21 Juni 2022

Mengenal Pyrophobia, Perasaan Takut Api Secara Berlebihan

Perawatan yang tepat dapat membantu mengelola gejala pyrophobia

Pyrophobia adalah salah satu dari banyak fobia yang spesifik dan menjadi pemicu gangguan kecemasan.

Seseorang dengan fobia memiliki ketakutan yang berlebihan dan irasional.

Untuk kasus pyrophobia, seseorang mungkin merasa sangat cemas atau panik saat memikirkan, membicarakan, atau berada di sekitar api.

Memang, api bisa berbahaya sehingga wajar bila merasa waspada dan takut dengan api.

Namun, hanya karena Moms takut rumah bisa terbakar, bukan berarti Moms mengidap pyrophobia.

Seseorang dengan pyrophobia tidak dapat mentolerir bahkan api kecil yang sebenarnya masih aman.

Orang dengan fobia ini sering menunjukkan gejala fisik, seperti pusing, ketika menghadapi api.

Baca Juga: Venustraphobia, Fobia Saat Berhadapan dengan Wanita Cantik

Gejala Pyrophobia

gejala Pyrophobia
Foto: gejala Pyrophobia (https://www.deviantart.com/kittycomics/art/Jeff-s-Fear-Pyrophobia-842744793)

Foto: Gejala Pyrophobia (deviantart.com)

Meskipun ada kekurangan penelitian atau definisi ilmiah tentang bagaimana pyrophobia muncul secara khusus, penelitian Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5) memberikan informasi tentang karakteristik fobia ini.

DSM-5 mencantumkan kriteria untuk mendiagnosis fobia tertentu termasuk pyrophobia.

Dikutip dari Healthline, gejala fobia spesifik ini dapat bersifat psikologis dan fisik.

1. Gejala Psikologis Pyrophobia

Gejala psikologis pyrophobia adalah perasaan takut irasional tersebut adalah perasaan khawatir terhadap sedikit atau tidak adanya bahaya nyata dalam situasi mereka saat ini.

Beberapa gejala tersebut yaitu:

  • Ketakutan akan api tidak rasional atau terus-menerus.
  • Menghindari api.
  • Khawatir secara berlebih.
  • Kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari.

2. Gejala Fisik Pyrophobia

Banyak gejala fisik pyrophobia yang mirip dengan respons ‘lawan atau lari’.

Ini adalah cara bagaimana tubuh merespons situasi yang mengancam atau stres.

Saat berada di sekitar api, seseorang dengan pyrophobia parah mungkin mengalami:

  • Merasa pusing atau mual jika kontak dekat dengan api (lilin atau kompor gas).
  • Ingin melarikan diri.
  • Sesak napas
  • Tangan dingin dan berkeringat.
  • Mulut kering.
  • Merasa lemah.
  • Jantung berdegup kencang dan gemetar.

Baca Juga: Segala Hal yang Perlu Moms Ketahui tentang Cynophobia, Fobia Terhadap Anjing

Penyebab Pyrophobia

Penyebab Pyrophobia
Foto: Penyebab Pyrophobia (https://www.deviantart.com/kittycomics/art/Jeff-s-Fear-Pyrophobia-842744793)

Foto: Penyebab Pyrophobia (flickr.com)

Ada banyak jenis fobia spesifik, tetapi sedikit yang diketahui tentang apa yang menyebabkannya.

Beberapa penyebab pyrophobia mungkin termasuk satu atau kombinasi dari berikut ini.

1. Pengalaman Negatif

Seseorang dengan pyrophobia mungkin memiliki pengalaman buruk di sekitar api.

Misalnya pernah terbakar, terperangkap dalam api, atau kehilangan sesuatu (seperti rumah) karena kebakaran.

2. Genetika, perilaku yang dipelajari, atau keduanya

Satu penelitian baru-baru ini menemukan bahwa anak-anak dari orang tua dengan gangguan kecemasan lebih cenderung memiliki masalah yang sama.

Ini berbanding daripada anak-anak yang orang tuanya tidak memilikinya.

Meskipun fobia spesifik tampaknya diturunkan dalam keluarga, tidak jelas apakah kondisi ini diturunkan atau tidak.

Sebagai contoh, jika seseorang yang dekat dengan Moms, seperti orang tua atau suami, memiliki rasa takut yang kuat terhadap api, Moms mungkin juga belajar untuk takut pada api.

3. Fungsi Otak

Kita semua merasakan dan memproses rasa takut secara berbeda. Beberapa orang mungkin cenderung lebih cemas daripada yang lain.

Lingkungan juga dapat berkontribusi terhadap pyrophobia.

Paparan lingkungan atau pengalaman traumatis kemudian juga dapat berkontribusi pada timbulnya kondisi tersebut.

Baca Juga: Mysophobia, Fobia Terhadap Kuman dan Bakteri yang Kotor

Diagnosa dan Dampak Pyrophobia

Diagnosis pyrophobia
Foto: Diagnosis pyrophobia (https://www.dreamstime.com/illustration/acrophobia.html)

Foto: Diagnosa Pyrophobia (dreamstime.com)

Pyrophobia mungkin hanya ketidaknyamanan yang Moms temukan cara untuk mengatasinya.

Misalnya, Moms dapat memilih untuk menghindari acara yang melibatkan kembang api atau api unggun.

Jika ketakutan Moms terhadap api begitu parah sehingga mempengaruhi kehidupan atau aktivitas sehari-hari, bicarakan dengan psikolog.

Psikolog mungkin membantu Moms untuk menilai kondisi dan membuat rencana perawatan.

Bagian pertama dari proses diagnostik adalah wawancara.

Psikolog akan menanyakan tentang fobia dan gejala Moms serta mengambil riwayat medis dan psikiatri pribadi Moms.

Pemeriksaan bisa meliputi kriteria diagnostik DSM-5 yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association dan memberikan pedoman untuk mendiagnosis gangguan mental.

Pyrophobia sendiri juga dapat berdampak besar pada kehidupan sehari-hari Moms.

Seseorang dengan pyrophobia mungkin mengalami hal berikut:

  • Cemas ketika mencium bau asap dan terbakar.
  • Kerap memeriksa kompor dan listrik yang menyebabkan api.
  • Tidak mentolerir lilin dan api unggun.
  • Menghindari restoran dengan perapian terbuka.

Gejala tersebut dapat memiliki dampak yang terbatas pada hidup Moms, sehingga sulit untuk beraktifitas seperti biasanya dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti halnya semua fobia, pertimbangkan untuk berbicara dengan profesional kesehatan mental jika pyrophobia mulai membatasi aktivitas Moms.

Baca Juga: Kenali Claustrophobia atau Fobia akan Ruang Sempit dan Gelap

Perawatan Pyrophobia

Perawatan Pyrophobia
Foto: Perawatan Pyrophobia (https://www.klearminds.com/issues/phobia-treatment/)

Foto: Perawatan Pyrophobia (klearminds.com)

Ada beberapa pilihan pengobatan yang tersedia untuk orang-orang dengan fobia spesifik seperti pyrophobia.

1. Terapi Paparan

Terapi pemaparan membantu orang menghadapi ketakutan mereka.

Upaya ini menggunakan paparan bertahap dan berulang terhadap hal yang Moms takuti untuk membantu belajar mengelola perasaan, kecemasan, atau kepanikan Moms.

Jika Moms menderita pyrophobia, perkembangan terapi eksposur mungkin seperti ini:

  • Berpikir atau berbicara tentang api.
  • Melihat gambar atau video kebakaran.
  • Berada di sekitar api dari kejauhan.
  • Semakin dekat atau berdiri di samping api.

Ada beberapa variasi terapi eksposur.

Jenis terapi eksposur lainnya adalah flooding, yang menghadapkan Moms pada tugas yang paling sulit terlebih dahulu.

2. Terapi Perilaku Kognitif (CBT)

Terapi perilaku kognitif sering digunakan bersamaan dengan terapi pemaparan.

Ini melibatkan bekerja dengan terapis untuk mempelajari strategi dalam membantu Moms mengelola ketakutan dan kecemasan.

Moms perlu mendiskusikan ketakutan dan perasaan dengan terapis yang akan membantu memahami bagaimana pola pikir ini berkontribusi pada gejala kecemasan.

Kemudian, Moms dan terapis akan bekerja sama untuk mengubah pola pikir ini untuk mengurangi atau menghilangkan gejala.

Selama perawatan, terapis akan memperkuat gagasan bahwa objek ketakutan tidak menimbulkan bahaya.

Moms juga dapat mempelajari strategi untuk tetap tenang saat menghadapi api.

Contohnya termasuk teknik relaksasi dan kontrol pernapasan.

3. Obat-obatan

Dalam banyak kasus, terapi pemaparan dan CBT dapat secara efektif mengobati fobia.

Namun, terkadang obat-obatan dapat digunakan untuk membantu mengurangi gejala kecemasan termasuk pada pyrophobia.

Beberapa contoh obat yang mungkin diresepkan dokter untuk tujuan ini meliputi:

  • Benzodiazepin: Ini adalah obat penenang yang dapat membuat rileks. Mereka biasanya digunakan dalam jangka pendek karena dapat membuat ketagihan.
  • Antidepresan: Beberapa antidepresan juga efektif dalam mengobati kecemasan. Mereka mengubah cara otak menggunakan bahan kimia tertentu yang mempengaruhi suasana hati
  • Beta-blocker: Obat ini digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, tetapi mereka juga dapat meredakan gejala kecemasan seperti detak jantung yang cepat atau gemetar.

Baca Juga: Trypophobia: Gejala, Penyebab dan Cara Menangani Fobia Lubang Kecil

Itulah beberapa hal tentang Pyrophobia atau fobia spesifik yang ditandai dengan rasa takut akan api.

Orang dengan fobia spesifik merasakan tingkat kecemasan yang ekstrem dan irasional tentang hal-hal yang tidak menimbulkan bahaya nyata.

Beberapa orang mungkin melihat pyrophobia mereka hanya sebagai ketidaknyamanan.

Namun, orang lain mungkin mengalami ketakutan atau panik yang memengaruhi kegiatan sehari-hari mereka.

  • https://www.verywellmind.com/what-is-the-fear-of-fire-2671887
  • https://www.healthline.com/health/anxiety/pyrophobia#outlook

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.