26 Mei 2018

Istri Giring Hamil 10 Bulan Tapi Belum Melahirkan, Apa Penyebabnya?

Usia kandungan 40 minggu belum bersalin masih terbilang normal

foto: instagram.com/giring

Pasangan selebriti Giring Ganesha dan Cynthia Riza sedang menanti kelahiran anak keempat mereka. Saat ini usia kandungan Cynthia sudah hampir memasuki 10 bulan. Namun, belum ada tanda kelahiran yang dirasakan.

Cynthia mengaku kelelahan dengan kehamilan keempatnya ini. Ia juga cukup khawatir karena belum juga mengalami tanda kelahiran padahal usia kandungannya sudah memasuki minggu 40. Apalagi, ketiga anak sebelumnya lahir di usia kandungan 37 minggu.

giring cyn
Foto: giring cyn

foto: instagram.com/cynthiariza

Keduanya pun sudah membuat keputusan untuk melakukan induksi agar Si Kecil bisa segera lahir pada Jumat 25 Mei 2018. Pada proses persalinan sebelum-sebelumnya, Cynthia juga selalu diinduksi.

Baca juga: Usia Kehamilan Hampir 10 Bulan, Istri Giring Ganesha Belum Kunjung Melahirkan

Apakah Hal Ini Normal?

shutterstock 620722268
Foto: shutterstock 620722268

Sebenarnya, usia kandungan Cynthia masih terbilang normal. Due date/HPL pun ditentukan tepat 40 minggu (280 hari) dari hari pertama menstruasi terakhir.

Sebanyak 80 persen bayi lahir antara minggu 38 dan 42. Bayi dikatakan lahir terlambat jika telah melewati minggu 42.

Kendati begitu, setelah masuk minggu 41, kebanyakan dokter menyarankan Moms untuk diinduksi jika memang ingin melakukan persalinan normal.

Namun, setelah melewati HPL tapi belum ada tanda-tanda persalinan, Moms juga pasti mulai khawatir, terlebih jika teman-teman seperjuangan hamil satu per satu sudah bersalin.

Belum lagi rekan dan kerabat yang terus menerus menanyakan apakah sudah ada kontraksi dan yang lainnya.

Hal itu pasti membuat Moms stres dan menjadi semakin khawatir, tapi hal ini wajar terjadi kok Moms.

Kondisi emosi ibu hamil yang tidak stabil memang membuat perasaan Moms jadi semakin sensitif. Nah, jika sudah ada tanda-tanda kekhawatiran itu, Moms sebaiknya membentengi diri dan percaya bahwa Si Kecil akan lahir jika waktunya sudah tiba.

Baca juga: Apa Perbedaan Kehamilan Pada Usia 20, 30, dan 40 Tahun?

Penyebab Bayi Terlambat Lahir

shutterstock 626775149
Foto: shutterstock 626775149

Ada banyak faktor yang membuat Si Kecil betah berlama-lama dalam kandungan. Jadi jangan dulu khawatir jika Si Kecil tidak kunjung lahir. Apa saja faktornya? Cari tahu yuk!

1. Ibu tidak lancar menstruasi

Ibu yang memiliki riwayat menstruasi tidak lancar punya potensi untuk melahirkan terlambat. Kerap berubahnya siklus menstruasi membuat taksiran dan perhitungan HPL jadi lebih sulit.

2. Penggunaan Pil KB sebelum hamil

Beberapa ibu melahirkan terlambat mengakui bahwa mereka mengonsumsi pil KB sebelum dinyatakan hamil.

Kontrasepsi dalam bentuk pil tidak selalu akan memperlambat kelahiran, tapi risiko ini lebih mungkin terjadi bagi pengonsumsi pil KB.

3. Kelahiran sebelumnya juga terlambat

Jika Si Kecil belum juga lahir setelah melewati HLP, Moms mungkin punya riwayat tersebut pada persalinan sebelumnya.

Si Kecil yang terlalu betah berada dalam perut juga mungkin punya alasan biologis. Saat lahir dulu, Moms juga mungkin lahir terlambat.

4. Kelahiran anak pertama

Banyak ibu baru yang terlambat melahirkan anak pertama mereka. Sebuah studi mengatakan melahirkan anak pertama biasanya lebih lambat lima hari ketimbang kelahiran anak-anak setelahnya.

5. Anak laki-laki

Kelahiran terlambat biasanya menjadi tanda bahwa Si Kecil berjenis kelamin laki-laki.

Sebuah studi menemukan bahwa anak laki-laki bukan hanya lebih lama betah dalam perut. Tapi juga membuat proses persalinan jadi lebih lama.

Hal ini terjadi karena pada umumnya, bobot bayi laki-laki lebih besar ketimbang bayi perempuan.

6. Ibu overweight

Ibu dengan berat badan di atas normal alias overweight juga berpotensi untuk melahirkan terlambat.

Tim peneliti dari Australia menemukan bahwa tubuh overweight lebih sulit merespons tanda-tanda kelahiran.

7. Perhitungan due date/HPL tidak akurat

Perhitungan HPL bisa saja salah lho, Moms. Tanggal yang biasanya muncul saat melakukan USG kerap berubah-ubah.

Ini juga yang membuat Moms mungkin salah memperkirakan kelahiran Si Kecil.

Nah, itulah faktor-faktor yang menyebabkan Moms bisa melahirkan lewat dari HPL. Jika memang Moms punya faktor-faktor tersebut, sebaiknya tidak panik dulu jika Si Kecil belum kunjung lahir setelah lewat HPL.

Terus konsultasikan dengan dokter kandungan ya Moms untuk memantau kondisi Si Kecil di dalam perut.

(AND)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.