19 Desember 2017

Jangan Marah-Marah Saat Hamil, Ini Akibatnya!

bisa berakibat buruk pada kesehatan Moms dan janin

Masa-masa kehamilan adalah masa yang penting bagi Moms dan bayi. Masa yang sangat membahagiakan ini penting bagi Moms karena sebagai wanita.

Namun, kadang kala kebahagiaan bisa berubah menjadi depresi karena perubahan-perubahan ini akan mempengaruhi mood Moms pada masa kehamilan, bahkan tak jarang menyebabkan tekanan jiwa/stres.

Selama hamil, Moms akan mengalami masa-masa yang merubah seluruh hidupnya, perubahan perannya dalam kehidupan, perubahan pada tubuhnya dan perubahan hormonal. Perubahan hormonal menjadi penyebab kebanyakan Moms hamil sering marah-marah, mudah tersinggung dan cenderung rewel.

Penyebab Ibu Hamil Depresi dan Mudah Marah

shutterstock 608895608
Foto: shutterstock 608895608

Setiap Moms hamil memiliki kondisi yang berbeda-beda. Penyebab dari depresi yang dialami oleh Moms hamil sering kali timbul karena perasaan lemah dan tidak berdaya. Perasaan ini seringkali timbul karena Moms hamil mengalami kesulitan tidur dengan nyenyak dan mudah tersinggung, mudah marah dan mudah menangis.

Depresi juga mempengaruhi mood Moms juga mengalami pasang surut karena selalu gelisah, nafsu makan berkurang atau selalu kuatir akan kesehatan sang janin. Emosi pendek seperti marah atau takut karena panik sesaat pada Moms hamil tidak memiliki efek berkelanjutan pada bayi, bahkan dapat mengajarkan cara mengatasi situasi dunia luar.

Bagi sang jabang bayi pada sisi lain, masa kehamilan sangat menentukan pertumbuhan fisik dan mental anak. Janin tidak hanya membutuhkan nutrisi untuk pertumbuhan otak dan tubuh, tetapi juga membutuhkan ketenangan dan kedamaian. Kelengkapan kebutuhan tersebut akan menghasilkan bayi yang sehat jiwa dan raga. Bayi yang belum lahir bisa merasakan dunia luar melalui sang Moms.

Bayi bisa merasakan perasaan Moms karena emosi Moms memicu dilepaskannya zat kimia ke dalam darah yang mengalir dalam tubuhnya dan diteruskan dalam hitungan detik melalui plasenta ke bayi yang dikandungnya. Kemarahan melepaskan adrenalin, ketakutan melepaskan kolamin, stress melepaskan kortisol, dan perasaan senang melepaskan endorphin.

Depresi pada Moms hamil adalah hal yang serius yang perlu diwaspadai walaupun tidak berlangsung lama, walaupun secara alamiah tubuh wanita yang sedang hamil sudah memiliki sistem yang dilengkapi dengan hormon untuk mencegah efek buruk dari perubahan kondisi kejiwaan tersebut.

Baca Juga : Menikmati Setiap Trimester Kehamilan

Akibat Emosi Meledak-Ledak dan Marah Saat Hamil

shutterstock 746265430
Foto: shutterstock 746265430

Permasalahan yang berkaitan dengan kondisi kejiwaan dapat berdampak buruk terhadap kondisi janin yang ada dalam kandungan karena depresi berpengaruh terhadap aktifitas otak Moms yang sedang hamil. Kondisi kejiwaan Moms yang labil karena mengalami depresi, kesedihan, gelisah atau perasaan hampa / kosong kadangkala bisa berlarut-larut sampai beberapa hari.

Jika Moms membiarkan emosinya meledak-ledak, marah, sedih, takut, atau bahkan terlalu gembira, akan berpengaruh pada pertumbuhan psikis janin karena janin turu merasakan apa yang sedang dirasakan oleh sang Moms.

Saat Moms marah misalnya, jantung Moms akan berdetak lebih kencang, nafas menjadi pendek-pendek, otot-otot berkontraksi, gerakan usus bergejolak, dll.

Bila emosi Moms tinggi, jantung akan memompa darah lebih cepat, sehingga oksigen tidak dapat mengalir dengan baik ke seluruh jaringan tubuh. Tubuh akan menjadi siaga dan mengaktifkan beberapa hormon yang menyebabkan kejang dan kontraksi pada kandungan.

Bila hal-hal tersebut sering terjadi, kelak bayi akan mudah rewel, kelahiran yang bermasalah, kolik pada bayi, berat badan bayi rendah, mudah was-was, kesulitan belajar di kemudian hari, dan bahkan akan mudah sekali menangis.

Penelitian menunjukkan bahwa depresi yang dialami oleh wanita hamil dapat mengakibatkan berat bayi dibawah normal, komplikasi, keguguran atau kelahiran prematur. Suami dan orang sekitar harus memberikan perhatian lebih agar Moms hamil tegar menghadapi proses kehamilan.

Moms hamil yang mengalami depresi disarankan untuk segera mencari akar permasalahan yang menyebabkan dirinya emosi berlarut-larut dan segera menyelesaikannya. Bila emosi meningkat, usahakan untuk tetap bersabar, tarik nafas dalam, tutup mata dan bayangkan hal-hal yang Moms sukai.

Dukungan dan perhatian yang lebih dari suami dan orang-orang sekitar juga dapat menenangkan dan membuatnya tegar dalam masa-masa kehamilan. Selain itu, mengikuti kelas Moms hamil yang ditangani oleh tenaga ahli dapat membimbing dan mempertemukan Moms dengan Moms-Moms hamil lainnya dan membuat dirinya tidak merasa sendirian.

(HEI)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.