Parenting

12 September 2017

Hati-Hati, Ibu Memakan Plasenta Bisa Membuat Bayi Sakit!

Memangnya benar jika memakan plasenta bisa membantu Mama cepat pulih usai melahirkan?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Sejumlah selebriti di Amerika Serikat seperti Kim Kardhasian, January Jones dan Alicia Silverstone, diketahui memakan plasenta miliknya sendiri setelah melahirkan, akhirnya ritual kuno Tiongkok ini pun kembali dipertimbangkan. Dimana dahulu, plasenta kering memang sering dimanfaatkan oleh tabib sebagai obat.

Menelan bekas organ sendiri ini kabarnya dipercaya berguna membantu Mama cepat pulih usai melahirkan, meningkatkan energi, produksi susu hingga mencegah depresi setelah melahirkan. Akan tetapi, meskipun plasenta berasal dari jaringan dalam tubuh Mama sendiri, mungkin tetap ada beberapa efek memakan plasenta yang harus Mama hadapi.

Resiko Memakan Plasenta

Dikutip dari Parents.com, berikut beberapa resiko memakan plasenta setelah melahirkan:

1. Plasenta bisa terkontaminasi

Sebelum melahirkan, plasenta berfungsi sebagai filter untuk menjaga bayi dari hal-hal berbahaya. Sehingga beberapa bakteri misalnya, masih terkandung di dalam plasenta setelah Mama melahirkan.

Titi Otunla, bidan bersertifikat di Texas Children's Pavilion for Women di Houston mengatakan bahwa di dalam rahim, plasenta hampir seperti filter, menyaring hal-hal yang tidak perlu didapatkan oleh bayi, termasuk bakteri.

Proses kelahiran juga melibatkan banyak cairan tubuh, bahkan kemungkinan plasenta terkontaminasi sangat besar. Hal tersebut disebabkan karena selama persalinan Mama sering buang air besar dan ada bakteri yang lebih banyak dalam kotoran yang kemudian mengontaminasi plasenta selama persalinan.

2. Kapan plasenta masih aman dimakan?

Mama mungkin tidak memiliki akses ke pendingin yang tepat, yang dalam waktu cepat untuk mempertahankan plasenta hingga kemudian Mama makan.

3. Plasenta bisa menyebarkan penyakit

Setiap infeksi menyebar melalui aliran darah, termasuk dalam plasenta. Jika mengambil resiko menelan plasenta bayi, apalagi plasenta milik orang lain, meskipun itu milik teman atau keluarga sendiri, sama saja Mama sudah menempatkan diri sendiri dalam bahaya.

4. Manfaat plasenta

Saat ini plasenta kebanyakan tidak disantap dalam kondisi mentah, dan tentunya dimasak. Beberapa ada yang digiling menjadi bubuk dalam kapsul, atau seperti daging ham untuk burger. Namun, karena harus melewati terlalu banyak proses, nutrisi yang Mama inginkan bisa saja sudah hilang. Pasalnya, Mama sendiri yang sudah mendenaturasi seluruh protein dan hormon-hormon yang Mama pikir mampu membantu Mama pulih setelah melahirkan.

Dimana sejauh ini manfaat dari memakan plasenta yang dapat diketahui hanya mampu meredakan rasa sakit setelah melahirkan dalam waktu yang lebih cepat.

5. Rasa plasenta

Plasenta kaya kandungan darah. Beberapa yang mengkonsumsinya mengatakan bahwa rasanya mirip burung dara, hati, dan beberapa diantaranya seperti ayam.

Efek Samping Memakan Plasenta

Lantas apakah ada efek samping berbahaya dari kebiasaan memakan plasenta? Berdasarkan penelitian dari Northwestern University di Chicago yang dilakukan pada awal tahun 2015 lalu, sejauh ini tidak ada penjelasan ilmiah yang membuktikan bahwa mengkonsumsi plasenta bisa membahayakan tubuh.

Namun, mengingat plasenta bisa terkontaminasi dan menyebarkan penyakit, tentunya tidak menutup kemungkinan bahwa si kecil bisa mengidap suatu penyakit karena Mama memakan plasenta.

Terlebih lagi saat Mama memakan plasenta saat dalam masa menyusui eksklusif. Sehingga besar kemungkinan kuman, bakteri dan bibit penyakit yang sudah mengkontaminasi plasenta masuk ke dalam tubuh si kecil melalui ASI yang Mama berikan. Untuk lebih jelasnya, apakah Mama diperbolehkan mengkonsumsi plasenta atau tidak, Mama bisa berkonsultasi dengan dokter.

(RGW)

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait