Scroll untuk melanjutkan membaca

FASHION & BEAUTY
09 Agustus 2022

Indahnya 3 Ragam Motif Kain Khas Toraja dan Makna Budayanya

Ragam motif dan coraknya memiliki makna bagi suku Toraja
Indahnya 3 Ragam Motif Kain Khas Toraja dan Makna Budayanya

Kain khas Toraja adalah salah satu kain bercorak Indonesia yang populer di dalam dan luar negeri.

Suku Toraja merupakan suku lokal yang tinggal di daerah pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan.

Nama Toraja dipercaya pertama kali disebutkan oleh suku Bugis Sindereng dan suku Luwu sebagai “To Riaja” dengan arti orang yang mendiami wilayah barat.

Toraja memiliki kebudayaan lokal yang beragam dalam beberapa upacara penting seperti pernikahan, kematian dan upacara adat lainnya.

Mereka juga memiliki budaya seni, salah satunya adalah kain khas Toraja.

Bila tertarik untuk mengenal lebih jauh tentang warisan budaya ini, yuk simak informasi seputar kain khas Toraja berikut!

Baca Juga: Mengenal Rumah Adat Toraja "Tongkonan" dan Keunikannya

3 Kain Tradisional Khas Toraja

Warna alam dan motif yang khas, membuat kain khas Toraja sebagai salah satu tenun yang banyak dicari.

Salah satu yang membuat kain ini menarik adalah keahlian membuat kain tenun ini diwariskan atau diturunkan dari generasi ke generasi.

Hingga kini, kain khas Toraja merupakan salah satu kerajinan tangan yang keberadaannya terus dilestarikan dan dikembangkan.

Setiap motif menggambarkan makna tersendiri yang dipakai sesuai dengan fungsi dan tujuan, baik itu upacara pernikahan atau upacara kematian.

Baca Juga: Intip Indahnya Kain Tenun Pandai Sikek, Kain Khas Sumatera Barat

1. Kain Paramba

kain khas toraja Paramba.jpg

Foto: kain khas toraja Paramba.jpg

Foto Kain Paramba (indonesiakaya.com)

Kain Paramba menjadi salah satu kain khas Toraja dari Desa Sad’an, Malimbong Tobarana, Kabupaten Toraja Utara.

Kain yang dibuat dengan kombinasi warna-warna cerah ini menjadi buah tangan khas Toraja yang diminati wisatawan.

Inilah Paramba, salah satu kain yang sudah mulai langka keberadaannya.

Untuk membuat kain khas Toraja ini tidaklah mudah.

Diperlukan waktu yang cukup lama membuat paramba dengan menggunakan alat tenun tradisional.

Teknik-teknik pembuatannya pun lumayan sulit, benang-benang dengan warna cerah ditarik secara bergantian di antara bilah-bilah kayu.

Selain berbentuk kain, Paramba juga dibuat dengan aneka bentuk seperti tempat tisu dan tempat perhiasan.

Kain khas Toraja ini dijual dengan harga yang bervariasi Rp45.000 sampai jutaan rupiah, semua tergantung dari ukuran, bentuk dan lama pembuatannya.

Baca Juga: Mengenal 3 Kain Khas Makassar yang Super Unik

2. Kain Sa’dan

Sa’dan.jpg

Foto: Sa’dan.jpg

Foto Kain Sa'dan (area.makassar.com)

Kain khas Toraja ini diberi nama dari daerah asalnya, yaitu Sa'dan.

Tidak hanya untuk kebutuhan sendiri dan upacara, kain khas Toraja ini juga dijual untuk oleh-oleh bagi wisatawan.

Kain buatan perempuan-perempuan adat di Sa’dan pun telah dikenal dalam industri fashion, lho.

Menenun menjadi kegiatan yang mengalami transformasi terkait ekonomi.

Selain masih dianggap sebagai kegiatan spiritual, menenun turut menopang pendapatan keluarga, termasuk biaya sekolah anak.

Kain Sa’dan terdapat beragam warna, teknik, dan motif kain tenun.

Variasi kain terus berkembang seiring dengan perubahan.

Bagi penenun di sana, kain khas Toraja ini merupakan wujud dari kebebasan ekspresi dan mewakili selera seni individual perempuan adat.

Moms bisa mendapatkan kain Sa'dan dari harga Rp50.000 hingga jutaan rupiah tergantung warna dan proses pembuatannya.

Baca Juga: 5 Resep Mie Titi Khas Makassar Gampang Ala Rumahan

3. Kain Motif Pa’bannang

Pa’bannang.jpg

Foto: Pa’bannang.jpg

Foto Kain Motif Pa'bannang (youtube.com)

Motif Pa’bannang terdapat pada kain khas Toraja, khususnya Tenun Pa’borong-borong dan Pa’miring.

Pada kain tenun Pa’borong-borong, motifnya berupa gari-garis pada seluruh bagian kain dengan warna yang berbeda.

Sedangkan kain tenun Pa’miring motif garisnya hanya terletak pada bagian pinggir kain.

Motif kain khas Toraja ini mengandung makna yang cukup dalam, yakni:

Pewarna alami yang digunakan juga bersumber dari tanaman-tanaman yang tumbuh di Toraja.

Kain ini menghadirkan perpaduan antara manusia dan alam yang menyatu dalam selembar kain tenun.

Moms mungkin sudah jarang menemukannya, maka tidak heran jika harganya dimulai dari 1 juta bahkan lebih.

Baca Juga: Kenalkan Si Kecil dengan Rumah Boyang, Rumah Adat Sulawesi Barat

Itulah ragam corak dari kain khas Toraja yang masih ada hingga saat ini.

Lewat kain tenun inilah cerita suku Toraja bergulir dari generasi ke generasi, membentuk sejarah yang diceritakan turun-temurun.

Yuk, mulai mengenal berbagai budaya Indonesia agar tetap lestari untuk generasi berikutnya!

  • https://www.rekamindonesia.id/v/tenun-tradisional-toraja-bertahan-di-tengah-modernisasi-1370
  • https://www.indonesia.travel/gb/en/destinations/sulawesi/tana-toraja
  • https://seruji.co.id/gaya-hidup/busana/mengenal-pesona-khas-tenun-toraja/
  • https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/paramba-kain-khas-toraja-dengan-warna-warna-cerah/