15 Desember 2017

Mitos Atau Fakta Bahwa KB Suntik, Pil, dan Susuk Pengaruhi Hormon?

Bagaimana pengaruh KB terhadap hormon?
Ada pendapat bahwa KB memengaruhi hormon. KB suntik, pil, dan susuk (implant) dikatakan mengandung estrogen dan progestin.
Mengapa demikian? Ketiganya termasuk beberapa pilihan alat kontrasepsi yang menggunakan metode hormonal. Dalam metode ini, bagaimana pengaruh KB terhadap hormon?
Berikut penjelasannya!

Bagaimana KB mempengaruhi hormon?

Metode kontrasepsi hormonal mencapai tujuan kontrasepsi dengan mengubah kadar hormon estrogen dan progesteron pada wanita untuk mencegah pembuahan dan kehamilan.

Metode ini bekerja dengan mencegah ovarium wanita melepaskan telur setiap bulannya, menebalkan lendir leher rahim untuk mencegah sperma memasuki rahim, dan menipiskan lapisan rahim untuk mencegah implantasi.

Alat kontrasepsi ini juga menyebabkan perubahan lain yaitu pengaruh KB terhadap hormon yang menjadikan lebih sulit untuk hamil dalam waktu dekat.

(Baca: Ini Panduan Memilih Alat Kontrasepsi yang Baik dan Aman)

Apa kelebihan dan kekurangan KB hormonal?

KB mempengaruhi hormon pada reproduksi saat tubuh wanita menyesuaikan diri dengan metode KB hormonal termasuk:

1. Tidak menstruasi (amenorrhea)

Pengaruh KB terhadap hormon yang paling umum adalah perubahan pada pola mensturasi wanita, menurut Jason James, M.D., direktur medis di Miami's FemCare Ob-Gyn. Dalam jangka pendek, itu bisa berarti Moms mungkin mengalami menstruasi tidak teratur.

Tetapi setelah beberapa bulan, progesteron dalam metode hormonal tersebut dapat menyebabkan lapisan rahim menjadi tipis, dan akibatnya, menstruasi mungkin tidak terjadi.

Baca Juga : IUD, Alat Kontrasepsi Aman untuk Wanita Tinggi Risiko Kanker Payudara

2. Lama hamil setelah KB

Michael Cackovic, M.D., direktur obstetrik penyakit jantung ibu dalam program kehamilan di The Ohio State University Wexner Medical Center, mengatakan bahwa “kembalinya kesuburan” seorang wanita dapat berlangsung dari 10 sampai 22 bulan setelah berhenti menggunakan KB hormonal.

3. Memengaruhi kepadatan tulang

Michael Cackovic, M.D. mencatat, penggunaan KB hormonal selama lebih dari dua tahun dapat menyebabkan wanita kehilangan kepadatan tulang. Karena itu, beberapa dokter menganjurkan agar wanita mengkonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D saat mereka sedang menjalani KB.

4. Serangan sakit kepala

Namun, Dr. Shepherd mengatakan efek samping ini potensial terjadi dari hampir semua metode KB hormonal. Dan jika gejala sakit kepala makin memburuk, segeralah konsultasi dengan dokter.

Baca Juga : 10 Mitos Soal Pil KB

5. Perut kembung

Kembung dan kram perut merupakan keluhan awal yang umum terjadi pada metode KB hormonal, kata Jason James, M.D. Ini disebabkan fakta bahwa progesteron dapat memperlambat pencernaan usus tetapi hanya bersifat sementara. Selain itu, gejala pramenstruasi seperti sakit kepala, payudara sensitif, kembung, perubahan suasana hati dan mual juga sering terjadi.

6. Berat badan naik

Jason James, M.D. mengatakan bahwa beberapa wanita menyebutkan berat badan naik setelah menggunakan KB suntik. Faktanya, penelitian tahun 2009 yang diterbitkan di American Journal of Obstetrics and Gynecology menemukan bahwa pengguna KB suntik mengalami kenaikan berat badan selama tiga tahun.

7. Mengurangi hasrat seksual

Liver memompa protein yang disebut globulin pengikat hormon seks (SHBG), yang memiliki kandungan hormon seks (termasuk testosteron) yang bisa menurunkan libido pada beberapa orang, kata Dr. Keder. Bahkan, KB mempengaruhi hormon pada banyak faktor lain seperti kecemasan atau perubahan mood.

Baca Juga: 4 Penyebab Kista Pada Perempuan

Alat kontrasepsi manakah yang menjadi pilihan Moms?

(ROS)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.