Scroll untuk melanjutkan membaca

PROGRAM HAMIL
08 September 2022

Segala Hal Tentang KB Implan, Moms Wajib Tahu!

Sebelum menggunakan KB implan, kenali lebih dahulu secara mendalam
Segala Hal Tentang KB Implan, Moms Wajib Tahu!

Apakah Moms familiar dengan kontrasepsi KB implan?

Banyak pasangan suami istri memilih untuk menggunakan KB implan sebagai alat pencegah kehamilan yang efektif.

Alat kontrasepsi yang ditanam dalam beberapa bagian anggota tubuh ini dinilai lebih praktis dan tahan lama.

Dikenal juga dengan KB susuk, banyak orang yang tak paham mengenai cara pakai dan efek samping KB implan.

Sebelum mencoba alat pengendali kehamilan ini, mari kenali lebih lanjut KB implan baik kekurangan dan kelebihannya.

Baca Juga: 10 Jenis KB yang Cocok untuk Menunda Kehamilan

Manfaat Program KB di Indonesia

Berencana-Hamil-Setelah-Tubektomi--Perhatikan-XX-Hal-Ini-Hero.jpg

Foto: Berencana-Hamil-Setelah-Tubektomi--Perhatikan-XX-Hal-Ini-Hero.jpg

Foto: Program Hamil (Orami Photo Stocks)

Untuk menjaga kestabilan dan kesejahteraan ekonomi dan sosial, pemerintah mencanangkan program KB.

Tujuan pemberlakukan program KB ini agar pengendalian kehamilan dapat terukur dengan baik.

Program KB ini telah diatur dalam UU No 10 tahun 1992 yang sering dikenal dengan seruan “Dua Anak Lebih Baik”.

Lebih lanjut, program ini pun diperbaharui melalui UU No 54 tahun 2009 tentang keluarga sejahtera.

Selain tujuan di atas, program Keluarga Berencana juga punya manfaat dari segi medis, Moms.

Selain mencegah penyakit menular seperti penyakit kelamin hingga HIV/AIDS, Keluarga Berencana juga membantu menurunkan angka kematian ibu dan mengurangi angka kematian bayi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, penggunaan alat kontrasepsi menjadi cara yang paling tepat untuk digunakan.

Jika Moms bertujuan untuk menunda kehamilan, ada banyak jenis alat kontrasepsi yang bisa dipilih selain IUD dan pil.

KB implan juga bisa dijadikan pilihan untuk ikut dalam program KB, lho.

Baca Juga: Mengenal Hiperbilirubinemia, Penyebab Penyakit Kuning pada Bayi

Mengenal KB Implan

KB implan

Foto: KB implan (https://www.babycentre.co.uk/)

Foto: Mengenal KB Implan (Orami Photo Stocks)

Menurut Christine Dehlendorf, MD, MAS, professor di University of California, pemilihan metode kontrasepsi menjadi salah satu keputusan yang kompleks.

Para wanita yang hendak menggunakan alat kontrasepsi harus paham betul dengan alat kontrasepsi yang dipilih dan harus sesuai dengan kondisi kesehatannya.

Untuk alasan keuangan, KB implan atau susuk merupakan salah satu jenis KB yang ekonomis namun tetap efektif mencegah kehamilan.

Meski demikian, sebenarnya susuk KB ini masih tergolong jarang digunakan di Indonesia.

Wanita di Indonesia masih lebih akrab menggunakan suntik KB, pil KB, atau IUD.

Dilansir dari laman Mayo Clinic, KB implan atau KB susuk merupakan alat kontrasepsi yang mengandung hormon progesteron.

Bentuk dari KB implan seperti tabung mirip korek api dengan panjang 4 inci.

Cara penggunaannya adalah dengan memasangkan alat KB implan di bawah jaringan kulit lengan atas.

Baca juga: Mengenal 13 Jenis Kacang-Kacangan, Makanan Sehat untuk Kehamilan

Cara Kerja dan Efektivitas KB Implan Mencegah Kehamilan

kb implan-2

Foto: kb implan-2 (shutterstock.com)

Foto: Hubungan Seksual (Orami Photo Stocks)

Setiap alat kontrasepsi memiliki cara kerja yang berbeda untuk mengendalikan kehamilan.

Cara kerja KB susuk ini adalah dengan melepaskan hormon progesteron ke aliran darah.

Hormon ini kemudian membantu mencegah kehamilan dengan cara mencegah pelepasan sel telur atau ovulasi.

Pada akhirnya, ini akan menebalkan lendir di leher rahim, dan menipiskan lapisan rahim sehingga sperma akan sulit membuahi sel telur.

Biasanya, jika dipasang dengan benar, ini dapat mencegah kehamilan selama kurang lebih 3 tahun.

Melansir Poltekkes Denpasar, KB susuk ini dapat mencegah kehamilan dengan kegagalan 0,3 per 100 tahun.

Artinya, efektivitas keberhasilan ini mencapai 99% dengan kasus tertentu untuk mencegah kehamilan.

Baca Juga: 23+ Manfaat Kencur untuk Kesehatan dan Seksualitas, Menakjubkan!

Proses Pemasangan KB Implan

KB implan

Foto: KB implan

Foto: Proses Pemasangan KB Susuk (Orami Photo Stocks)

Jika Moms ingin memasang KB implan, lakukanlah dengan ahlinya dan atas persetujuan dokter kandungan.

Biasanya, setelah penggunaan KB implan disetujui oleh dokter, Moms tetap perlu melakukan tes kehamilan.

Pada proses tes kehamilan, Moms akan disarankan untuk tidak menggunakan alat kontrasepsi lain yang bersifat hormonal.

Untuk sementara, jika Moms dan Dads ingin bercinta, Dads disarankan untuk menggunakan alat kontrasepsi lain yang bersifat non-hormonal, seperti kondom.

Penggunaan alat kontrasepsi non hormonal tersebut dianjurkan selama kurang lebih 1 minggu.

Namun, penggunaan alat kontrasepsi lainnya tidak diperlukan jika pada saat pemasangan, Moms sedang dalam masa menstruasi, yaitu pada 5 hari pertama siklus haid.

Pada proses pemasangan KB jenis ini, Moms akan diberikan bius lokal pada bagian bawah lengan atas.

Setelah obat bius bereaksi, dokter atau tenaga ahli bidan akan memasukkan KB implan dengan bantuan alat khusus.

Lokasi lengan yang mendapatkan KB ini akan diperban selama beberapa hari.

Meski demikian, sama seperti jenis alat kontrasepsi lainnya, KB jenis ini juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Baca juga: Mengenal Kondom Wanita, Bagaimana Cara Memakainya?

Keamanan Penggunaan KB Implan

IUD-2.jpg

Foto: IUD-2.jpg (medicalnewstoday.com)

Foto: Keunggulan KB Susuk (Orami Photo Stocks)

Walau tampaknya mudah, namun beberapa wanita tetap saja masih ragu menggunakan KB implan.

Salah satu isu kekhawatiran pengunaan KB ini yang berkembang di kalangan wanita adalah karena dianggap dapat bergerak dari tempat awal dipasang.

Berbagai kekhawatiran Moms tentu minim atau bahkan tidak terjadi jika dilakukan oleh orang yang ahli.

Meski demikian, tak ada salahnya Moms juga perlu mengetahui beberapa keuntungan dan kekurangan penggunaan KB susuk.

Dilansir dari laman dppkbpmd.bantulkab.go.id, inilah beberapa hal yang perlu Moms ketahui seputar jenis KB susuk ini:

1. Pemasangan Lebih Mudah

Untuk alasan kemudahan dan kepraktisan, KB implan bisa menjadi jawaban yang tepat.

Moms dan Dads tidak perlu lagi menggunakan kondom.

Hal yang sama juga berlaku untuk Moms yang sering lupa minum pil KB.

Tak ada lagi alarm pengingat minum pil KB, alat kontrasepsi KB susuk akan jauh lebih praktis.

2. Lebih Efektif

Keunggulan dari menggunakan KB susuk adalah dinilai lebih efektif dibandingkan alat kontrasepsi lainnya, lho.

Moms tidak perlu bolak balik kontrol ke dokter untuk melakukan pemeriksaan rutin.

Dengan KB implan, tingkat efektivitasnya bisa mencapai hingga 99% selama tiga tahun.

Baca Juga: Tes Kehamilan dengan Garam, Apakah Akurat?

3. Harga KB Implan yang Ekonomis

Mengapa bisa dibilang jenis KB susuk ini merupakan alat kontrasepsi yang ekonomis?

Hanya dengan mengeluarkan dana sebesar kurang lebih Rp275.000 untuk dua batang KB susuk, alat ini sudah bisa digunakan selama kurang lebih 3 tahun.

Bayangkan saja apabila memilih menggunakan kontrasepsi kondom yang harga per bungkusnya bisa Rp50-Rp100 ribu.

4. Tidak Mengganggu Penampilan

Bentuk KB implan sangatlah kecil dan tipis seperti korek api dengan panjang 4 inci.

Dengan bentuknya yang sangat tipis, KB ini tidak akan tampak di permukaan kulit.

Tak ada orang yang akan menyangka Moms menggunakan jenis KB ini, meski Moms sedang menggunakan busana model sleeveless.

KB ini akan dimasukkan tepat di bawah kulit pada bagian lengan atas.

Inilah yang menyebabkan banyak orang mengistilahkan KB implan sebagai susuk KB.

