3-12 bulan

10 Februari 2020

Kapan Bayi Boleh Tidur Tengkurap? Simak Ulasannya di Sini

Perbanyak tummy time untuk melatih bayi tidur tengkurap.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Beberapa orang tua sering membiarkan bayi tidur tengkurap dengan maksud mengurangi kepala bayi peyang atau karena bayi tidur lebih nyenyak dengan posisi ini.

Namun, para ahli lebih menyarankan bayi untuk tidur terlentang, karena lebih aman dan terbukti mendatangkan banyak manfaat.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine menyebutkan bahwa bayi yang tidur terlentang menderita lebih sedikit infeksi telinga, demam dan hidung tersumbat dibanding bayi yang tidur dengan posisi lain.

Jadi, kapan bayi boleh tidur tengkurap dan bagaimana jika ia berputar posisi menjadi tengkurap saat tidur?

Temukan jawabannya agar tidur bayi tetap aman dan nyaman.

Bahaya Mengintai Saat Bayi Tidur Tengkurap

Bahaya Mengintai Saat Bayi Tidur Tengkurap.jpg

Saat bayi tidur tengkurap, maka ia bernapas lebih sedikit. Hal ini tentu meningkatkan risiko bayi mengalami Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).

“Untuk mengurangi risiko SIDS, para ahli menyarankan untuk bayi tidur dalam posisi terlentang hingga bayi berusia satu tahun. Risiko SIDS memuncak di usia satu hingga empat bulan, tapi tetap menjadi ancaman hingga bayi berusia 12 bulan,” ungkap Fern R. Hauck, M.D., M.S., ahli mengenai masalah SIDS sekaligus profesor di University of Virginia.

Selain posisi tidur tengkurap, bahaya SIDS juga mengintai bayi tidur dengan posisi menyamping, karena bayi akan dengan mudah berguling dan kembali tidur dalam posisi tengkurap.

Baca Juga: Tak Disangka, 5 Hal Ini Bisa Menyabotase Waktu Tidur Balita

Pada Usia Berapa Bayi Boleh Tidur Tengkurap?

Pada Usia Berapa Bayi Boleh Tidur Tengkurap.jpg

Usia paling aman untuk bayi tidur tengkurap adalah satu tahun. Biasanya pada usia ini, bayi sudah dapat duduk sendiri dan berguling membalik lalu kembali terlentang.

“Pastikan saat bayi tidur tengkurap, ia sudah memiliki kontrol kepala dan leher yang baik serta dapat berbalik terlentang sendiri saat berguling,” ungkap Deborah Campbell, MD, FAAP, kepala divisi neonatologi Rumah Sakit Anak Montefiore di Bronx, New York.

Baca Juga: Normal atau Bahaya, Apa Penyebab Bayi Mendengkur Saat Tidur?

Bayi Lebih Suka Tidur Tengkurap

Bayi Lebih Suka Tidur Tengkurap.jpg

Meski Moms sudah memposisikan bayi tidur terlentang, namun bayi yang sudah bisa berguling sendiri tentu secara tidak sadar bisa berubah posisi menjadi bayi tidur tengkurap.

Jika ini terjadi, Moms tetap disarankan untuk rutin mengecek posisi tidur bayi dan merubah posisinya kembali untuk tidur terlentang.

Kecuali untuk bayi usia enam bulan yang sudah memiliki kontrol kepala dan leher yang kuat, serta sudah bisa berbalik sendiri saat terguling, maka Moms bisa sedikit membiarkan bayi tidur tengkurap dalam pengawasan Moms.

Pada bayi yang sudah mulai bisa berguling di usia tiga atau empat bulan, tetap disarankan untuk mengembalikkan posisi tidur bayi terlentang untuk mengurangi risiko SIDS yang memuncak di usia ini.

Pastikan juga tempat tidur bayi bebas dari mainan dan selimut, karena dapat meningkatkan risiko SIDS pada bayi.

“Saat bayi sudah mulai bisa berguling dan berbalik sendiri, sangat penting untuk berhenti membedong bayi,” ungkap Deborah Campbell.

Baca Juga: Sebelum Tidur, Lakukan 4 Aktivitas Mendidik dan Menyenangkan Ini untuk Balita

Moms juga bisa memperbanyak kegiatan tummy time saat Si Kecil bangun dan bermain, sehingga ia memiliki banyak latihan untuk berguling dan berbalik sendiri, yang akan sangat bermanfaat saat bayi tidur tengkurap.

Nah, sekarang Moms tahu kan, kapan bayi boleh tidur tengkurap? Yuk lebih bijak dalam memantau perkembangan bayi kita.

(GS)

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait