18 April 2019

Hamil Setelah Suami Divasektomi, Mungkinkah?

Adakah cara “membatalkan” vasektomi agar bisa hamil?


Vasektomi adalah jenis kontrasepsi permanen pada pria. Prosedur ini dilakukan dengan memotong dan menutup vas deferens, yaitu dua tabung yang membawa sperma dari testis ke penis.

Karena vas deferens tertutup, sperma pun tak bisa bercampur dengan air mani. Dengan begitu, saat pria ejakulasi, sperma tak bisa bercampur dengan air mani sehingga tak bisa berenang menuju sel telur.

Alasan utama seorang pria melakukan vasektomi tentu saja untuk mencegah kehamilan. Namun, pada kenyataannya, ada saja pria yang kemudian berubah pikiran karena ingin memiliki anak lagi.

Baca Juga : 5 Alat Kontrasepsi untuk Pria, Termasuk Pil dan Suntik KB

Bila ini yang terjadi, pria tersebut harus menjalani prosedur pembalikan vasektomi (vasectomy reverseal).

Dikutip dari situs web Johns Hopkins Medicine, sekitar 6% pria yang telah menjalani vasektomi kemudian melakukan prosedur pembalikan.

Lantas, bagaimana peluang pasangan yang telah menjalani vasektomi untuk memiliki anak secara alami? Apakah pasangan tersebut masih bisa hamil setelah vasektomi?

Mencoba Hamil Setelah Suami Divaksetomi

love 1237394 1920
Foto: love 1237394 1920
Foto : pixabay.com

Dalam situs UCI Health, dokter spesialis kesehatan pria Faysal Yafi menuliskan bahwa 90% operasi pembalikan vasektomi berjalan lancar. Artinya, vas deferens yang telah dipotong dapat disambungkan kembali.

Ada dua jenis prosedur untuk pembalikan vasektomi, yaitu:

1. Vasovasotomi, yaitu dokter bedah menyambungkan kembali kedua ujung vas deferens.

2. Vasoepidymostomy, yaitu dokter bedah menyambungkan vas deferens dengan epididimis (tabung di bagian belakang testis). Prosedur ini biasanya dilakukan bila sudah ada penyumbatan pada epididimis.

Baca Juga : 4 Faktor Tak Terduga yang Menyebabkan Suami Istri Susah Punya Anak

Namun, keberhasilan operasi tersebut ternyata tak selalu berbanding lurus dengan upaya untuk hamil. Menurut dokter Yafi, peluang pasangan yang telah divasektomi untuk hamil hanya sekitar 40%–50% setelah beberapa tahun.

Ada beberapa faktor yang disebut dokter Yafi memengaruhi angka keberhasilan tersebut:

  • Usia pasangan (yang sudah melewati masa subur).
  • Jarak waktu (antara prosedur vasektomi dan pembalikan). Semakin jauh jaraknya, maka semakin sulit bagi pria tersebut untuk kembali subur.
  • Vasektomi itu sendiri. Prosedur vasektomi awal bisa saja mengakibatkan “bocornya” pembatas antara testis dan darah. Jika darah pasien bercampur dengan air mani, sistem kekebalan tubuhnya akan menghasilkan antibodi untuk melawan sperma sehingga menurunkan kemampuannya untuk membuahi sel telur.
  • Terjadi obstruksi atau penyumbatan pada area vasektomi. Bila ini yang terjadi, tingkat kesuksesan prosedur pembalikan semakin rendah.

Walaupun masih ada peluang bagi pasangan untuk hamil setelah vasektomi, namun kemungkinannya memang kecil, Moms.

Dikutip dari situs web Healthline, seandainya berhasil terjadi kehamilan, kemungkinan besar penyebabnya karena pria yang sudah divasektomi tidak mengikuti panduan pascaoperasi pertama secara benar atau ada kesalahan pada pelaksanaan bedah pertama tersebut.

(AN/CAR)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.