09 April 2023

Mengenal Claustrophobia, Fobia Ruang Sempit dan Gelap

Takut berlebih jika berada di dalam lift? Bisa jadi Moms menderita claustrophobia

Apakah Moms pernah mendengar tentang claustrophobia?

Kondisi ini adalah rasa takut yang tidak beralasan terhadap kondisi ruangan sempit (terbatas).

Selain takut akan ruang sempit, penderita jenis fobia tersebut juga umumnya merasa takut akan kegelapan.

Sama seperti fobia lainnya, ketika dihadapkan dengan sumber ketakutannya, para pemilik claustrophobia akan mengalami reaksi kecemasan ringan hingga parah.

Serangan panik akan berbeda-beda, tergantung tingkat keparahan dari fobia yang diderita.

Yuk, Moms, cari tahu selengkapnya tentang jenis fobia yang satu ini!

Baca Juga: Mengenal Tokophobia, Ketakutan Berlebih terhadap Hamil dan Melahirkan

Gejala Claustrophobia

Gejala Claustrophobia
Foto: Gejala Claustrophobia (Orami Photo Stock)

Seseorang yang menderita Claustrophobia akan mengalami beberapa gejala ketika dihadapkan dengan sumber ketakutannya.

Gejala claustrophobia terbilang cukup bervariasi, tergantung pada tingkat keparahannya.

Namun, hal yang dapat dipahami, jenis fobia ini memiliki gejala yang hampir sama dengan serangan panik.

Melansir Healthline, beberapa gejala claustrophobia adalah sebagai berikut:

  • Berkeringat
  • Gemetaran
  • Napas yang terbilang cukup panas
  • Merasakan ketakutan atau kepanikan yang intens
  • Menjadi cemas
  • Sesak napas
  • Hiperventilasi
  • Peningkatan denyut jantung
  • Nyeri dada
  • Mual
  • Merasa pusing ingin pingsan
  • Merasa bingung atau disorientasi

Perlu diperhatikan, tak semua gejala dari fobia tersebut datang secara bersamaan.

Umumnya, pengidap claustrophobia mulai merasakan satu gejala yang akan diikuti gejala lainnya.

Baca Juga: Perbedaan Serangan Panik dan Serangan Cemas

Penyebab Claustrophobia

Penyebab Claustrophobia
Foto: Penyebab Claustrophobia (Health.usnews.com)

Belum ada penelitian yang menyatakan faktor mutlak penyebab hadirnya fobia ruang sempit dalam diri seseorang.

Namun, banyak yang berspekulasi bahwa hal itu mungkin berakar pada pengalaman masa kecil yang buruk.

Tak hanya berdasarkan satu pengalaman saja, berikut ini pengalaman masa kecil yang mungkin bisa menjadi penyebab hadirnya claustrophobia:

  • Terjebak atau berada di tempat terbatas, secara tidak sengaja atau sengaja.
  • Dilecehkan atau diintimidasi saat masih kecil.
  • Berpisah dari orang tua atau teman saat berada di area yang ramai.

Ternyata, selain memiliki pengalaman buruk di masa kecil, kondisi ini juga bisa disebabkan karena keturunan, Moms.

Jadi, jika seseorang memiliki orang tua dengan fobia terhadap ruangan sempit, ada kemungkinan sang anak juga juga mengidap hal yang sama.

Baca Juga: Benarkah Penderita Diabetes Lebih Rentan Mengalami Gangguan Kecemasan?

Diagnosis Claustrophobia

Diagnosis Dokter
Foto: Diagnosis Dokter (Freepik.com/@jcomp)

Jika mengalami claustrophobia, Moms mungkin akan merasa takut pada ruang tertutup dan menghadapi ruang sempit (terbatas).

Umumnya untuk mendiagnosis kondisi ini penyedia layanan kesehatan akan memastikan ketakutan dengan melihat dari kondisi medis atau gangguan kejiwaan.

Dengan begitu, dokter mungkin akan memberi kuesioner untuk diisi atau menanyakan secara langsung ketakutan yang Moms rasakan.

Beberapa pertanyaan yang umum dilontarkan adalah bagaimana claustrophobia memengaruhi kehidupan sehari-hari, seberapa kuat rasa takut dan seberapa sering merasakannya.

Selain itu, dokter juga menanyakan pertanyaan lain tentang diri Moms, termasuk perubahan hidup baru-baru ini, stres, dan obat atau suplemen apa pun.

Dokter dapat membuat diagnosis claustrophobia jika Moms memiliki beberapa hal, seperti:

  • Ketakutan akan ruang tertutup sangat kuat dan telah ada selama enam bulan atau lebih.
  • Ketakutan atau kecemasan tentang situasi atau objek tertentu, seperti ruang tertutup seperti lift atau mobil kecil.
  • Ketakutan dan kecemasan hampir selalu terjadi segera setelah menghadapi ketakutan spesifik atau memikirkan situasi yang ditakuti.
  • Menghindari situasi yang ditakuti atau menanggungnya dengan ketakutan atau kecemasan yang intens.
  • Ketakutan tidak sebanding dengan bahaya yang sebenarnya.
  • Ketakutan menyebabkan mengalami kesulitan yang signifikan atau secara signifikan menghambat kemampuan untuk berfungsi.

Baca Juga: Fobia Ketinggian, Bisakah Diatasi?

Pemicu Kecemasan pada Penderita Claustrophobia

Fobia
Foto: Fobia (Freepik.com/@karlyukav)

Terdapat banyak situasi dan kejadian yang dapat memicu kambuhnya claustrophobia.

Namun sesuai dengan penjelasannya, pemicu terbesar jenis fobia ini adalah situasi yang menghadapkan penderitanya dengan ruang sempit dan gelap.

Melansir dari WebMD, berikut ini pemicu umum kambuhnya claustrophobia:

  • Berada di lift.
  • Berada di terowongan.
  • Berada di toilet umum.
  • Berada di mobil dengan penguncian sentral.
  • Berada di ruang ganti toko.
  • Berada di kamar hotel dengan jendela tertutup.
  • Berada di pesawat terbang.

Baca juga: Panic Disorder atau Gangguan Panik: Gejala dan Penyebabnya

Cara Mengatasi Claustrophobia

Terapi
Foto: Terapi (Freepik.com/Shurkin_son)

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan guna mengatasi claustrophobia.

Setiap pengobatan akan berfokus untuk mengurangi frekuensi dan potensi pemicu reaksi ketakutan.

Setelah diagnosis, psikolog dapat merekomendasikan satu atau lebih pilihan pengobatan, seperti:

1. Terapi Perilaku Kognitif

Tujuannya adalah untuk melatih kembali pikiran pasien.

Hal ini dilakukan guna pasien tidak lagi merasa terancam oleh tempat yang mereka takuti.

Ini mungkin melibatkan pasien untuk masuk ke ruang kecil dan membantu mereka mengatasi ketakutan dan kecemasan mereka sendiri.

2. Mengamati Orang Lain

Melihat orang lain berinteraksi dengan sumber ketakutan dapat meyakinkan pasien claustrophobia bangkit melawan rasa takutnya.

3. Terapi Obat

Penderita fobia ini mungkin dapat mengandalkan antidepresan dan relaksan untuk membantu mengelola gejala.

Namun perlu diingat bahwa mereka tidak akan menyelesaikan masalah yang mendasarinya.

4. Latihan Relaksasi dan Visualisasi

Dengan cara menarik napas dalam-dalam, bermeditasi, dan melakukan latihan relaksasi otot dapat membantu mengatasi pikiran negatif dan kecemasan.

Baca Juga: Kenali 6 Tipe Gangguan Kecemasan pada Anak

5. Pengobatan Alternatif atau Pelengkap

Beberapa suplemen dan produk alami dapat membantu pasien mengatasi kepanikan dan kecemasan.

Beberapa minyak penenang tersedia untuk dibeli secara online, seperti minyak lavender.

Perawatan sering berlangsung sekitar 10 minggu, dengan sesi 2 kali seminggu.

Dengan pengobatan yang tepat, sangat mungkin seseorang bisa mengatasi claustrophobia yang ia alami.

Selain itu, ada juga beberapa kiat untuk mengatasi ketakutan ini. Beberapa strategi yang dapat membantu meredakan kecemasan berlebih di ruang sempit meliputi:

  • Tetap diam jika serangan terjadi.
  • Mengingatkan diri sendiri bahwa pikiran dan perasaan yang menakutkan akan berlalu.
  • Mencoba untuk fokus pada sesuatu yang tidak mengancam.
  • Bernapas perlahan dan dalam, menghitung sampai 3 pada setiap tarikan napas.
  • Menantang rasa takut dengan mengingatkan diri sendiri bahwa itu tidak nyata.
  • Memvisualisasikan hasil dan gambar yang positif.

Sementara itu, strategi jangka panjang sebagai cara meredakan kecemasan karena fobia ini antara lain:

  • Mengikuti kelas yoga.
  • Menjalankan program olahraga.
  • Melakukan sesi pijat aromaterapi.

Baca Juga: Venustraphobia, Fobia Saat Berhadapan dengan Wanita Cantik

Menghindari Pemicu Bukan Solusi Efektif

Perempuan Cemas
Foto: Perempuan Cemas (Freepik.com/cookie-studio)

Umumnya para pengidap claustrophobia akan menghindari ruang yang memicu kondisi munculnya rasa ketakutan tersebut.

Namun, mungkin cara tersebut bukan solusi jangka panjang yang baik.

Karena Moms mungkin akan berada dalam situasi yang menakutkan dan tidak dapat dihindari.

Untuk itu, segeralah minta bantuan profesional untuk mengatasi rasa ketakutan ini, ya Moms!

Baca Juga: 4 Efek Fobia pada Kepribadian dan Emosi Seseorang

Nah, itu tadi penjelasan secara rinci mengenai claustrophobia, mulai dari gejala, penyebab, faktor pemicu kecemasan muncul, hingga cara mengatasi.

Apakah Moms termasuk salah satu orang yang mengalami kondisi ini?

  • https://doi.org/10.1016/j.cognition.2011.02.009
  • http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1440-1819.2009.01960.x/abstract
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542327/
  • https://www.verywellmind.com/claustrophobia-2671681
  • https://www.healthline.com/health/claustrophobia
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/37062#causes
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/claustrophobia
  • https://www.nhs.uk/mental-health/conditions/claustrophobia/#:~:text=Claustrophobia%20is%20the%20irrational%20fear%20of%20confined%20spaces.&text=Some%20people%20with%20claustrophobia%20experience,or%20fear%20of%20losing%20control.
  • https://www.webmd.com/anxiety-panic/claustrophobia-overview

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb