Home & Living

24 Agustus 2021

Mengenal Berbagai Jenis Kelinci, Mulai dari Peliharaan Hingga Pedaging

Tak hanya bisa dipelihara, kelinci juga bisa diternakkan untuk diolah dagingnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Widya Citra Andini

Ada banyak jenis hewan peliharaan di rumah yang bisa menjadi pilihan. Bahkan beberapa jenis hewan peliharaan kerap dikaitkan juga dengan kepribadian pemiliknya. Selain kucing dan anjing, kelinci juga bisa dijadikan hewan peliharaan. Ada banyak jenis kelinci yang ada di pasaran, mulai dari yang bentuknya unik hingga warna bulu yang menarik.

Kelinci juga bisa dipelihara dengan baik dan sama menyenangkannya dengan anjing dan kucing.

Selain itu, mengutip artikel dari The Spruce Pets, siklus hidup kelinci biasanya berkisar antara 8 hingga 12 tahun.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk memeliharanya di rumah sebagai teman bermain anak, Moms harus bertekad dan berkomitmen kuat secara jangka panjang untuk merawatnya dengan baik.

Namun, tak hanya dijadikan hewan peliharaan, ada juga jenis kelinci pedaging yang bisa diperjualbelikan untuk dikonsumsi dagingnya.

Jenis kelinci ini memang khusus untuk dikonsumsi sehingga ia berbeda dengan jenis kelinci hias yang biasanya sering dipelihara di rumah.

Kelinci pedaging umumnya memiliki postur tubuh yang besar dan juga gempal sehingga ia dianggap lezat bagi mereka yang gemar konsumsi olahan daging kelinci.

Baca Juga: 3 Makanan Kelinci yang Bergizi, Bikin Usia Kelinci Lebih Panjang

Berbagai Jenis Kelinci Hias

Jika Moms sedang mencari jenis kelinci hias untuk dijadikan hewan peliharaan, Moms harus memastikan dahulu bahwa Moms memiliki waktu dan tenaga yang cukup untuk merawat kelinci.

Sebab, kelinci bukanlah hewan dengan pemeliharaan yang sederhana.

Mereka membutuhkan waktu, uang, dan perawatan yang sama seperti anjing dan kucing.

Moms harus menghabiskan setidaknya 3 jam sehari dengan kelinci di luar kandang.

Pasalnya, kelinci bisa merasa kesepian dan depresi jika tidak cukup berinteraksi dengan manusia.

Setelah siap memiliki kelinci, Moms bisa belajar merawatnya di rumah. Nah, berikut jenis kelinci hias yang paling sering dijadikan hewan peliharaan:

1. Kelinci Havana

Jenis Kelinci - Kelinci Havana

Foto: gerava.com

Ini adalah jenis kelinci hias yang mulai dikembangkan di Belanda pada tahun 1898.

Kemudian ia mulai dikenal di banyak negara Eropa pada tahun 1908 dan setelahnya ia dengan cepat menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Kelinci havana memiliki tubuh yang kecil dan pendek, tetapi bahunya berotot dan kekar.

Ia hanya memiliki satu warna saja di tubuhnya meskipun saat ini mulai banyak persilangan yang menghasilkan kelinci Havana dengan warna yang belang.

Ia juga ringan, dengan berat sekitar 2,75 kg saja. Kebanyakan warna bulu jenis kelinci hias ini adalah warna polos seperti coklat, hitam, dan biru.

Jenis kelinci hias ini memiliki bulu yang sangat lembut dan mengilap, sehingga Moms akan nyaman untuk menjadikannya sebagai hewan peliharaan.

Selain itu, temperamen kelinci ini juga lembut dan tenang sehingga aman untuk anak.

2. Kelinci Chinchilla

Jenis Kelinci - Kelinci Chinchilla

Foto: danusyakti.com

Ada juga jenis kelinci hias asal Amerika yakni kelinci Chinchilla. ia terdapat dua jenis yaitu Chinchilla raksasa dan Chincilla mini.

Giant Chinchilla atau Chinchilla raksasa adalah hasil persilangan antara Giant Flemish dengan Chinchilla biasa.

Tak hanya untuk dijadikan peliharaan, ia juga merupakan salah satu jenis kelinci pedaging.

Satu hal yang membuat kelinci ini sangat khas adalah warna abu-abu gelap dengan warna abu-abu mutiara dan hitam.

Ia juga memiliki ukuran tubuh yang bervariasi tergantung dengan jenisnya dan paling berat bisa mencapai 8 kg.

Jenis kelinci hias ini umumnya memiliki telinga yang panjang dengan ujung sedikit lancip.

Bentuk tubuh kelinci ini juga ramping dengan panggul yang melengkung dengan mata berwarna hitam yang sangat khas.

