Home & Living

1 November 2021

Mengenal 4 Jenis Alat Pemadam Ringan Beserta Fungsinya, Moms Perlu Tahu!

Setiap jenis memiliki fungsinya tersendiri
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Widya Citra Andini

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) atau fire extinguisher adalah jenis alat pemadam ringan yang digunakan untuk memadamkan api atau mengendalikan kebakaran kecil.

Dalam hal Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), APAR merupakan jenis alat pemadam ringan wajib yang harus dilengkapi oleh setiap perusahaan.

Tujuannya untuk mencegah terjadinya kebakaran yang dapat mengancam keselamatan pekerja dan asset perusahaannya.

Tak heran penggunaan jenis alat pemadam ringan atau APAR ini sudah banyak diketahui oleh khalayak banyak. Bahkan sudah dikenali di Indonesia sebagai alat untuk pemadam api yang sering ditemukan di tempat-tempat umum seperti mall, sekolah, mobil, rumah sakit, kantor, dan lain-lain.

Namun, tak banyak yang tahu bahwa ada beberapa jenis alat pemadam ringan ini yang memiliki fungsi berbeda-beda.

Lantas, apa saja jenis dan fungsinya? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Baca Juga: 6 Manfaat Mandi Oatmeal untuk Kulit, Salah Satunya Meredakan Gejala Eksim

Jenis Alat Pemadam Ringan

APAR memiliki fungsi yang sangat penting dalam menghadapi kebakaran yang sewaktu-waktu bisa datang.

Berikut ini berbagai perbedaan jenis alat pemadam ringan beserta fungsinya dan beberapa jenis bahan yang terbakar, yaitu:

1. Alat Pemadam Api (APAR) Serbuk Kimia / Dry Chemical Powder

aat pemadam powder.jpg

Foto: arrowasiaindonesia.com

Jenis alat pemadam ringan serbuk kimia atau dry chemical powder fire extinguisher terdiri dari serbuk kering kimia yang merupakan kombinasi dari Mono-amonium danammonium sulphate.

Serbuk kering kimia yang dikeluarkan akan menyelimuti bahan yang terbakar sehingga memisahkan oksigen yang merupakan unsur penting terjadinya kebakaran.

Jenis alat pemadam ringan ini merupakan alat pemadam api yang serbaguna karena efektif untuk memadamkan kebakaran di hampir semua kelas kebakaran seperti Kelas A, B dan C.

APAR jenis dry chemical powder tidak disarankan untuk digunakan dalam industri karena akan mengotori dan merusak peralatan produksi di sekitarnya.

Jenis alat pemadam ringan ini umumnya digunakan pada mobil dan tempat-tempat umum, seperti di perkantoran, perumahan, sekolah-sekolah, rumah sakit, pom bensin, dan bahkan gudang-gudang.

2. Alat Pemadam Api (APAR) Busa / Foam (AFFF)

Alat Pemadam Api busa.png

Foto: tabung-pemadam.com

Jenis alat pemadam ringan ini terdiri dari bahan kimia yang dapat membentuk busa. Busa dapat melindungi dan mematikan api dengan signifikan.

Busa AFFF (Aqueous Film Forming Foam) yang disembur keluar akan menutupi bahan yang terbakar sehingga oksigen tidak dapat masuk untuk proses kebakaran.

APAR Jenis Busa AFFF ini efektif untuk memadamkan api yang ditimbulkan oleh bahan-bahan padat non-logam seperti kertas, kain, karet, dan lain sebagainya (kebakaran kelas A).

Selain itu juga mampu memadamkan kebakaran yang dikarenakan oleh bahan-bahan cair yang mudah terbakar seperti minyak, alkohol, solvent, dan lain sebagainya (kebakaran jenis B).

APAR ini juga sering sekali ditemui seperti di perumahan , garasi, dan workshop seperti dapur restoran.

Biasanya APAR ini banyak digunakan di area dapur seperti kafe atau restoran-restoran.

Baca Juga: Kenali Manfaat Terapi Kognitif untuk Mengatasi Berbagai Masalah Psikologis

3. Alat Pemadam Api (APAR) Air / Water

alat pemadam air.jpg

Foto: theworkplacedepot.co.uk

Jenis alat pemadam ringan ini disikan oleh Air dengan tekanan tinggi.

APAR jenis air ini paling ekonomis dan cocok untuk memadamkan api yang dikarenakan oleh bahan-bahan padat non-logam seperti kertas, kain, karet, plastik, dan lain sebagainya (kebakaran kelas A).

Tetapi akan sangat berbahaya jika dipergunakan pada kebakaran yang dikarenakan instalasi listrik yang bertegangan (kebakaran kelas C).

4. Alat Pemadam Api (APAR) Karbon Dioksida / Carbon Dioxide (CO2)

APAR CO2.jpg

Foto: indiamart.com

Jenis alat pemadam ringan ini menggunakan bahan karbon dioksida (carbon dioxide / CO2) yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan mengisolasinya.

Ini karena CO2 memiliki masa yang lebih berat dari pada oksigen.

Selain itu, CO2 juga memiliki suhu yang cukup dingin sehingga bisa dapat memadamkan api dengan cara mendinginkan sumber panas pada titik api.

APAR karbon dioksida sangat cocok untuk kebakaran kelas B (bahan cair yang mudah terbakar) dan kelas C (Instalasi Listrik yang bertegangan).

APAR ini sering sekali kita temukan di tempat yang agak sensitif seperti tempat penyimpanan makanan, ruang komputer, laboratorium dan lain-lain.

Jenis alat pemadam ringan ini tidak dapat digunakan pada ruang tertutup, karena CO2 dapat mengganggu pernapasan jika digunakan pada ruangan tertutup.

Baca Juga: 11 Drama Korea Tayang November 2021, Song Hye Kyo dan Park Hyun Sik Comeback!

Cara Penggunaan APAR

cara menggunakan APAR.jpg

Foto: istockphoto.com

Setelah mengetahui beragam jenis alat pemadam ringan, langkah selanjutnya adalah mengetahui cara penggunaan APAR itu sendiri.

SOP penggunaan APAR umumnya dikenal dengan singkatan PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep) dengan keterangan lebih rinci berupa:

1. Pull atau tarik

Pada tahap ini, tarik segel atau pin pengaman pada APAR yang ada. Saat menarik pin pengama ini, jangan sampai menekan handle atau pegangan APAR.

Bila ditekan, maka Moms akan kesulitan dalam melepas pin pengaman.

2. Aim atau arahkan

Aim atau arahkan selang ke bagian dasar api. Jangan lupa untuk memastikan tabung berdiri tegak lurus.

3. Squeeze atau tekan

Tekan valve atau handle hingga api mati atau hingga isi tabung habis.

4. Sweep atau gerakan menyapu

Gerakkan ujung nozzle dengan gerakan sweep dari sisi ke sisi atau dari kiri ke kanan seperti sedang menyapu.

Baca Juga: Iritasi Kulit pada Bayi, Berikut Penyebab dan Pengobatannya

Klasifikasi Jenis Kebakaran

kebakaran.jpeg

Foto: pexels.com

Pengelompokkan kebakaran menurut peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 04/MEN/1980 Bab I Pasal 2, ayat 1 mengkalisikasikan kebakaran menjadi 4 yaitu katagori A,B,C,D.

Klasifikasi tersebut adalah sebagai berikut :

1. Kebakaran Kelas A

Kebakaran kelas A merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan oleh bahan-bahan padat non-logam seperti kertas, plastik, kain, kayu, karet, dan lain sebagainya.

Jenis alat pemadam ringan yang cocok untuk memadamkan kebakaran kelas A adalah APAR jenis cairan (water), APAR jenis busa (foam) dan APAR jenis tepung kimia (dry powder).

2. Kebakaran Kelas B

Kebakaran kelas B merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan oleh bahan-bahan cair yang mudah terbakar, seperti minyak (bensin, solar, oli), alkohol, cat, solvent, methanol, dan lain sebagainya.

Jenis alat pemadam ringan yang cocok untuk memadamkan kebakaran kelas B adalah APAR jenis karbon diokside (CO2), APAR jenis busa (foam) dan APAR jenis tepung kimia (dry powder).

Baca Juga: Mata Buram, Yuk Cari Tahu Gejala, Penyabab, dan Cara Mencegah Moms!

3. Kebakaran Kelas C

Kebakaran kelas C merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan oleh instalasi listrik yang bertegangan.

Jenis alat pemadam ringan yang cocok untuk memadamkan kebakaran kelas C adalah APAR jenis karbon diokside (CO2) dan APAR jenis tepung kimia (Dry Powder).

4. Kebakaran Kelas D

Kebakaran Kelas D merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan oleh bahan-bahan logam yang mudah terbakar seperti sodium, magnesium, aluminium, lithium, dan kalium.

Kebakaran jenis ini perlu APAR khusus dalam memadamkannya.

Baca Juga: Kabar Baik Moms! Vaksin COVID-19 Anak Usia 5-11 Tahun Ready Awal Tahun 2022!

Nah, itu dia Moms jenis alat pemadam ringan hingga klasifikasi kebakaran. Jadi, jangan salah menggunakannya ya!

  • https://www.safelincs.co.uk/fire-extinguisher-types/#:~:text=The%20six%20main%20fire%20extinguisher,suitable%20for%20different%20fire%20classes.
  • https://www.ifsecglobal.com/global/choose-right-type-fire-extinguisher/
  • https://toolsfortransformation.net/wp-content/uploads/2017/05/Per-Men-Naker-No.4-thn-1980-ttg-Syarat2-pemasangan-_-pemeliharaan-APAR_E.pdf
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait