Kesehatan

30 Agustus 2021

Trypophobia: Gejala, Penyebab dan Cara Menangani Fobia Lubang Kecil

Menimbulkan rasa jijik dan tidak nyaman
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Meiskhe
Disunting oleh Karla Farhana

Apakah Moms termasuk yang tidak nyaman dan jijik melihat lubang-lubang kecil pada sarang lebah? Jika iya, kemungkinan Moms mengidap trypophobia, sebuah fobia terhadap kumpulan lubang-lubang kecil.

Seperti diketahui, fobia merupakan ketakutan luar biasa yang berlebihan dan tidak masuk akal terhadap situasi atau objek tertentu. Ada yang fobia terhadap darah, naik pesawat, hewan tertentu seperti laba-laba, anjing, ular, hingga fobia jatuh cinta.

Khusus untuk trypophobia, pengidapnya takut melihat melihat banyak lubang, bintik-bintik ataupun titik yang berkumpul. Tidak hanya kumpulan lubang saja, tetapi juga berlaku pada pola lain yang repetitif.

Apa Itu Trypophobia?

Segera Konsultasi Dokter Jika Muncul Tanda-Tanda Menstruasi Ini.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Baca Juga: Mengenal Keadaan Parestesia (Kesemutan), Penyebab, Gejala, dan Diagnosanya

Istilah trypophobia berasal dari bahasa Yunani yakni “trypta,” yang berarti lubang, dan “phobos,” yang berarti ketakutan. Meski belum menjadi diagnosa kesehatan yang resmi, namun istilah ini sangat populer di media sosial.

Bahkan di Facebook terdapat support group bernama Trypophobia: Fear of Clusters of Holes yang beranggotakan 14.317 orang dari seluruh dunia yang hidup dengan trypophobia.

Gejala Trypophobia

trypophobia

Foto: Simplemost.com

Sama halnya dengan jenis fobia lainnya, orang dengan trypophobia memiliki gejala seperti ketakutan yang parah, mual, gatal, berkeringat, gemetar, dan bahkan serangan panik, ketika melihat objek berupa kumpulan bintik-bintik atau pola lain yang banyak dan repetitif.

Gejala trypophobia ini dibagi atas tiga kategori, yakni:

  1. reaksi terkait kognitif, seperti kegelisahan, kecemasan, ketidakberdayaan, jijik, atau ketakutan,
  2. reaksi terkait kulit, seperti merinding, gatal, atau merasa bulu kuduk berdiri,
  3. reaksi fisiologis, seperti pusing, gemetar, sesak napas, berkeringat, detak jantung berpacu, sakit kepala, mual, atau muntah.

Selain mengalami gejala seperti rasa takut dan jijik, pengidap trypophobia juga cenderung menghindari objek pemicu.

Misalnya saja, mereka menghindari untuk mengonsumsi makanan tertentu, seperti stroberi, juga menghindari ruangan dengan wallpaper bertitik .

Adapun objek yang menjadi pemicu atau trigger seseorang mengalami trypophobia antara lain:

  • spons
  • gelembung sabun
  • sarang madu
  • folikel rambut
  • pori-pori kulit
  • stroberi
  • karang
  • buah delima
  • buah blewah
  • hewan seperti serangga, amfibi dan hewan lain yang memiliki kulit atau bulu berbintik
  • gambar pola-pola atau lubang-lubang kecil yang saling berdekatan

Penyebab Trypophobia

trypophobia

Foto: Apost.com

Baca Juga: 4 Efek Fobia pada Kepribadian dan Emosi Seseorang

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab trypophobia, yaitu:

1. Rasa Takut Berlebihan akan Sesuatu

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cognition and Emotion, trypophobia muncul akibat adanya rasa takut atau cemas berlebihan yang terjadi secara perlahan.

Hal ini dipicu karena merasa takut mengalami penyakit menular seperti seperti cacar, campak, rubella, tifus dan demam berdara, yang dapat menyebabkan bintik-bintik pada kulit.

Jika pada umumnya fobia memiliki gejala utama berupa rasa takut, berbeda dengan trypophobia yang lebih merasa jijik, ketimbang takut ketika melihat objek tertentu.

2. Membayangkan Hewan Berbahaya

Umumnya pola bintik-bintik atau kumpulan lubang-lubang kecil kerap dijumpai pada permukaan kulit dan bulu hewan berbisa.

Orang dengan trypophobia kemungkinan mengalami rasa takut karena membayangkan pola ini berhubungan dengan binatang berbisa tersebut.

Teori ini semakin diperkuat dengan hasil penelitian dalam jurnal Trypophobia: The fear of holes pada tahun 2013. Di mana, orang dengan trypophobia merespons rangsangan tertentu dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki kondisi tersebut.

Saat melihat sarang lebah misalnya, orang non-trypophobia mengaitkannya dengan madu atau lebah. Sementara mereka dengan kondisi ini secara tidak sadar membayangkan hewan berbisa seperti ular derik, sehingga menyebabkan rasa takut dan jijik.

3. Respon Visual yang Alami

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Is Trypophobia a Phobia? menyebutkan bahwa rasa takut atau ketidaknyamanan ketika melihat pola tertentu, sebenarnya disebabkan oleh karakteristik pola visual itu sendiri. Dan, sama sekali tidak berkaitan dengan dengan hewan berbahaya.

Dengan adanya hasil penelitian tersebut, orang-orang menjadi semakin mempertanyakan apakah trypophobia sebenarnya adalah fobia, atau sekadar respons alami terhadap jenis rangsangan visual tertentu.

4. Gangguan Lain

Trypophobia juga dikaitkan dengan gangguan mental. Disebutkan bahwa orang dengan trypophobia lebih mungkin untuk mengalami gejala kecemasan dan depresi.

Gejala trypophobia yang terjadi secara persisten atau terus-menerus dapat mengganggu kehidupan normal sehari-hari.

Cara Menangani Trypophobia

iritasi-konsultasi dokter.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Baca Juga: Mengenal Terapi Oksigen, Manfaat, dan Risikonya Bagi Tubuh

Meskipun belum ada perawatan khusus dalam menangani trypophobia, namun kondisi ini dapat diobati dengan treatment fobia secara umum, di antaranya:

1. Mengubah Hidup Jadi Lebih Sehat

Perawatan trypophobia bisa dilakukan dengan memodifikasi gaya hidup menjadi lebih sehat. Misalnya rajin berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, tidur yang cukup, menghindari kafein, meditasi dan banyak berkegiatan di luar rumah.

2. Terapi Perilaku

Perawatan untuk fobia biasanya dilakukan dengan terapi perilaku atau dikenal dengan istilah Cognitive Behavioral Therapy (CBT).

Orang yang memiliki fobia didasari oleh pikiran negatif bahwa objek tertentu berbahaya atau mengancam mereka. Pola pikir ini akan diubah secara bertahap dalam proses terapi.

Dengan perubahan pola pikir, akan turut memengaruhi perilaku sehingga mengurangi gejala ketakutan seiring waktu.

3. Terlibat dalam Komunitas

Berada dalam kelompok atau komunitas bersama dengan orang-orang yang mengalami kondisi yang akan sangat membantu. Lewat support group, Moms dapat saling berbagi dan menemukan solusi dalam mengatasi fobia yang dialami.

4. Terapi Visual dan Relaksasi

Melatih visual dan relaksasi juga dapat menjadi alternatif cara untuk mengatasi fobia ini. Teknik visualisasi dilakukan dengan meminta pengidap trypophobia untuk membayangkan gambar atau situasi yang menenangkan, setiap kali mereka melihat objek berupa lubang-lubang kecil atau pola lainnya.

5. Mengonsumsi Obat-Obatan

Dokter juga mungkin akan meresepkan obat antidepresan bagi mereka yang mengalami gejala parah seperti kecemasan atau depresi.

Namun, patut diingat bahwa mengonsumsi obat-obatan ini tidak boleh sembarangan, melainkan sesuai petunjuk dan telah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Baca Juga: Perhatikan dengan Saksama, Ini 7+ Tanda Gangguan Kesehatan Mental pada Anak

Demikian gejala, penyebab dan cara menangani trypophobia. Apabila Moms mengalami kondisi ini, yuk segera berkonsultasi dengan ahli, agar tidak semakin memperparah gejalanya dan segera mendapatkan perawatan yang tepat ya!

  • https://www.healthline.com/health/phobophobia#treatment
  • https://www.verywellmind.com/trypophobia-4687678#citation-12
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/320512#symptoms
  • https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/0033294116687298
  • https://www.researchgate.net/publication/295615385_Trypophobia_The_fear_of_holes
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait