21 Juni 2019

Ketahui Tanda Janin Bermasalah, Ini Waktu Tepat Memeriksa Kehamilan

Berikut penjelasan dari dokter kandungan

Semua calon ibu menginginkan pertumbuhan janin yang sehat, namun Moms mungkin memiliki masalah selama kehamilan yang juga memengaruhi janin di dalam kandungan.

Ada beberapa tanda janin bermasalah selama kehamilan yang memerlukan perhatian medis segera, dan gejala apa yang bisa ditunggu sampai kunjungan pranatal berikutnya.

Karenanya, selalu tanyakan kepada dokter pada kunjungan tentang masalah semasa hamil. Namun perlu diingat beberapa gejala memang perlu perhatian cepat.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di RS Pondok Indah-Puri Indah, dr. Thomas Chayadi, Sp. OG, menjelaskan apa saja tanda janin bermasalah yang bisa dideteksi di awal kehamilan.

Baca Juga: Mengenal Plasenta Bayi dan Manfaatnya Bagi Janin Dalam Rahim

Tanda Janin Bermasalah yang Harus Diwaspadai

ciri janin yang bermasalah
Foto: ciri janin yang bermasalah

dr. Thomas mengatakan tanda janin bermasalah bisa dideteksi sejak trimester pertama kehamilan, yakni pada usia kehamilan hingga 13 minggu..

"Penilaian saat akan melakukan pemeriksaan USG di trimester pertama untuk melihat apakah kantong kehamilan berada di dalam rahim, jumlah calon janin, perkiraan usia kehamilan, plasenta (ari-ari), kondisi rahim dan indung telur serta mulut rahim (serviks)," jelasnya.

Ia menambahkan, "Kantong kehamilan atau gestational sac harus terlihat pada saat usia kehamilan mencapai 5 minggu. Sedangkan kuning telur atau yolk sac pada saat usia kehamilan 5 minggu+5 hari."

"Untuk calon janin yang disertai dengan adanya denyut jantung harus dapat dilihat pada saat usia kehamilan 6 minggu. Selaput amnion dapat dilihat pada saat usia kehamilan 7 minggu," lanjutnya.

Baca Juga: Mengenal Plasenta Previa yang Menutupi Jalan Lahir Bayi, Bagaimana Mengatasinya?

Lebih lanjut dr. Thomas menjelaskan penilaian terhadap posisi tertanamnya plasenta atau ari-ari, dan apakah jika terjadi kelainan.

Beberapa kelainan pada ari-ari seperti: hemangioma (kelainan pembuluh darah pada ari-ari), vasa previa (apakah terdapat perdarahan di sekitar area tempat menempelnya ari-ari), apakah terdapat kecurigaan perlekatan dari ari-ari pada suatu keadaan rahim dengan bekas parut (rahim dengan bekas operasi seksio sesaria atau operasi yang mengenai otot rahim).

"Kondisi rahim yang dimaksudkan adalah jumlah dan bentuk dari rahim itu sendiri, apakah terdapat kelainan jumlah atau bentuk dari rahim. Contohnya uterus didelfis, uterus bikornu, atau uterus arkuarta," pungkasnya.

Moms harus melakukan USG untuk mendeteksi tanda janin bermasalah. Kunjungi dokter kandungan secara rutin untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.