04 September 2020

Jangan Disepelekan! Ini Dampak Serta Komplikasi Penyakit ISPA Pada Balita

Penanganan yang tepat dapat menghambat terjadinya komplikasi pada anak

Salah satu penyakit yang cukup berbahaya namun kerap diabaikan adalah ISPA. ISPA merupakan penyakit yang terjadi akibat infeksi pada saluran pernapasan bagian atas. Saluran ini meliputi hidung, rongga hidung dan sinus, tenggorokan (faring), dan kotak pita suara (laring).

Penyakit ini bahkan bisa menyerang semua orang, baik orang dewasa dan juga anak-anak.

"Kami menemukan bahwa batuk berlangsung selama 25 hari pada 90 persen anak-anak, dan ini lebih lama dari perkiraan orang tua. Jadi, sangat umum untuk melihat anak-anak mengalami batuk selama satu atau tiga minggu," ujar dokter Matthew Thompson, profesor kedokteran keluarga di Universitas Washington dan peneliti di Oxford.

Penyebab ISPA pada Anak

Meskipun penyebab ISPA pada anak tidak diketahui, namun beberapa sudah teridentifikasi, berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Adenovirus

Penyebab ISPA pada balita 1.jpg
Foto: Penyebab ISPA pada balita 1.jpg (https://www.thesun.co.uk/wp-content/uploads/2018/01/nintchdbpict000377374322.jpg)

Foto: thesun.co.uk

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention (CDC), adenovirus termasuk dalam kelas mikroorganisme yang dapat menyebabkan ISPA pada anak.

Adenovirus terdiri lebih dari 50 virus berbeda yang diketahui menjadi penyebab flu, demam, sakit tenggorokan, bronkitis akut, diare, pneumonia, dan pink eye.

Adenovirus dapat menyerang semua orang di segala usia. Terutama mereka dengan sistem imun lemah dan memiliki kelainan pada sistem pernapasan serta jantung, dapat mengalami keadaan yang parah jika terinfeksi adenovirus.

Baca Juga: Jangan Disepelekan! Ini Dampak Serta Komplikasi Penyakit ISPA Pada Balita

2. Pneumococcus

Penyebab ISPA pada balita 2.jpg
Foto: Penyebab ISPA pada balita 2.jpg (https://directmeds.co.za/wp-content/uploads/meningitis-in-children-symptoms-and-treatment.jpg)

Foto: directmeds.co.za

Pneumococcus yaitu jenis bakteri yang menyebabkan meningitis. Meskipun begitu, bakteri ini dapat memicu penyakit gangguan pernapasan lainnya seperti sinus dan pneumonia.

Dokter menganggap infeksi bakteri ini mempunyai sifat menguasai. Artinya, bakteri menguasai bagian tubuh yang biasanya bebas kuman.

Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan kondisi yang sangat parah, serta membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit, dan menyebabkan kematian pada beberapa kasus.

3. Rhinovirus

Penyebab ISPA pada balita 3.jpg
Foto: Penyebab ISPA pada balita 3.jpg (https://ewscripps.brightspotcdn.com/dims4/default/56600b2/2147483647/strip/true/crop/1120x630+40+0/resize/1280x720!/quality/90/?url=http%3A%2F%2Fmediaassets.fox13now.com%2Ftribune-network%2Ftribkstu-files-wordpress%2F2018%2F11%2Fflu-1.jpg)

Foto: brightspotcdn.com

Rhinovirus merupakan sumber dari penyakit flu yang dalam kebanyakan kasus tidak rumit. Meskipun begitu, untuk orang dalam usia yang sangat muda, orang tua, serta orang yang memiliki sistem imun lemah, flu biasa dapat berkembang menjadi infeksi pernapasan akut.

ISPA pada anak yang tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat menjadi masalah serius dan menyebabkan kerusakan permanen bahkan kematian.

Maka dari itu, jika Si Kecil mengalami flu, segera periksakan dan lakukan pengobatan sebaik mungkin sampai tuntas.

