16 Mei 2019

Pentingnya Daun Katuk untuk Melancarkan dan Menghasilkan ASI Eksklusif

Ini dia pilihan tepat ekstrak daun katuk

ASI menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan bayi, terutama pada 1.000 hari masa emasnya. Sebab, di dalam ASI mengandung berbagai macam zat gizi yang dibutuhkan oleh bayi untuk tumbuh dan berkembang.

Menurut data dari World Health Organization (WHO), seorang Ibu wajib memberikan ASI dalam 3 masa, yaitu Inisiasi Menyusui Dini (IMD), lalu ASI Eksklusif yang harus diberikan selama 6 bulan, dan MPASI sampai usia 2 tahun.

Tetapi, menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017, menyebutkan bahwa dari 4.8 juta kelahiran setiap tahunnya di Indonesia, hanya 47 persen bayi yang menerima ASI eksklusif.

Baca Juga: Kapan Bayi Bisa Diberikan MPASI?

Penyebab Gagalnya Pemberian ASI Eksklusif

expressing-and-storing-breastmilk.jpg
Foto: expressing-and-storing-breastmilk.jpg (raisingchildren.net.au)

Salah satu penyebab kegagalan pemberian ASI eksklusif di Indonesia ini diakibatkan oleh praktik pemberian makanan prelaktal yang sudah diberikan sebelum waktunya.

Menurut konselor laktasi, dr. Ameetha Drupadi, CIMI, kalau selalu ada halangan dalam memberikan ASI, namun Ibu bisa mencari solusi untuk mengatasi hal tersebut.

Daun Katuk sebagai Penghasil ASI Eksklusif

Sauropus_androgynus_at_Kadavoor.jpg
Foto: Sauropus_androgynus_at_Kadavoor.jpg (en.wikipedia.org)

International Conference on Food Engineering & Biotechnology, Journal of Sauropos Adrogynus Leaf Extract menyatakan bahwa ekstrak daun katuk mampu meningkatkan kuantitas produk ASI sampai 50,7 persen. Daun katuk juga dapat membantu kebutuhan mineral bagi Ibu yang sedang menyusui, serta dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Baca Juga: Tips Sukses Memberikan ASI Eksklusif Meski Ibu Bekerja

Lalu, menurut A.J.A Petrus pada Asian Journal of Chemistry, menjelaskan bahwa fungsi utama daun katuk sebagai pelancar ASI erat hubungannya dengan kandungan galactogogue di dalamnya. Galactogogue ini merupakan senyawa yang mampu memicu peningkatan produksi ASI.

Selain itu, di dalam daun katuk mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin A, beberapa vitamin B, vitamin C, zat besi, dan kalsium. Kandungan vitamin C yang terdapat di dalam daun katuk ini berperan sebagai antioksidan.

Didukung lagi dari penelitian Journal of Nutrigenetics and Nutrigenomics tahun 2010, yang telah membuktikan bahwa daun katuk mampu meningkatkan ekspresi gen prolactin dan juga oksitosin. Di mana prolactin dan oksitosin ini adalah dua hormon dalam tubuh yang memengaruhi produksi ASI Ibu.

Baca Juga: Cari Tahu Tentang MPASI Alami dan Bergizi Untuk Si Kecil di Arisan Orami

Lactaboost Pilihan Tepat Ibu Menyusui

mofo-boos-001a-1.jpg
Foto: mofo-boos-001a-1.jpg

Moms tidak perlu susah payah mencari di mana ada yang menjual daun katuk, karena Lactaboost memberikan jalan keluar mudahnya.

Lactaboost terbuat dari ekstrak daun katuk yang berguna untuk meningkatkan hormon prolactin. Di mana hormon prolactin ini efektif memicu produksi ASI yang lebih banyak. Setiap tabletnya mengandung ekstrak sauropi androgynus (daun katuk) sampai 250 mg.

Nah, Moms yuk segera dapatkan produk Lactaboost hanya di Orami!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.