01 Mei 2018

Mengenal Plasenta Previa yang Menutupi Jalan Lahir Bayi, Bagaimana Mengatasinya?

Mengapa plasenta bisa turun dan menutupi leher rahim?

Setiap ibu hamil tentu ingin kehamilannya lancar hingga persalinan tiba. Namun, terkadang ada kendala yang tak diduga dalam proses persalinan. Di antaranya, plasenta previa yaitu sebagian atau seluruh plasenta menutupi jalan lahir bayi dalam kondisi sebagian atau menutupi seluruh leher rahim (serviks). Akibatnya, bisa terjadi perdarahan saat sebelum atau selama proses persalinan.

Perlu kita tahu, di sepanjang kehamilan, plasenta terus tumbuh seiring tumbuh kembang janin. Di awal kehamilan, posisi plasenta di bagian paling rendah dalam rahim. Lalu, seiring pertumbuhan janin, plasenta umumnya akan bergerak ke atas rahim.

Nah, saat menjelang persalinan, biasanya posisi plasenta di atas dan samping rahim. Dengan begitu, bayi memungkinkan bisa lahir dengan lancar melalui leher rahim. 

Akan tetapi, pada plasenta previa, ternyata plasenta menempel pada bagian bawah rahim. Bila ini terjadi pada awal kehamilan, biasanya tak menjadi suatu persoalan.

Namun, bila hal ini terjadi menjelang persalinan, justru berisiko terjadi perdarahan dan komplikasi lain. Ibu hamil biasanya disarankan untuk tidak banyak beraktivitas, perbanyak istirahat dan melahirkan secara operasi sesar.

Baca Juga : Hati-Hati, Ibu Memakan Plasenta Bisa Membuat Bayi Sakit!

Gejala Plasenta Previa 

Ibu hamil yang mengalami plasenta previa menunjukkan beberapa tanda atau gejala.

Ciri utama dari permasalahan ini adalah tiba-tiba terjadi perdarahan hebat/berat. Kemudian, ada gejala lain yang perlu diwaspadai oleh ibu hamil, di antaranya adalah:

  • Terasa kram atau sakit/nyeri parah
  • Perdarahan yang terjadi sempat berhenti. Lalu, perdarahan lagi dalam beberapa hari atau minggu kemudian.
  • Terjadi perdarahan setelah berhubungan seksual
  • Terjadi perdarahan pada paruh kedua kehamilan

Baca Juga : Mengenali Komplikasi Kehamilan Placenta Accreta, Harus Waspada!

Bila ibu hamil mengalami berbagai gejala tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Lalu, apa yang mesti dilakukan bila ibu hamil mengalami plasenta previa?

  1. Bila ibu hamil mengalami masalah ini di pertengahan usia kehamilan, diharapkan untuk tidak terlalu panik. Pasalnya, posisi plasenta kemungkinan dapat berubah menjauhi leher rahim. Meski begitu, ibu disarankan untuk selalu kontrol pada dokter untuk memantau kondisi kehamilan.
  2. Bila plasenta previa tetap terjadi hingga menjelang persalinan, dokter biasanya menyarankan ibu hamil untuk banyak istirahat. Selain itu, ibu disarankan tidak melakukan hubungan intim, melakukan kegiatan yang berhubungan dengan vagina atau kegiatan berat lainnya.
  3. Bila plasenta previa tetap terjadi, dokter akan menyarankan untuk menjalani operasi caesar. Kenapa? Karena tindakan operasi ini lebih aman daripada melahirkan dengan proses per vaginam atau normal. Operasi caesar dapat meminimalkan risiko ibu mengalami perdarahan hebat dan risiko kehilangan nyawa karena banyak kehabisan darah.
  4. Jika proses persalinan terjadi pada usia kehamilan kurang dari 34 minggu dan bayi prematur, dokter akan memberikan kortikosteroid untuk mempercepat proses pengembangan paru-paru bayi dan untuk mencegah risiko komplikasi lainnya. Bayi akan mendapatkan penanganan khusus karena berisiko tinggi mengalami masalah pernapasan dan berat badan lahir rendah. Di sisi lain, ibu akan terus dipantau kondisinya hingga perdarahan dipastikan berhenti dan tidak terjadi lagi.

(HIL)

Sumber: mayoclinic.org, babycenter.com

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.