Baca Juga: Sebelum Memelihara, Ketahui 18 Cara Merawat Kelinci dengan Baik

3. Kelinci Hotot

Jenis Kelinci - Kelinci Hotot

Foto: dictio.id

Ini adalah jenis kelinci hias yang berasal dari Belanda. Kelinci ini memiliki tubuh yang kecil sehingga ia banyak digemari untuk dijadikan peliharaan.

Ciri-ciri fisik dari kelinci Hotot adalah bulu indah yang berwarna putih, dan pada daerah mata terdapat warna corak hitam yang khas.

Ada jenis warna lain dari kelinci ini yakni hitam dan abu-abu. Namun, jenis yang paling populer adalah yang berwarna putih. Bobotnya hanya sebesar 1,4-1,8 kg saja sehingga ia sangat ringan untuk digendong.

Karena tubuhnya kecil, kelinci Hotot gesit dan banyak bergerak. Oleh karena itu, Moms perlu berhati-hati dalam merawat kelinci ini karena jika tidak, ia bisa kabur dan sulit ditemukan.

4. Kelinci English Lop

Jenis Kelinci - Kelinci English Lop

Foto: grid.id

Ini adalah kelinci yang paling mudah dikenali berkat bentuk telinganya yang turun dan menggantung.

Jenis kelinci Lop ini berasal dari Inggris dan ia dapat tumbuh mencapai bobot 9 hingga 11 kg.

Moms cukup disarankan memelihara jenis kelinci hias ini karena ia ramah.

Sayangnya, ia mudah stres dan terserang penyakit apabila kondisi lingkungannya tidak sesuai.

Oleh karena itu, Moms dapat memberikan makanan dan vitamin tambahan yang cukup.

Selain itu, jika ia ditempatkan di kandang, pastikan untuk merawat kebersihannya agar tidak terserang penyakit.

Baca Juga: 5 Bahaya Bulu Kucing, Bisa Menyebabkan Toksoplasmosis!

Ini Jenis Kelinci Pedaging

Sementara itu, jika Moms bertujuan untuk memiliki peternakan kelinci, ada beberapa jenis kelinci pedaging yang paling sering direkomendasikan untuk dipelihara:

1. Kelinci New Zealand

Jenis Kelinci - Kelinci New Zealand

Foto: phoenixhillna.org

Ini adalah salah satu jenis kelinci pedaging terbaik yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia selain jenis kelinci lokal lainnya.

Kelinci ini juga sudah banyak sekali dibudidayakan karena banyaknya permintaan. Meski namanya kelinci New Zealand tetapi ia adalah kelinci yang berasal Amerika.

Ia adalah hasil dari persilangan antara Flemish Giant dan Belgian Hare yang mempunyai badan besar.

Ia juga mudah dirawat dan sangat cocok di lingkungan Indonesia. Jika dipelihara dengan baik, mereka bisa tumbuh mencapai bobot sekitar 6kg.

Biasanya warna bulu dari kelinci New Zealand ini adalah putih, hitam, ataupun sedikit abu-abu tanpa corak.

2. Kelinci Rambon

Jenis Kelinci - Kelinci Rambon

Foto: zonahewan.com

Jenis kelinci pedaging lainnya adalah kelinci Rambon yang merupakan persilangan antara jenis kelinci lokal dengan kelinci impor.

Jenis kelinci ini hampir sama dengan ukuran kelinci New Zealand, tetapi kelinci ini ukurannya lebih kecil sedikit dengan berat rata-rata hingga 3,5 kg.

Ciri dari kelinci jenis ini adalah bentuk tubuhnya yang terkesan panjang dan besar. Ia juga memiliki produktivitas yang tinggi sehingga cenderung lebih aktif.

3. Kelinci Flemish Giant

Jenis Kelinci - Kelinci Flemish Giant

Foto: liputan6.com

Ini adalah jenis kelinci pedaging unggulan yang berasal dari Eropa dan kini sudah banyak dibudidayakan di Indonesia.

Kelinci ini juga menjadi unggulan karena memiliki ukuran tubuh yang besar, bahkan besarnya bisa melebihi ukuran kucing.

Ia memang paling sering dijadikan kelinci pedaging, tetapi karena bulu yang cukup tebal dengan sifat yang jinak, ia juga sering dijadikan kelinci peliharaan.

Salah satu ciri fisiknya yang bisa terlihat adalah bentuk kepala yang agak lebar dengan telinga tegak yang tebal.

Warna bulunya juga beragam, seperti warna hitam, putih, abu-abu dan coklat.

Setelah mengetahui beragam jenis kelinci, mana yang Moms pilih sebagai peliharaan?

  • https://rabbitpedia.com/rabbit-breeds/
  • https://www.goodhousekeeping.com/life/pets/g26950009/best-rabbit-breeds/
  • https://www.thesprucepets.com/rabbit-lifespan-4582447
  • https://sinauternak.com/mengenal-jenis-jenis-kelinci/
  • https://www.rumah.com/panduan-properti/jenis-kelinci-44293
  • https://petpintar.com/kelinci/jenis-kelinci-pedaging
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait