27 Mei 2022

4 Risiko Kesehatan Anak dari Hubungan Inses

Anak dari hasil perkawinan inses berisiko mengidap gangguan mental

Melansir Oxford Languange, incest atau inses dalah aktivitas seksual manusia antara anggota keluarga atau kerabat dekat.

Istilah ini mencakup aktivitas seksual antara orang-orang dalam kekerabatan (hubungan darah), dan kadang-kadang yang terkait oleh afinitas.

Misalnya, perkawinan keluarga tiri, adopsi, klan, atau garis keturunan. Walau demikian, praktik inses masih terjadi di seluruh dunia.

Dikutip dari World Population Review 2021, 23 negara bahkan melegalkan inses. Umumnya, hal tersebut berkaitan dengan kebebasan dan nilai budaya.

Bagi masyarakat Indonesia, inses adalah hal tabu untuk dibahas hingga dilakukan.

Lantas, mengapa praktik inses dilarang? Berikut ini adalah informasi seputar inses dan resiko akibat pernikahan sedarah. Yuk Moms disimak!

Baca Juga: 5 Fakta Seputar Penyakit Lupus

Kehamilan Inses Membawa Gen dengan Penyakit Resesif

krabbe disease penyakit berbahaya yang bisa menyerang bayi baru lahir 1
Foto: krabbe disease penyakit berbahaya yang bisa menyerang bayi baru lahir 1

Foto: Orami Photo Stock

Disebutkan bahwa ada risiko untuk menularkan penyakit genetik yang jauh lebih tinggi untuk kehamilan inses.

"Lebih spesifiknya, dua saudara kandung yang memiliki anak bersama memiliki peluang lebih tinggi untuk menularkan penyakit resesif kepada anak-anak mereka," tulis Colleen Brady, lulusan Standford University jurusan Kanker Biologi, dan penulis The Tech Interactive.

Ciri resesif yang umum seperti rambut merah atau mata biru.

Sementara penyakit resesif yang umum adalah fibrosis kistik dan sickle sell anemia (gangguan yang menyebabkan sel-sel darah merah menjadi cacat dan rusak).

Salinan gen yang tidak bekerja dengan baik dapat menyebabkan penyakit resesif. Namun, hal ini terjadi bila kedua salinan gen tersebut tidak bekerja.

"Setiap orang memiliki beberapa gen penyakit resesif, tetapi biasanya kita memiliki salinan gen kedua yang membuat kita sehat. Ketika Anda punya satu salinan gen normal dan satu salinan gen penyakit, Anda disebut 'pembawa' penyakit (carrier)," jelas Brady.

Carrier ini dapat menularkan salinan gen penyakit tersebut ke anak-anak mereka.

Tetapi, ini dengan catatan kedua pihak orang tua adalah 'carrier' sehingga anak-anak mereka berisiko terkena penyakit resesif tersebut.

"Hubungan dengan saudara kandung itu sangat erat. Jadi, mereka lebih cenderung menjadi pembawa penyakit yang sama. Anak-anak mereka lebih mungkin mendapatkan 2 salinan gen yang rusak dan berakhir mendapatkan penyakit resesif ini," jelasnya lagi.

Baca Juga: Hentikan 5 Hal Ini Agar Hubungan Lebih Sehat

Risiko Bayi Hasil Hubungan Inses

krabbe disease penyakit berbahaya yang bisa menyerang bayi baru lahir 3
Foto: krabbe disease penyakit berbahaya yang bisa menyerang bayi baru lahir 3

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Psychology Today, ada sebuah studi tentang anak-anak Cekoslowakia yang lahir dari hubungan inses.

Diungkapkan bahwa kurang dari setengah anak-anak hasil dari persatuan inses yang benar-benar sehat.

Adapun resiko bagi anak yang lahir dari hubungan inses lainnya, dilansir dari Egyptian Journal of Forensic Sciences, antara lain:

1. Albinisme

inses
Foto: inses (https://healthjade.net/wp-content/uploads/2018/01/albino.jpg)

Foto: Orami Photo Stock

Albinisme adalah suatu kondisi di mana tubuh kekurangan melanin, zat pewarna rambut, mata dan kulit.

Seorang albino (sebutan bagi mereka yang memiliki albinisme), cenderung memiliki warna mata terang.

Selain itu, kulit dan rambut sangat pucat bahkan hampir putih susu, bahkan jika mereka berasal dari etnis yang berkulit gelap.

Albinisme adalah penyakit resesif autosomal, yang berarti bahwa ketika 2 orang dengan kode genetik sama berkembang biak, peluang anak mereka semakin besar untuk mewarisinya.

Tidak semua orang albino adalah produk dari perkawinan sedarah.

Tapi praktik inses antara sepupu dekat, saudara kandung, dan orang tua-anak kandung berisiko sangat tinggi untuk mewarisi masalah ini di keturunannya nanti.

Alasannya, besar kemungkinannya pasangan (yang merupakan kakak atau adik, misalnya) membawa jenis gen rusak yang sama karena diturunkan dari orangtua keduanya.

Artinya kedua pasangan sama-sama membawa gen pembuat melanin yang rusak dan memiliki 50% peluang untuk mewariskan gen rusak pada anak.

Sehingga nanti keturunan selanjutnya memiliki 25% peluang risiko albinisme.

2. Potensi Memiliki Penyakit Turunan Keluarga

Bertemunya gen resesif dengan gen yang serupa akan meningkatkan potensi penurunan riwayat penyakit dari keluarga.

Terdapat tiga kemungkinan untuk hal ini, yaitu:

  • Anak mengidap penyakit tersebut dengan kemungkinan sebesar 25%
  • Menjadi carrier gen penyakit dengan kemungkinan 50%
  • Sisanya adalah kemungkinan anak sehat tanpa menjadi carrier

Ada beragam penyakit yang bisa diturunkan. Mulai dari kanker, hemofilia, albinisme, diabetes, dan lain-lain

Baca Juga: Gejala Diabetes Pada Anak dan Pengobatannya

3. Sistem Tubuh Melemah

inses
Foto: inses (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Meningkatnya risiko ini juga dipengaruhi oleh pelemahan sistem imun tubuh yang dialami anak-anak dari orangtua sedarah akibat kurangnya variasi DNA.

Sistem kekebalan tubuh tergantung pada komponen penting dari DNA yang disebut Major Histocompatibility Complex (MHC).

MHC terdiri dari sekelompok gen yang bertugas sebagai penangkal penyakit.

Melansir Genetics, Ecology and the Origins of Incest and Exogamy Journal, kunci agar MHC bisa bekerja dengan baik melawan penyakit adalah memiliki keanekaragaman tipe alel sebanyak mungkin.

Semakin beragam alel, semakin baik tubuh memerangi penyakit. Keberagaman penting karena setiap gen MHC berfungsi melawan penyakit yang berbeda-beda.

4. Kemungkinan Anak Cacat Tinggi

Sebanyak 42% dari anak hasil inses memiliki cacat lahir yang parah, atau menderita kematian dini. Lalu, 11% lainnya mengalami gangguan mental.

Satu studi yang dikutip dari A Study of Children of Incestuous Matings Journal menemukan, 40% anak yang orangtua mereka masih sedarah memiliki kecerdasan di bawah rata-rata.

Selain itu, juga ada kemungkinan kondisi fisik anak tak sempurna dan menderita autosomal recessive disorders.

Studi ini juga mengatakan ketika 2 orang dengan hubungan sedarah tingkat pertama berhubungan, risiko anaknya mengalami kematian dini, cacat lahir serius, atau disabilitas mental meningkat 50%.

Baca Juga: 8 Manfaat Apel untuk Ibu Hamil, dari Cegah Cacat Lahir hingga Detoksifikasi

Itu dia Moms risiko kesehatan anak yang lahir dari hubungan inses. Semoga bermanfaat, ya!

  • https://www.psychologytoday.com/us/blog/animals-and-us/201210/the-problem-incest
  • https://www.jstor.org/stable/45100818
  • https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2090536X16300661
  • https://www.pnas.org/content/117/27/15724?__cf_chl_jschl_tk__=pmd_e_AWoaFuIoZAXCwj0wqkuoK4s73blOahfO.v804iSmo-1631677448-0-gqNtZGzNAeWjcnBszQil
  • https://www.thoughtco.com/inbreeding-definition-effects-4171861
  • https://worldpopulationreview.com/country-rankings/countries-where-incest-is-legal
  • https://www.journals.uchicago.edu/doi/abs/10.1086/201009
  • https://languages.oup.com/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.