Baca juga: Postinor (Pil KB Darurat): Kandungan, Dosis, dan Efek Samping

Efek Samping Menggunakan KB Implan

arti-mimpi-muntah-darah.jpg

Foto: arti-mimpi-muntah-darah.jpg

Foto: Efek Samping KB Susuk (Orami Photo Stocks)

Apapun jenis KB yang Moms pilih, tentu saja memiliki berbagai kekurangan dan kelebihan masing-masing, demikian juga KB implan.

Efek samping KB ini biasanya terjadi selama beberapa bulan setelah pemasangan susuk KB.

Beberapa kekurangan atau efek samping yang bisa ditimbulkan meliputi:

1. Kulit Bengkak dan Gangguan Haid

Sebagian orang merasakan efek samping KB susuk adanya perubahan di dalam tubuh.

Sebut saja mulai dari rasa nyeri pada kulit di sekitar implan ditanam, serta bengkak dalam beberapa hari.

Efek samping lain juga bisa terjadi seperti mual dan kemungkinan pola menstruasi tidak teratur.

Selain itu, KB implan juga tidak dapat mencegah penularan penyakit menular seksual seperti yang dapat dilakukan oleh kondom.

2. Risiko Penyakit Kronis

Selain itu, KB implan juga tidak disarankan jika Moms menderita beberapa penyakit seperti:

  • Diabetes
  • Gangguan hati
  • Kecenderungan migrain
  • Osteoporosis
  • Wanita dengan riwayat penggumpalan darah yang serius
  • Pernah menderita kanker payudara pada lima tahun terakhir

Itulah sebabnya, Moms juga disarankan untuk selalu menceritakan berbagai riwayat penyakit Moms dan keluarga kepada dokter.

Pastikan dokter mengetahui riwayat penyakit sebelum mengonsumsi pil KB atau melakukan pemasangan jenis implan hingga IUD.

Baca Juga: Mengenal Demiseksual, Ketertarikan Seksual Berdasarkan Kedekatan Emosi

3. Dapat Menyerap ke Kandungan ASI

Bagaimana dengan pengaruh KB implan untuk Moms yang sedang dalam masa menyusui?

Menurut jurnal Contraceptive Implants and Lactation, KB implan tetap aman digunakan oleh Moms yang menyusui.

Meski sebagian kecil hormon dari KB implan dapat diserap ke dalam ke Air Susu Ibu (ASI), kadarnya masih aman dan tidak akan mengganggu kandungan ASI.

Hormon yang dilepaskan oleh KB implan tidak memengaruhi perkembangan dan pertumbuhan Si Kecil.

Jika Moms masih menyusui atau pada jarak 3-4 minggu setelah melahirkan, Moms tetap dapat melakukan pemasangan KB implan ini.

Baca juga: Reaksi Setelah Makan Nanas Muda Bagi Ibu Hamil, Berbahayakah?

Perkembangan Menggunakan KB Implan 3 Tahun

kontrol KB

Foto: kontrol KB (Orami Photo Stock)

Foto: Penggunaan KB Implan (Orami Photo Stocks)

Yang pasti, setelah 3 tahun digunakan, Moms perlu kembali kontrol ke dokter untuk melepas KB implan.

Saat melepas KB implan, dokter akan menyuntikkan bius lokal pada daerah lengan terlebih dahulu.

Setelah itu, dokter akan membuat sayatan kecil pada kulit lengan tempat KB implan ditanam.

Saat KB implan “ditemukan”, tenaga ahli akan mengambil KB susuk tersebut menggunakan pinset atau penjepit untuk mengeluarkannya.

Lengan dengan luka sayatan tadi akan ditutup dengan perban. KB implan umumnya aman untuk digunakan dalam waktu yang lama.

Namun, jika Moms mengalami keluhan setelah mendapatkan KB implan seperti:

  • Nyeri atau benjolan pada payudara
  • Perdarahan vagina
  • Gejala kehamilan seperti muntah dan mual

Serta menstruasi yang tidak kunjung hadir sesuai waktunya, segera konsultasikan ke ke dokter kandungan.

Ini agar wanita mendapatkan penanganan yang tepat ketika menggunakan KB susuk sebagai pencegah kehamilan.

Baca Juga: Disebut KB Susuk, Adakah Pantangan setelah KB Implan?

Jadi, apakah Moms tetap akan menggunakan alat kontrasepsi jenis ini sebagai program KB?

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11861054/
  • http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/4304/3/BAB%20II.pdf
  • https://dppkbpmd.bantulkab.go.id/ingin-memakai-kb-implan-susuk-pastikan-dulu-di-sini/
  • https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/46602/uu-no-10-tahun-1992
  • https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/contraceptive-implant/about/pac-20393619