Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING ISLAMI
06 April 2022

Ilmu Tasawuf: Pengertian, Dasar Ilmu, Aliran, dan Bentuk Ajarannya

Tidak semua aliran ilmu tasawuf sejalan dengan ajaran agama Islam, lho!
Ilmu Tasawuf: Pengertian, Dasar Ilmu, Aliran, dan Bentuk Ajarannya

Ilmu tasawuf termasuk dalam ajaran agama Islam yang dikembangkan oleh para sufi.

Istilah tasawuf berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata ”tashowwafa – yatashowwafu - tashowwuf” yang mengandung makna (menjadi) berbulu banyak, yakni menjadi ciri seorang sufi atau menyerupainya dengan ciri khas pakaian yang terbuat dari bulu domba atau wol.

Diketahui bahwa ilmu tasawuf ini berasal dari berbagai pengaruh ajaran agama atau filsafat lain hingga pada akhirnya disesuaikan dengan konsep agama Islam.

Baca Juga: 9 Macam Puasa yang Diharamkan dalam Ajaran Islam, Catat!

Pengertian Ilmu Tasawuf Menurut para Ahli

pengertian tasawuf

Foto: pengertian tasawuf

Foto: Orami Photo Stock

Sebenarnya, ilmu tasawuf memiliki banyak arti yang dikemukakan dari beberapa ahli. Pengertian ilmu tasawuf menurut berbagai sudut pandang, yakni:

1. Syekh Abdul Qadir al-Jailani

Tasawuf adalah mensucikan hati dan melepaskan nafsu dari pangkalnya dengan khalwat, riya-dloh, taubah, dan ikhlas.

2. Al-Junaid

Tasawuf artinya kegiatan membersihkan hati dari yang mengganggu perasaan manusia, memadamkan kelemahan, menjauhi keinginan hawa nafsu, mendekati hal-hal yang di ridai Allah, dan bergantung pada ilmu-ilmu hakikat.

Selain itu juga memberikan nasihat kepada semua orang, memegang dengan erat janji dengan Allah dalam hal hakikat serta mengikuti contoh Rasulullah SAW dalam hal syariat.

3. Syaikh Ibnu Ajibah

Ilmu tasawuf adalah ilmu yang membawa seseorang agar bisa dekat bersama dengan Tuhan Yang Maha Esa melalui penyucian rohani dan mempermanisnya dengan amal-amal saleh.

Jalan tasawuf yang pertama dengan ilmu, yang kedua amal dan yang terakhirnya adalah karunia Illahi.

4. H. M. Amin Syukur

Tasawuf adalah latihan dengan kesungguhan (riya-dloh, mujahadah) untuk membersihkan hati, mempertinggi iman dan memperdalam aspek kerohanian.

Ini semua dilakukan dalam rangka mendekatkan diri manusia kepada Allah sehingga segala perhatiannya hanya tertuju kepada Allah.

Terlepas dari banyaknya pengertian tasawuf yang telah dinyatakan oleh para ahli, beberapa pandangan umum tasawuf dapat diartikan sebagai salah satu upaya yang dilakukan oleh seseorang untuk menyucikan diri.

Hal ini dilakukan dengan cara menjauhi pengaruh kehidupan yang bersifat kesenangan duniawi dan akan memusatkan seluruh perhatiannya kepada Allah SWT.

Jadi, lebih menekankan pada aspek kerohanian daripada aspek jasmani.

Ini karena para tokoh tasawuf lebih mempercayai keutamaan rohani dibandingkan dengan keutamaan jasad dan lebih percaya dunia spiritual dibandingkan dunia material.

Para tokoh mempercayai bahwa dunia spiritual lebih lebih nyata dibandingkan dengan dunia jasmani, hingga segala yang menjadi tujuan akhir atau yang disebut Allah juga dianggap bersifat spiritual.

Baca Juga: Makna Tasamuh dalam Agama Islam

Dasar Ilmu Tasawuf

dasar ilmu tasawuf

Foto: dasar ilmu tasawuf (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Sama seperti ajaran dalam agama Islam lainnya, ilmu tasawuf juga dilarang menyimpang dari Alquran. Berikut dasar-dasar ilmu tasawuf, yakni:

1. Surat Al-Baqarah Ayat 115

“Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

2. Surat Al-Baqarah Ayat 186

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.

Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Baca Juga: 10 Adab Membaca Alquran yang Baik Menurut Islam

3. Surat Qof Ayat 16

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”

4. Surat Al-Kahfi Ayat 65

“Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.”

Baca Juga: 11+ Keutamaan Membaca Alquran, Salah Satunya Mendapat Kedudukan Tinggi di Surga!

Aliran Ilmu Tasawuf dan Bentuk Ajarannya

macam-macam ilmu tasawuf

Foto: macam-macam ilmu tasawuf (Foto: Shutterstock)

Foto: Orami Photo Stock

Adapun macam-macam ilmu tasawuf, di antaranya:

1. Tasawuf Akhlaki (Sunni)

Tasawuf akhlaki adalah tasawuf yang berkonsentrasi pada teori-teori perilaku akhlak atau budi pekerti.

Dengan metode tertentu yang telah dirumuskan, tasawuf seperti ini berupaya untuk menghindari akhlak mazmumah (perilaku buruk) dan mewujudkan akhlak mahmudah (perilaku baik).

Dalam pandangan para sufi berpendapat bahwa untuk merehabilitasi sikap mental yang tidak baik diperlukan terapi yang tidak hanya dari aspek lahiriyah.

Oleh karena itu, dalam tasawuf akhlaki mempunyai sistem pembinaan akhlak yang disusun sebagai berikut:

  • Takhalli

Merupakan langkah pertama yang yang harus dilakukan oleh seorang sufi. Takhalli adalah usaha mengosongkan diri dari perilaku tercela.

  • Tahalli

Upaya mengisi dan menghiasi diri dengan jalan membiasakan diri dengan sikap, perilaku, dan akhlak terpuji.

Tahapan tahalli dilakukan kaum sufi setelah mengosongkan jiwa dari akhlak-akhlak tercela.

  • Tajalli

Untuk pemantapan dan pendalaman materi yang telah dilalui fase tahalli, maka rangkaian pendidikan akhlak selanjutnya adalah fase tajalli.

Kata tajalli bermakna terbukanya hijab sehingga tampak jelas nur ilahi.

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT yang artinya, “Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan,” (QS. Al-A'raf: 143).

2. Tasawuf Falsafi

Tasawuf falsafi adalah tasawuf yang didasarkan pada gabungan teori-teori tasawuf dan filsafat atau yang bermakna mistik dan metafisis. Tasawuf ini dikembangkan oleh ahli-ahli sufi sekaligus filsuf.

Baca Juga: 5+ Adab Menasehati Dalam Islam, Perlu Disimak!

3. Tasawuf Syi'i

Tasawuf syi'i beranggapan bahwa manusia dapat meninggal dengan Tuhannya karena memiliki kesamaan esensi dengan Tuhannya.

Menurut Ibnu Khaldun yang dikutip oleh Taftazani melihat kedekatan atau kesamaan antara tasawuf falsafi dan tasawuf syi'i terkait pandangan hulul atau ketuhanan iman-iman mereka.

Tasawuf yang Tidak Sejalan dengan Ajaran Islam

Dari ketiga pembagian ilmu tasawuf itu, 2 di antara tasawuf (falsafi dan syi'i) tidak dibenarkan dalam Islam karena tidak sejalan dengan fitrah Islam.

Akan tetapi di luar tasawuf falsafi dan syi'i, ada salah satunya yang tumbuh dari asuhan iman, Islam, dan ihsan, yakni tasawuf akhlaki.

Tasawuf ini cenderung berjalan berdasarkan ilmu dan amal yang benar sehingga dapat memperkaya perasaan manusia dengan pengabdian seikhlas-ikhlasnya kepada Allah SWT.

Ilmu tasawuf ini juga mendorong manusia untuk rela mengorbankan hidup dan matinya demi mendapatkan keridaan Allah SWT.

Itulah penjelasan mengenai ilmu tasawuf, mulai dari pengertiannya, d Semoga bermanfaat.

  • http://digilib.uinsgd.ac.id/7429/3/BAB%20II.pdf
  • http://repository.radenintan.ac.id/1880/3/BAB_2.pdf