28 April 2019

Ini Pengaruh Hormon Kehamilan pada Tubuh di Tiap Trimester, Moms

Bagai roller coaster, inilah pengaruh hormon kehamilan pada tubuh Moms sejak awal hamil hingga pasca melahirkan.

Di awal kehamilan, Moms mungkin akan merasakan rasa tak nyaman pada tubuh.

Mulai dari serangan mual di pagi hari, pusing dan mudah lelah, hingga indera penciuman yang semakin sensitif terhadap bau-bauan.

Dan ketika itu akhirnya mereda ketika memasuki trimester dua, muncul gejala kehamilan tidak menyenangkan lainnya, salah satunya sakit punggung.

Meski tampaknya tidak berhubungan, ternyata gejala kehamilan di trimester satu dan trimester dua di atas disebabkan oleh hal yang sama, yaitu hormon kehamilan.

Faktanya, meski menimbulkan berbagai ketidaknyamanan, hormon kehamilan sangat diperlukan untuk menciptakan manusia baru di dalam tubuh Moms.

Untuk lebih jelasnya, inilah pengaruh hormon kehamilan yang akan Moms rasakan di tiap trimester.

Hormon Kehamilan Trimester Pertama

ini pengaruh hormon kehamilan pada tubuh di tiap trimester 1
Foto: ini pengaruh hormon kehamilan pada tubuh di tiap trimester 1

Foto: unsplash.com

Trimester pertama kehamilan adalah masa paling krusial, karena tubuh Moms bekerja keras untuk menumbuhkan embrio kecil menjadi manusia hidup.

Volume darah akan meningkat, sistem kekebalan tubuh berubah untuk melindungi janin, dan hormon kehamilan mengalir deras di dalam tubuh.

Ini dia hormon yang paling berpengaruh di trimester pertama:

- Hormon Progesteron

Hormon progesteron mempersiapkan rahim untuk menerima sel telur yang sudah dibuahi dengan cara merelaksasi otot rahim dan mencegahnya berkontraksi.

Relaksasi otot ini dapat menyebabkan sembelit karena juga memperlambat saluran pencernaan Moms.

Hormon progesteron juga dikaitkan perubahan suasana hati, demikian jelas Ilana Halperin, seorang dokter ahli endokrinologi di Sunnybrook Health Sciences Center dan asisten profesor di Universitas Toronto.

- Hormon Estrogen

Hormon estrogen berperan meningkatkan aliran darah yang penting untuk memberi makan bayi.

Aliran darah yang meningkat inilah yang membuat payudara Moms terasa sakit.

Peningkatan aliran darah juga dapat menyebabkan hidung tersumbat yang dialami banyak wanita hamil, akibat selaput lendir di saluran hidung membengkak.

Peningkatan aliran darah juga menyebabkan Moms akan lebih sering pergi ke kamar mandi karena ginjal memproses cairan ekstra dan rahim menekan kandung kemih.

Tapi, ada satu keuntungan dari peningkatan aliran darah ini, yaitu menjadikan kulit Moms semakin sehat dan bercahaya.

Baca Juga: Ampuh dan Aman, Ini 5 Cara Mengatasi Wasir Saat Hamil

- Human Chorionic Gonadotropin

Human chorionic gonadotropin atau hCG dikenal sebagai hormon kehamilan yang berperan memberi hasil berupa garis positif pada test pack.

Peningkatan hCG mengindikasikan bahwa plasenta sedang dibuat, demikian menurut Doug Wilson, kepala departemen kebidanan dan ginekologi di Calgary's Foothills Medical Center sekaligus seorang profesor di University of Calgary.

Tapi, hCG juga bisa membuat Moms merasa mual.

"Saya selalu memberi tahu pasien saya bahwa semakin Anda merasa mual, itu artinya semakin baik bagi proses implantasi," kata Wilson.

Dan jika Moms hamil kembar, Moms mungkin akan mengalami mual yang lebih hebat karena ada lebih banyak hCG yang dibuat oleh tubuh.

