22 Mei 2022

Segala Hal yang Perlu Moms Ketahui tentang Cynophobia, Fobia Terhadap Anjing

Berikut ciri-ciri, penyebab, dan cara mengatasi cynophobia

Cynophobia merupakan jenis phobia atau rasa takut berlebihan terhadap anjing. Cynophobia berasal dari kata Yunani yang berarti “anjing” (cyno) dan “ketakutan” (phobia).

Seseorang yang mengalami cynophobia biasanya akan memiliki rasa takut yang tidak rasional terhadap anjing dan hal ini terjadi secara terus-menerus.

Rasa takut yang dimaksud tidak hanya meliputi ketidaknyamanan saat mendengar gonggongan atau berada di sekitar anjing.

Sebaliknya, ketakutan ini dapat mengganggu kehidupan sehari-hari dan memicu sejumlah gejala, seperti kesulitan bernapas atau pusing.

Berikut beberapa gejala, penyebab, dan cara mengatasi fobia terhadap anjing yang perlu Moms ketahui.

Baca Juga: Trypophobia: Gejala, Penyebab dan Cara Menangani Fobia Lubang Kecil

Gejala Cynophobia

gejala fobia anjing
Foto: gejala fobia anjing

Foto: Orami Photo Stock

Cynophobia dan fobia lain yang berhubungan dengan hewan sering didiagnosis melalui penggunaan kuesioner dan wawancara klinis.

Misalnya, satu kuesioner fobia ular menyajikan satu set 12 pernyataan tentang reaksi Moms terhadap ular dan meminta Moms untuk setuju atau tidak setuju dengan setiap pernyataan.

Layaknya hal tersebut, dokter akan mengevaluasi perilaku dan respons emosional Moms terhadap anjing untuk mendiagnosis cynophobia.

Gejala fobia terhadap anjing ini mungkin termasuk salah satu dari beberapa hal di bawah ini:

  • Berkeringat
  • Gemetaran
  • Sulit bernapas
  • Detak jantung cepat
  • Mual
  • Pusing
  • Perasaan bahaya
  • Takut kehilangan kendali
  • Takut mati
  • Perasaan hal-hal yang tidak nyata
  • Serangan panik atau kecemasan
  • Merasa tidak berdaya atas ketakutan
  • Penghindaran atau kecemasan yang berlebihan‌

Jika Moms memiliki gejala-gejala di atas yang sehubungan dengan anjing dan telah terjadi dalam waktu yang lama, Moms mungkin perlu berbicara dengan dokter atau terapis berlisensi untuk mengatasinya.

Anak-anak juga mungkin memiliki gejala yang spesifik. Saat terpapar pada hal yang ditakuti anak, mereka biasanya mungkin:

  • Mengamuk
  • Berpegang kuat pada pengasuh mereka
  • Menangis

Misalnya, seorang anak mungkin menolak untuk meninggalkan sisi pengasuhnya saat ada anjing di sekitarnya.

Baca Juga: Mengenal Philophobia alias Fobia Jatuh Cinta: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi

Penyebab Cynophobia

penyebab fobia terhadap anjing
Foto: penyebab fobia terhadap anjing

Foto: Orami Photo Stock

Fobia spesifik, seperti cynophobia ini sering muncul di masa kanak-kanak, tetapi orang dewasa juga dapat mengalaminya.

Tidak ada yang tahu persis apa yang membuat seseorang mengembangkan fobia tertentu. Namun, beberapa faktor berikut bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Pengalaman Traumatis

Seseorang mungkin takut pada anjing karena pernah diserang. Hal inilah yang membuat ia terus membayangkan diserang anjing ketika melihatnya.

Kecenderungan Keluarga

Baik genetika atau lingkungan dapat berperan dalam perkembangan fobia. Jika seseorang dalam keluarga Moms memiliki fobia, kemungkinan besar Moms juga akan mengalaminya.

Perubahan Fungsi Otak

Beberapa orang tampaknya mengembangkan fobia sebagai akibat dari gangguan neurologis atau trauma fisik.

Usia

Fobia mempengaruhi anak-anak dan orang dewasa. Dalam beberapa kasus, fobia spesifik mungkin pertama kali muncul pada usia 10 tahun.

Watak

Moms mungkin berisiko lebih tinggi terkena fobia jika memiliki temperamen yang lebih sensitif.

Informasi

Seseorang mungkin lebih berisiko terkena cynophobia jika mereka pernah mendengar hal-hal negatif tentang berada di sekitar anjing.

Misalnya, saat membaca tentang serangan anjing, Moms mungkin mengembangkan fobia terhadap anjing sebagai tanggapan.

Baca Juga: Mengenal Thalassophobia, Ketakutan Terhadap Laut yang Tidak Wajar

Cara Mengatasi Cynophobia

Apabila Moms memiliki salah satu gejala fobia terhadap anjing dan dokter atau terapis telah mendiagnosisnya, berikut beberapa cara yang biasanya dilakukan untuk mengatasinya cynophobia.

