Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Rupa-rupa | Jun 20, 2018

Inspiratif, 5 Wanita Ini Sukses Menjadi Pemimpin Negara

Bagikan


instagram/theroyalfamily

Meski sebagai seorang wanita, bukan berarti tak memiliki kapasitas yang sama dengan pria terutama untuk urusan kepemimpinan.

Seiring dengan perkembangan zaman, sudah bukan lagi hal yang baru bila memiliki wanita sebagai pemimpin negara. Dari mulai perdana menteri hingga presiden, inilah sederet wanita yang sukses sebagai pemimpin wanita untuk negaranya:

Tsai Ing-wen

wanita pemimpin negara, presiden taiwan, tsa ing-wen

youtube.com

Presiden Taiwan ini merupakan wanita pertama yang terpilih mengisi kantor kepresidenan. Ia juga merupakan presiden pertama dari keturunan penduduk asli Taiwan.

Tsai Ing-Wen adalah ketua petahanan dari Partai Progresif Demokratik (DPP) dan juga merupakan kandidat presiden dari partai dalam Pemilihan umum Taiwan 2012 dan 2016 yang kemudian dimenangkannya.

Dalia Grybauskaite

wanita pemimpin negara, dalia grybauskaite

Wikipedia.org

Berikutnya ada Presiden wanita pertama Lithuania dan satu-satunya presiden yang terpilih selama dua periode. Grybauskaite telah membangun reputasi sebagai kritikus yang kuat dari Vladimir Putin.

Dia telah mendorong sanksi Barat yang lebih kuat terhadap Rusia dan telah meminta NATO untuk mempercepat pengambilan keputusannya tentang ekspansi Eropa Timur.

Dia juga menjadi ujung tombak proyek untuk mendapatkan Uni Eropa untuk menandatangani upaya penyeimbangan jaringan listrik negara-negara Baltik dengan benua Eropa.

Baca Juga : Wanita Indonesia yang Menginspirasi Dunia

Sheikh Hasina Wazed

sheikh hasina wazed, perdana menteri bangladesh, wanita pemimpin negara

pinterest.com

Sejak kecil, wanita yang kini menjadi Perdana Menteri Bangladesh ini telah merasakan kekacauan politik dan kekerasan yang terjadi di negara asalnya.

Kala itu, politik sangat tidak stabil sehingga pada tahun 1971 Bangladesh terpisah sepenuhnya dari Pakistan. Perselisihan politik yang terjadi pun membuat Sheikh tidak punya pilihan selain meninggalkan negara itu selama beberapa tahun.

Setelah kembali, ia menjadi benar-benar berdedikasi untuk mengubah negara menjadi negara yang demokratis. Sheikh telah menjadi Perdana Menteri sejak tahun 1996 sampai 2001 dan dari 2009 sampai sekarang.

Ellen Johnson Sirleaf

ellen johnson sirleaf, presiden liberia, wanita pemimpin negara

ghanacelebrities.com

Usianya memang sudah hampir mencapai 80 tahun, namun ia masih menjabat sebagai Presiden Liberia ke-24. Sirleaf terpilih sebagai Presiden pada pemilu presiden 2005 dan menjabat presiden pada tanggal 16 Januari 2006. Sirleaf adalah perempuan pertama yang hingga saat ini menjabat kepala negara atau presiden di Afrika.

Sirleaf pernah dianugerahi hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2011 bersama dengan Leymah Gbowee dari Liberia dan Tawakel Karman dari Yaman. Para wanita yang diakui "untuk non-kekerasan perjuangan mereka untuk keselamatan perempuan dan hak-hak perempuan untuk berpartisipasi penuh dalam pembangunan perdamaian bekerja.

Ratu Elizabeth II

ratu elizabeth ii, wanita pemimpin negara

youtube.com

Usianya yang telah melampaui 90 tahun, Ratu Elizabeth II masih mampu untuk menjadi kepala negara Inggris. Ratu Elizabeth II juga merupakan pemimpin negara monarki tertua di dunia.

Setelah Ratu Elizabeth naik takhta, berbagai peristiwa bersejarah juga terjadi selama masa pemerintahannya, diantaranya peristiwa the Troubles di Irlandia Utara, Perang Falklands, dan Perang Afganistan.

Ada juga saat-saat duka yang dilaluinya, termasuk kematian ayahandanya pada usia 56 tahun, pembunuhan paman Pangeran Philip, kehancuran rumah tangga putra-putrinya pada tahun 1992 hingga kematian menantunya, Diana.

Sejumlah sosok tadi membuktikan bahwa kini kesetaraan antara pria dan wanita semakin jelas, tak lagi dapat disangkal bahwa para wanita dapat memiliki kemampuan untuk memimpin yang sama dengan para pria.

(MDP)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.