19 April 2024

3 Penyebab Sakit Ulu Hati saat hamil dan Cara Mengatasinya

Jangan dibiarkan jika mengalaminya!

Sakit ulu hati saat hamil adalah keluhan yang kerap terjadi. Kondisi ini biasanya dialami pada trimester pertama dan trimester ketiga akhir.

Sakit ulu hati saat hamil umumnya disebabkan karena produksi asam lambung yang berlebih akibat gastritis.

Meski tidak ada hubungannya dengan jantung, nyeri pada ulu hati bisa mengakibatkan sensasi terbakar di bagian tengah dada (heartburn).

Melansir dari studi di jurnal BMJ Clinical Evidence, kondisi ini sangat normal dirasakan ibu hamil. Sebanyak 17–45% ibu hamil bisa merasakan kondisi ini.

Lantas, apakah jenis nyeri ini berbahaya untuk janin? Cari tahu jawabannya lewat penjelasan di bawah ini, ya, Moms!

Baca Juga: Bagaimana Mencegah Varises Pada Ibu Hamil?

Penyebab Sakit Ulu Hati saat Hamil

Sakit Dada saat Hamil
Foto: Sakit Dada saat Hamil (Parenting.firstcry.com)

Sebenarnya, apa penyebab sakit ulu hati saat hamil?

Melansir studi di jurnal Cochrane Library, alasan peningkatan gejala nyeri ulu hati pada kehamilan masih perlu diteliti.

Namun, efek hormon kehamilan diperkirakan memiliki peran sebagai penyebabnya yang paling utama.

Pada trimester pertama, keluhan umumnya disebabkan oleh adaptasi tubuh terhadap hormon kehamilan.

Sementara itu, penyebab sakit ulu hati saat hamil pada trimester ketiga berkaitan dengan ukuran rahim yang semakin membesar dan menekan lambung.

Pada kondisi tersebut, keluhan umumnya disertai dengan rasa panas di bagian dada alias heartburn.

Selain itu, Moms juga bisa merasakan mulas akibat keluhan tersebut.

Mulas terjadi ketika katup antara lambung dan kerongkongan tidak mampu mencegah asam lambung tak naik ke atas.

Selama kehamilan, hormon progesteron menyebabkan katup relaks sehingga turut meningkatkan frekuensi mulas.

Ini memungkinkan asam lambung masuk ke kerongkongan dan mengiritasi lapisan yang ada di bagian tersebut.

Sakit maag dan gangguan pencernaan lebih sering terjadi selama trimester ketiga, karena rahim yang tumbuh memberi tekanan pada usus dan lambung.

Tekanan pada perut juga dapat mendorong asam lambung kembali ke arah kerongkongan.

Karenanya, perut perih seperti maag saat hamil kerap tak bisa dihindari.

Selain karena hal-hal tersebut, sakit ulu hati saat hamil juga bisa terjadi akibat kondisi berikut:

1. Asam Refluks

Kondisi ini terjadi ketika sebagian asam lambung atau makanan di lambung naik kembali ke kerongkongan.

Ketika ini terjadi, hal itu dapat menyebabkan rasa sakit di dada dan tenggorokan.

Seiring waktu, refluks asam konstan dapat menyebabkan penyakit refluks gastroesofageal (GERD).

GERD memerlukan pemantauan rutin oleh dokter gigi, ya, Moms!

Gejala umum refluks asam meliputi gangguan pencernaan, rasa asam yang abnormal di mulut, dan sakit tenggorokan atau suara serak.

Di samping itu, Moms juga bisa merasakan benjolan di daerah tenggorokan hingga batuk terus-menerus.

Baca Juga: Multiguna, Mari Mengenal Manfaat Pilates untuk Pra-Kehamilan, Kehamilan, dan Pasca Kehamilan

2. Adanya Gangguan Pencernaan

Mulas adalah hasil dari refluks asam. Ini bisa menyebabkan nyeri dada yang membakar.

Gangguan pencernaan (dispepsia) adalah nama untuk gejala pencernaan yang terjadi ketika Moms makan jenis makanan yang tampaknya tidak cocok untuk perut.

Gejala mulas yang paling umum adalah perasaan terbakar di dada setelah Moms makan.

Perasaan terbakar ini biasanya lebih buruk ketika Moms berbaring atau membungkuk.

Kondisi ini terjadi karena asam bergerak lebih jauh ke kerongkongan.

Gejala umum gangguan pencernaan meliputi perasaan kembung, bersendawa, merasa kenyang bahkan jika Moms belum makan banyak, mual hingga mengalami tekanan di perut akibat dari gas.

Baca Juga: Lambung Bocor, Masalah Pencernaan yang Bisa Mengancam Jiwa

3. Makanan yang Berlebihan

Ketika Moms makan terlalu banyak, perut bisa mengembang melebihi ukuran normalnya. Ini memberi banyak tekanan pada organ-organ di sekitarnya.

Tekanan ini dapat menyebabkan rasa sakit di usus Moms.

Ini juga bisa membuat Moms sulit bernapas karena paru-paru memiliki ruang lebih sedikit untuk mengembang ketika Moms menarik napas.

Apalagi jika Moms sedang hamil yang mana ruang perut juga semakin sedikit.

Makan berlebihan juga dapat menyebabkan asam lambung dan isinya kembali ke kerongkongan.

Ini dapat menyebabkan mulas dan refluks asam. Kondisi ini dapat membuat rasa sakit epigastrik yang Moms rasakan setelah makan jauh lebih buruk.

Jika Moms memiliki kelainan makan terkait dengan muntah berulang setelah makan juga dapat menyebabkan nyeri epigastrium.

Baca Juga: Manfaat Acerola untuk Wajah, Bisa Mengatasi Jerawat dan Mencegah Penuaan Dini

Tak hanya hal-hal umum yang menjadi akibat ulu hati sakit saat hamil. Tekanan pada perut juga bisa menjadi penyebab nyeri tersebut.

Maka, nyeri ulu hati sebenarnya umum dialami oleh ibu hamil.

Apalagi nyeri tersebut juga bisa disebabkan oleh perubahan hormon dan pencernaan Moms.

Tak jarang Moms juga mungkin sering mengalami mulas saat hamil.

Namun, nyeri ulu hati yang signifikan dan mengganggu pada kehamilan kadang-kadang merupakan gejala dari kondisi serius yang dikenal sebagai preeklampsia.

Ini membutuhkan pemantauan ketat oleh dokter dan dapat menjadi mengancam jiwa jika kondisinya parah.

Moms akan memerlukan observasi ketat, pemeriksaan tekanan darah, tes darah, dan tes urin. Hal ini untuk mengetahui penyebab lebih lanjut dari nyeri ulu hati yang Moms rasakan.

Baca Juga: 7 Manfaat Daun Korejat, Termasuk Obat Sakit Mata dan Sakit Gigi yang Alami

Bagaimana cara mengatasi perut perih saat hamil? Ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb