamil.jpg (https://momjunction.com/)

Foto: momjunction.com

American Pregnancy Association mengatakan gingivitis saat hamil disebabkan oleh perubahan hormonal yang meningkatkan aliran darah ke jaringan gusi, sehingga gusi akan menjadi lebih sensitif, mudah iritasi, dan bengkak.

Perubahan hormon ini juga menghambat respon normal tubuh terhadap bakteri yang dapat menyebabkan infeksi periodontal. Hal tersebut membuat plak lebih mudah menumpuk di gigi dan membuat lebih rentan terkena radang gusi.

Tingkat keparahan gingivitis saat hamil akan meningkat pada trimester kedua. Gingivitis atau radang gusi ini merupakan infeksi mulut yang disebabkan bakteri.

Peningkatan hormon dalam tubuh selama kehamilan akan memicu pertumbuhan bakteri di dalam mulut. Oleh karena itu, Moms akan sangat rentan mengalami sakit gigi, peradangan atau pembengkakan gusi.

Kadar pH air liur selama hamil juga dapat menjadi penyebabnya, karena lebih asam dan bila tidak dijaga dengan baik kebersihan mulutnya akan membuat kuman penyakit berkembang.

Selain itu, daya tahan tubuh yang menurun selama kehamilan menjadi penyebab radang gusi, karena tidak mampu untuk melawan kuman atau bakteri.

Baca Juga: 5 Fakta Tentang Kesehatan Gigi Bayi yang Harus Moms Tahu

Gejala Gingivitis

Gingivitis saat hamil 2.jpg
Foto: Gingivitis saat hamil 2.jpg (Parenting.firstcry.com)

Foto: parenting.firstcry.com

Jika Moms menyikat atau membersihkan gigi, kemudian melihat banyak darah, rasa sakit, atau bengkak, Moms mungkin menderita radang gusi.

Peningkatan kadar hormon progesteron membuat Moms rentan untuk mengembangkan plak bakteri yang menyerang gusi.

Selain itu gejala yang biasa dialami adalah gigi menjadi lebih sensitif, sakit ketika sedang mengunyah, gigi yang longgar menyebabkan mudah tanggal, dan disertai bau mulut.

Menurut Healthline Parenthood, gingivitis saat hamil paling sering berkembang pada bulan ke-2 dan ke-8, dan mencapai puncaknya pada trimester ketiga.

Ibu hamil juga kemungkinan akan menghadapi risiko kerusakan gigi rontok.

Baca Juga: Benarkah Kesuburan Berhubungan dengan Kesehatan Gigi? Ini Penjelasannya

Risiko dan Cara Pencegahan Gingivitis

Gingivitis saat hamil 3.jpg
Foto: Gingivitis saat hamil 3.jpg (https://www.gentlecaredentistry.org/)

Foto: gentlecaredentistry.org

Gingivitis tidak boleh diremehkan selama kehamilan. Kondisi seperti ini jika tidak ditangani dengan baik akan memperburuk perkembangan dan pertumbuhan janin dalam kandungan, fatalnya akan mengancam nyawa janin.

Dalam jurnal Obstetrics and Gynecology menegaskan bahwa radang gusi atau gingivitis dapat membahayakan janin.

Bayi dapat terlahir prematur, berat badan bayi rendah, dan yang paling parah mengalami keguguran.

Moms mungkin tidak dapat mengendalikan hormon saat hamil, tetapi ada beberapa cara untuk merawat gigi dan gusi selama kehamilan untuk mengatasi peradangan pada gusi.

Moms dapat melakukan kebersihan gigi dan mulut dengan cara yang paling sederhana menggosok gigi dua kali dalam sehari dan menggunakan obat kumur yang aman untuk ibu hamil.

Moms dapat mencoba makanan yang sehat untuk gizi yang seimbang dengan mengonsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan olahan susu serta membatasi makanan yang mengandung gula atau bertepung seperti permen, kue, dan buah-buahan kering.

Satu hal lagi yang paling penting, Moms perlu memeriksa kondisi kesehatan gigi dan mulut secara teratur dengan dokter.

Baca Juga: Tidak Disangka, Ini 6 Makanan dan Minuman yang Baik untuk Kesehatan Gigi

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.