26 Maret 2020

Heboh Kasus Hantavirus di China, Ini Pengertian, Gejala, dan Cara Penyebarannya

Virus ini disebut-sebut sebagai COVID-19 versi 2.0

Di tengah pandemi COVID-19 yang terjadi secara mendunia, publik kembali dihebohkan dengan berita mengenai seorang warga China yang meninggal karena hantavirus.

Berita ini diumumkan melalui Twitter oleh akun Global Times pada Selasa (24/3/2020), yang telah mendapatkan lebih dari 20 ribu Retweet dan 25 ribu Likes.

"Seseorang dari Provinsi Yunnan meninggal ketika dalam perjalanan kembali ke Provinsi Shandong untuk bekerja dengan bus sewaan pada hari Senin. Dia dites positif untuk #hantavirus. 32 orang lainnya di dalam bus juga diuji," berikut bunyi kicauan tersebut.

Karena hal ini, tidak sedikit publik yang menganggap hantavirus sebagai "virus COVID-19 versi 2.0", tetapi apakah hantavirus juga sama berbahayanya dengan virus corona yang sedang mewabah ini?

Baca Juga: Mengenal Virus Gondongan dan 5 Komplikasi Serius yang Dapat Terjadi

Pengertian Hantavirus

hantavirus-1
Foto: hantavirus-1

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Lung, hantavirus adalah sekelompok virus yang dibawa oleh tikus yang menyebabkan penyakit pada manusia. Di Amerika, virus ini bisa menyerang paru-paru dan sebabkan hantavirus pulmonary syndrome (HPS).

Sebagai catatan, hantavirus bukan virus jenis baru dan telah ada sejak tahun 1990-an lho, Moms.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan, kasus outbreak (peningkatan kejadian penyakit secara mendadak) hantavirus di Amerika terjadi pada 1 November 2012, dengan total 10 kasus infeksi hantavirus pada orang yang mengunjungi Taman Nasional Yosemite, California.

Sementara pada situs Departemen Kesehatan Washington, biasanya ada satu hingga lima kasus dilaporkan setiap tahunnya, dan sekitar satu dari tiga orang yang didiagnosis menderita HPS meninggal dunia.

Baca Juga: Mengenal Respiratory Syncytial Virus (RSV) pada Bayi

Gejala-gejala Hantavirus

hantavirus-2
Foto: hantavirus-2

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip CDC, karena sedikitnya jumlah kasus HPS, waktu inkubasi virus tidak diketahui secara pasti. Dari informasi yang terbatas, didapati gejalanya dapat berkembang antara 1 dan 8 minggu setelah terpapar urin segar, kotoran, atau air liur dari tikus yang terinfeksi.

Gejala hantavirus ada dua: gejala tahap awal (early stages) dan gejala tahap akhir (late stages). Berikut penjelasannya.

1. Gejala Tahap Awal

Gejala awal hantavirus ini termasuk:

  • Kelelahan
  • Demam
  • Nyeri otot, terutama pada kelompok otot besar (​​paha, pinggul, punggung, dan kadang bahu)

Mungkin juga ada gejala sakit kepala, pusing, kedinginan, dan masalah perut, (mual, muntah, diare, dan sakit perut).

2. Gejala Tahap Akhir

Empat hingga 10 hari setelah gejala awal penyakit, gejala HPS tahap akhir muncul. Di masa ini, seseorang yang terinfeksi bisa mengalami batuk dan sesak napas ketika paru-paru dipenuhi cairan.

Penting untuk diketahui, bahwa HPS bisa berakibat fatal, dengan tingkat kematian sebesar 38 persen.

Baca Juga: Cara Menggunakan Masker yang Benar untuk Mencegah Virus, Simak di Sini!

Metode Penyebaran Hantavirus

hantavirus-3
Foto: hantavirus-3 (jocoxloneliness.org)

Foto: Orami Photo Stock

Menurut The Journal of Infectious Disease, jenis tikus rusa (Peromyscus maniculatus) dan virus Sin Nombre diketahui merupakan pembawa primer dan agen asal penyakit pada wabah awal di Amerika Serikat barat daya dan di sebagian besar Amerika Utara.

Kasus infeksi hantavirus pada manusia biasanya terjadi di daerah pedesaan, di mana hutan, ladang, dan peternakan menjadi habitat yang cocok untuk hewan pengerat, yang menjadi inang virus.

Hewan pengerat menyebarkan virus pada urin, kotoran, dan air liur. Virus ini lalu menginfeksi orang-orang ketika mereka menghirup udara yang terkontaminasi oleh virus, atau "transmisi udara".

Tetapi, hantavirus tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain. Misalnya, seseorang tidak dapat terinfeksi virus ini ketika menyentuh atau mencium seseorang dengan HPS.

Itu dia Moms, penjelasan tentang hantavirus yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.