22 Juli 2020

Pil Pelancar ASI, Seberapa Efektif?

Moms perlu memberikan sugesti positif kepada diri sendiri dulu

Menyusui anak adalah pekerjaan yang gampang-gampang susah. Terasa gampang jika ASI bisa keluar dengan lancar, namun akan sedikit susah dan terhambat jika ASI tidak keluar atau jumlah yang keluar sedikit sekali.

Sebenarnya tidak ada obat yang tersedia yang secara khusus diproduksi untuk meningkatkan produksi ASI Moms, tetapi ada obat resep yang dirancang khusus untuk kondisi lain yang digunakan untuk tujuan tersebut.

Baca Juga: 5 Resep Smoothies Lezat Untuk Meningkatkan Produksi ASI

Menurut jurnal Obstetrics and Gynecology International, pil atau obat-obat ini akan menyebabkan peningkatan kadar prolaktin, hormon yang bertanggung jawab untuk produksi ASI, sehingga mereka memiliki efek samping membuat ASI.

Di bawah pengawasan langsung dan pemantauan dokter, obat-obatan ini diresepkan untuk membantu menciptakan, membangun kembali, atau meningkatkan pasokan ASI untuk ibu yang menyusui.

Namun apakah pil pelancar ASI ini efektif membantu para ibu yang sedang menyusui? Yuk kita cari tahu jawabannya sama-sama.

Efektivitas Pil Pelancar ASI

Pil pelancar ASI
Foto: Pil pelancar ASI (https://cdc.gov/)

Foto: Orami Photo Stock

Pil pelancar ASI dikonsumsi jika dibutuhkan/low milk supply. Supply and demand ASI banyak dipengaruhi oleh mood, level stres, dan sugesti ibu.

“Artinya jika ibu sudah tidak yakin/bersugesti negatif bahwa ASI yang dihasilkan kurang, maka hasilnya ASI yang dihasilkan akan tidak cukup,” jelas dr. Nia Wulan Sari, Konselor Laktasi RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Baca Juga: Penanganan Mastitis, Payudara Bengkak pada Ibu Menyusui

Menurut dr. Nia, yang paling utama dalam proses menyusui adalah ibu harus percaya terlebih dahulu bahwa ASI yang dihasilkan akan cukup untuk bayi atau memberikan sugesti positif, posisi perlekatan bayi pun harus baik, dan ibu mengonsumsi makanan berprotein tinggi, gizi cukup dan seimbang, serta cukup minum cairan/air putih.

Pada kasus low milk supply, maka dapat ditambah pelancar ASI sampai ASI dirasa cukup, kemudian pelancar ASI dapat dihentikan.

Lama penggunaan pelancar ASI bervariasi, bisa satu minggu bahkan sampai sekitar satu bulan. Selalu konsultasikan kondisi Moms dengan konselor laktasi atau dokter spesialis anak terlebih dahulu ya.

Efek Samping Pil Pelancar ASI

Pil pelancar ASI
Foto: Pil pelancar ASI (Foto: Shutterstock)

Foto: Orami Photo Stock

Semua obat pasti memiliki efek samping dan bisa berbahaya, jadi jangan pernah memulai pengobatan tanpa terlebih dahulu membicarakannya dengan dokter spesialis Moms ya, terutama jika sedang hamil atau menyusui.

Baca Juga: Selain Katuk, Ketahui 5 Makanan Pelancar ASI Ini

Jika Moms dan dokter memutuskan untuk mencoba manfaat dari resep pil pelancar ASI tersebut, pastikan untuk meminumnya persis seperti yang diperintahkan dan ditindaklanjuti dengan dokter secara teratur.

Penting juga untuk memahami bahwa pengobatan sendiri tidak cukup untuk membangun atau meningkatkan pasokan ASI kita. Sering menyusui dan/atau memompa untuk merangsang payudara dan mengeluarkan ASI juga diperlukan.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang pil pelancar ASI. Selalu konsultasikan dengan dokter ya sebelum menggunakan pil pelancar ASI ini.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.