Dampak Penyakit ISPA pada Anak

ISPA pada anak, dampak penyakit ISPA, penyakit ISPA pada balita
Foto: ISPA pada anak, dampak penyakit ISPA, penyakit ISPA pada balita

Foto: goodhousekeeping.com

Ada banyak hal yang bisa terjadi saat ISPA menyerang Si Kecil. Namun, beberapa hal ini muncul sebagai akibat dari ISPA pada anak.

  • Nafsu makan menurun
  • Badan lesu
  • Perasaan sakit (malaise)
  • Sakit kepala dan sakit tubuh
  • Influenza
  • Rewel dan merasa tidak nyaman

Baca Juga: Cara Mencegah ISPA pada Anak akibat Polusi Udara

Komplikasi Penyakit ISPA pada Anak

Penyakit ISPA pada anak jika diabaikan bisa menjadi sebuah penyakit berkepanjangan. Dikutip dari OnHealth, berikut ini komplikasi penyakit ispa pada anak yang bisa terjadi:

Pertusis

ISPA pada anak, dampak penyakit ISPA, penyakit ISPA pada balita
Foto: ISPA pada anak, dampak penyakit ISPA, penyakit ISPA pada balita

Foto: medicalnewstoday.com

Pertusis atau batuk rejan adalah batuk yang tak terkendali dan keras. Batuk ini bahkan membuat penderitanya sulit bernapas. Batuk Rejan disebabkan oleh bakteri Bordetella pertusis.

Suara rejan terjadi ketika penderitanya menghirup napas setelah batuk. Siapa pun bisa terserang penyakit ini, tetapi bayi memiliki risiko yang sangat parah, bahkan mengancam jiwa.

Ada baiknya Moms memberikan vaksin mulai dari usia 2 bulan untuk tindakan pencegahan komplikasi penyakit ispa pada anak.

Pneumonia

ISPA pada anak, dampak penyakit ISPA, penyakit ISPA pada balita
Foto: ISPA pada anak, dampak penyakit ISPA, penyakit ISPA pada balita

Foto: asianscientist.com

Salah satu penyebab umum pneumonia adalah infeksi bakteri. Pneumonia bakteri biasanya menyebabkan batuk yang menghasilkan lendir dari paru-paru (dahak).

Siapa saja dapat terinfeksi, terutama mereka yang menderita penyakit pernapasan, menderita infeksi virus, dan baru pulih dari operasi.

Batuk yang menetap sering terjadi pada penyakit ISPA, akhirnya batuk itu menjadi produktif dan memungkinkan tubuh mengeluarkan lendir.

“Batuk pneumonia biasanya muncul dengan demam dan dahak,” kata dokter Nicholas Pantaleo, MD, seorang dokter pengobatan keluarga di Westmed Medical Group di Yonkers, New York.

Baca Juga: Mari Mencegah Pneumonia Bayi Lewat Pemberian ASI Seperti Ini!

Bronkitis

ISPA pada anak, dampak penyakit ISPA, penyakit ISPA pada balita
Foto: ISPA pada anak, dampak penyakit ISPA, penyakit ISPA pada balita

Foto: lungdiseasenews.com

Bronkitis adalah kondisi di mana bronkus (saluran udara di dalam paru-paru) meradang. Kadang-kadang disebut juga dada dingin.

Dalam keadaan komplikasi penyakit ispa pada anak seperti ini, paru-paru membengkak dan menghasilkan lendir yang menyebabkan batuk.

Si Kecil juga mungkin merasa lelah, dengan sakit tubuh ringan, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan mata berair.

Bronkitis akut bisa bertahan dari lima hari hingga tiga minggu. Jika termasuk kronis, penyakit ini akan berlangsung setidaknya tiga bulan selama dua tahun berturut-turut.

Debu, alergen, dan gas beracun juga dapat menyebabkan dan berkontribusi terhadap bronkitis. Tetapi, untuk bronkitis akut biasanya disebabkan oleh virus yang masuk ke paru-paru karena ISPA.

Mencegah ISPA Anak

Karena kebanyakan kasus ISPA pada anak tidak bisa disembuhkan, tindakan pencegahan adalah metode terbaik untuk menangkal ISPA pada anak. Ajaklah Si Kecil untuk mencegah ISPA dengan melakukan beberapa hal berikut ini.

1. Cuci Tangan Secara Rutin

Mencegah ISPA pada balita 1.jpg
Foto: Mencegah ISPA pada balita 1.jpg (https://indepth.nice.org.uk/children-and-young-people-should-be-taught-simple-hygiene-measures-to-curb-the-spread-of-infections-says-nice/media/child_washing_hands-mr.jpg)

Foto: indepth.nice.org.uk

Biasakan cuci tangan, terutama setelah bepergian atau bermain di luar rumah, hal ini sangatlah penting dan wajib dilakukan!

Biasakan untuk selalu mengajak Si Kecil mencuci tangan setelah bepergian dan sebelum makan.

Penyebaran ISPA pada anak biasanya rentan terjadi karena penularan virus dan bakteri melalui sentuhan.

Bisa karena Si Kecil menyentuh mainan yang telah terinfeksi atau bersentuhan dengan temannya yang membawa virus tersebut.

Kita tidak pernah tahu kondisi kesehatan orang lain di luar, maka dari itu sebaiknya Moms yang harus selalu waspada.

2. Tutupi Hidung dan Mulut saat Bersin

Mencegah ISPA pada balita 2.jpg
Foto: Mencegah ISPA pada balita 2.jpg (https://imagesvc.meredithcorp.io/v3/mm/image?url=https%3A%2F%2Fstatic.onecms.io%2Fwp-content%2Fuploads%2Fsites%2F38%2F2016%2F09%2F12232658%2F102811795.jpg)

Foto: meredithcorp.io

Jika bersin, biasakan Si Kecil agar selalu menutup hidung dan mulutnya menggunakan sapu tangan atau tisu.

Meskipun ini tidak akan meredakan gejala ISPA, setidaknya akan mencegah menyebarnya penyakit menular kepada orang lain.

Baca Juga: 4 Tipe ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) pada Anak Yang Wajib Moms Tahu

3. Cegah Kebiasaan Menyentuh Wajah

Mencegah ISPA pada balita 3.jpg
Foto: Mencegah ISPA pada balita 3.jpg (https://www.gannett-cdn.com/media/2016/07/19/USATODAY/USATODAY/636045241884599846-ThinkstockPhotos-501856218.jpg)

Foto: king5.com

Kuman dapat masuk ke dalam tubuh Si Kecil melalui mata dan mulut. Maka dari itu, untuk mencegah kuman masuk ke dalam tubuhnya, biasakan Si Kecil tidak menyentuh wajahnya terutama mata dan mulut.

Apalagi dalam kondisi tangannya yang belum dicuci, yang dapat menyebabkan Si Kecil tertular penyakit dengan sangat mudah.

4. Rutin Lakukan Vaksin

Mencegah ISPA pada balita 4.jpg
Foto: Mencegah ISPA pada balita 4.jpg (https://hospitalcmq.com/wp-content/uploads/2019/04/vaccination-program-in-mexico.jpg)

Foto: hospitalcmq.com

Ada beberapa jenis vaksin yang wajib diterima Si Kecil pada usia balita. Sebagai orang tua, kita harus memastikan Si Kecil telah menerima vaksin yang lengkap dalam menjaganya agar tidak mudah tertular penyakit.

Jangan lupa juga, untuk mencukupi kebutuhan gizi dan vitamin Si Kecil untuk memperkuat daya tahan tubuhnya.

Baca Juga: Ternyata Demam Bisa Jadi Pertanda ISPA pada Bayi

Berikan perhatian khusus pada batuk atau pilek Si Kecil jika tidak ingin penyakitnya semakin buruk ya, Moms!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.