1. Terapi Paparan

psikoterapi
Foto: psikoterapi (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Perawatan yang paling umum untuk fobia spesifik adalah terapi paparan atau yang disebut juga dengan desensitisasi.

Secara sederhana, orang yang menjalani terapi eksposur atau paparan akan berlatih berinteraksi dengan objek yang mereka takuti.

Untuk mengobati cynophobia, beberapa terapis menyarankan agar Moms meningkatkan kedekatan dan lamanya paparan secara bertahap.

Moms bisa memulainya dengan menonton program yang menampilkan anjing atau menonton anjing dari kejauhan.

Lama-lama Moms akan diminta menghabiskan waktu dengan anjing secara langsung.‌

Bentuk lain dari terapi pemaparan dengan beberapa keberhasilan yang telah terbukti disebut paparan imajinal aktif.

Dalam gaya perawatan ini, Moms akan membayangkan berinteraksi dengan anjing secara jelas dan berlatih menggunakan teknik tertentu untuk mengelola perasaan sebagai tanggapan.‌

Baru-baru ini, banyak terapis telah sukses dengan paparan realitas virtual yang menurut Journal of Behavior Research and Therapy dinamakan Active Imaginal Exposure.

Baca Juga: Anak Takut Naik Pesawat, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Elemen suara dan penglihatan digabungkan dalam pengalaman realitas virtual.

Hal ini membuat orang tersebut berlatih berada di sekitar anjing di lingkungan yang aman dan terkendali.

Sebuah penelitian dalam Journal of Behaviour Research and Therapy yang dilakukan pada tahun 2003 menunjukkan bahwa 82 orang dengan cynophobia menjalani terapi paparan in vivo atau imaginal.

Beberapa orang diminta untuk menghadiri terapi di mana mereka berinteraksi dengan anjing yang diikat, sementara yang lain diminta untuk membayangkan melakukan tugas yang berbeda dengan anjing sambil memerankan mereka.

Semua orang menunjukkan peningkatan yang signifikan setelah paparan, baik nyata atau imajiner.

Tingkat perbaikan untuk terapi paparan secara in vivo mencapai 73,1 persen. Sementara tingkat perbaikan untuk terapi imajiner aktif adalah 62,1 persen.

2. Terapi Perilaku Kognitif (CBT)

Terapi perilaku kognitif (CBT) bisa sangat efektif dalam mengobati fobia tertentu.

Melansir laman HelpGuide, beberapa orang melaporkan hasil yang baik usai melakukan terapi perilaku kognitif hanya dalam 1-4 sesi dengan terapis.

Jenis terapi ini umumnya juga termasuk dalam terapi eksposur/paparan. Selain itu, terapi ini akan menekankan pembelajaran untuk melatih ulang otak dan membingkai ulang pengalaman negatif.

Tujuan terapi perilaku kognitif adalah untuk mengembangkan rasa kontrol atas pikiran dan emosi.

Terapi juga bertujuan untuk membantu Moms dalam mendapatkan kepercayaan diri serta melatih kemampuan untuk menangani situasi sulit.‌

3. Obat-obatan

obat-obatan untuk mengatasi fobia
Foto: obat-obatan untuk mengatasi fobia

Foto: Orami Photo Stock

Psikoterapi, seperti terapi paparan dan terapi kognitif yang telah disebutkan di atas umumnya efektif untuk mengobati fobia spesifik seperti cynophobia.

Namun, pada kasus yang lebih parah, obat-obatan adalah pilihan yang dapat digunakan bersama dengan terapi atau jangka pendek jika Moms berada pada situasi di mana Moms akan berada di sekitar anjing.

Jenis obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi fobia terhadap anjing mungkin termasuk:

  • Beta Blocker: adalah jenis obat yang menghalangi adrenalin dalam menyebabkan gejala seperti denyut nadi cepat, tekanan darah tinggi, atau gemetar.
  • Obat Penenang: obat-obatan ini bekerja untuk mengurangi kecemasan sehingga Moms dapat merasa lebih santai saat dalam situasi yang ditakuti.

Baca Juga: 5+ Cara Menghilangkan Astraphobia, Ketakutan Terhadap Suara Petir

Itu dia Moms informasi seputar fobia berlebihan terhadap anjing. Semoga informasinya dapat bermanfaat, ya.

  • https://www.webmd.com/anxiety-panic/what-is-cynophobia
  • https://www.healthline.com/health/cynophobia
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/14527532/
  • https://www.helpguide.org/articles/anxiety/phobias-and-irrational-fears.htm
  • https://labs.la.utexas.edu/telch/files/2015/02/Active-Imaginal.pdf

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.