Hormon ini juga membuat indera penciuman Moms menjadi lebih sensitif, yang bisa meningkatkan rasa mual.

Kadar hCG sendiri memuncak sekitar minggu 8 - 11, meski beberapa Moms mengaku tetap merasa mual meski sudah lewat dari waktu tersebut.

Hormon Kehamilan di Trimester Kedua

ini pengaruh hormon kehamilan pada tubuh di tiap trimester 2
Foto: ini pengaruh hormon kehamilan pada tubuh di tiap trimester 2

Foto: parents.com

Trimester kedua dianggap sebagai trimester terbaik, karena saat ini berbagai keluhan tak nyaman, seperti mual dan muntah, mulai menghilang.

Tapi ada perubahan lainnya, Moms. Ini dia hormon pemicunya:

- Hormon Relaxin

Otot dan persendian Moms mungkin akan terasa tak nyaman, terutama di sekitar panggul.

Ini disebabkan oleh hormon relaxin, yang membantu mengendurkan otot polos di panggul, seperti leher rahim dan rahim, dan membantu pertumbuhan plasenta.

Hormon ini juga dapat menyebabkan Moms menjadi lebih mudah cedera.

- Melanocyte Stimulating Hormone

Melanocyte stimulating hormone atau MSH bersama dengan hormon estrogen dan progesteron memicu sel-sel melanosit pada kulit Moms untuk menghasilkan melanin, yang memberi warna kulit.

Itu sebabnya, pada beberapa Moms akan muncul bercak coklat atau kehitaman di sekitar wajah.

Moms juga akan melihat munculnya linea nigra, garis gelap yang muncul di perut. Begitu juga dengan warna puting yang semakin gelap.

- Hormon Kortisol

Hormon kortisol yang selama ini identik sebagai hormon stres, ternyata diperlukan oleh janin yang sedang berkembang karena dapat membantu mengatur metabolisme tubuh Moms dan mengontrol kadar gula darah.

Kadar kortisol yang tinggi mungkin juga akan menimbulkan beberapa gejala yang tidak menyenangkan, seperti stretch mark dan masalah tekanan darah.

Baca Juga: Ini Cara Mengatur Porsi Makan Saat Hamil Agar Tidak Berlebihan

Hormon Kehamilan di Trimester Ketiga

ini pengaruh hormon kehamilan pada tubuh di tiap trimester 3
Foto: ini pengaruh hormon kehamilan pada tubuh di tiap trimester 3

Foto: medicalnewstoday.com

Bayi Moms mulai membesar di trimester ketiga. Menjelang persalinan, inilah beberapa hormon yang meningkat:

- Hormon Prolaktin

Hormon ini berperan dalam merangsang perkembangan jaringan payudara untuk mempersiapkan proses menyusui.

Michelle Hakakha, seorang dokter obgyn dari Amerika Serikat, berkata bahwa jumlah hormon ini meningkat di trimester ketiga hingga 10-20 kali.

Meski belum ada ASI yang keluar sampai kadar progesteron dan estrogen benar-benar turun setelah proses persalinan, hormon prolaktin telah bersiap-siap dengan mengeluarkan kolostrum, cairan pertama yang dihasilkan kelenjar susu, yang sangat kaya gizi.

- Hormon Oksitosin

Hormon oksitosin akan memicu kontraksi menjelang persalinan.

Bersama dengan hormon estrogen, oksitosin membantu melepaskan prostaglandin, yang dapat melunakkan leher rahim untuk mempersiapkan kelahiran.

Hormon ini juga diyakini memicu keinginan bersih-bersih pada sebagian Moms menjelang persalinan, yang dipicu oleh rasa euforia menyambut kehadiran bayi atau anggota baru di rumah.

Baca Juga: Nanas dan Durian adalah Makanan Pemicu Kontraksi, Mitos atau Fakta?

Nah, itulah pengaruh hormon kehamilan pada tubuh Moms di tiap semesternya. Pengaruh apakah yang Moms rasakan saat hamil?

(VAN)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.