21 Februari 2023

11 Jenis Kurap atau Tinea yang Disebabkan oleh Infeksi Jamur

Ada yang sering dialami anak-anak, ada pula yang lebih banyak dialami orang dewasa
11 Jenis Kurap atau Tinea yang Disebabkan oleh Infeksi Jamur

Penyakit kurap atau tinea adalah sekumpulan infeksi kulit menular yang disebabkan oleh beberapa jenis jamur. Namanya tergantung di bagian tubuh mana kurap tersebut berada.

Kurap disebabkan infeksi jamur, sedangkan organisme jamur penyebabnya disebut dermatofita.

Menurut studi di jurnal American Family Physician, ada 3 dermatofita yang mengakibatkan munculnya kurap, yakni Trichophyton, Microsporum, dan Epidermophyton.

Berikut jenis-jenis penyakit kurap (tinea) berdasarkan lokasinya di tubuh.

Jenis-Jenis Penyakit Kurap

Disebabkan oleh infeksi jamur, penyakit kulit ini dapat menular. Area yang paling sering terkena termasuk kaki, selangkangan, kulit kepala, dan di bawah payudara.

Penyakit kurap dapat menyebar melalui kontak dari kulit ke kulit atau secara tidak langsung melalui handuk, pakaian atau barang-barang.

Lantas, apa sajakah jenis penyakit kurap yang perlu kita ketahui?

1. Tinea Capitis (Penyakit Kurap Kepala)

Tinea Capitis
Foto: Tinea Capitis (Researchgate.net)

Tinea capitis adalah infeksi jamur yang paling umum terjadi pada anak di bawah usia 12 tahun, terutama antara usia 3-7 tahun.

Jenis ini sangat menular. Tak hanya kulit kepala, penyakit tinea capitis juga terjadi di alis, bulu mata dan kecenderungan menyerang batang dan folikel rambut.

Mengutip Derment NZ, obat yang ampuh dalam mengobatinya yakni obat oral yang mengandung terbinafine, itraconazole, dan fluconazole.

Baca Juga: Sering Dialami Anak, Apa Perbedaan Panu, Kurap, dan Kudis?

2. Tinea Corporis (Penyakit Kurap Tubuh)

Bisa terjadi di bagian tubuh mana saja, namun tinea corporis lebih banyak ditemukan di lipatan kulit.

Healthy Children memaparkan, kurap ini bisa terjadi di daerah kepala dan terasa gatal, bentuknya bulat, dan menojol. Rambut rontok akibat kurap ini juga sering terjadi.

Dalam beberapa kasus, anak yang mengidap kurap corporis, lukanya akan berisi nanah (abses).

Steroid sering diberikan untuk mempercepat penyembuhan. Terkadang, bakteri dapat menginfeksi area yang terkena.

Jika ini terjadi, dokter anak mungkin menyarankan penggunaan obat antibiotik.

Ketika kurap menyebabkan kutu air, kulit bisa menjadi gatal dan merah dengan pecah-pecah dan mengelupas di antara jari-jari kaki. Ini paling sering terjadi pada remaja.

3. Tinea Pedis (Penyakit Kurap Kaki)

Tinea Pedis
Foto: Tinea Pedis (Thefoothub.com.au)

Tinea pedis dikenal juga dengan sebutan athlete’s foot. Biasanya terjadi di sela jari kaki, tapi bisa juga menyebar ke telapak, samping, dan punggung kaki.

Penyebabnya bisa karena berkeringat, tidak mengeringkan kaki setelah berenang atau mandi, atau memakai kaos kaki dan sepatu yang terlalu sempit.

Dalam kasus ini, komplikasi bisa terjadi seperti kaki membengkak, nyeri, dan panas. Bernanah dan demam adalah tanda-tanda lainnya dari infeksi bakteri.

Infeksi bakteri juga mungkin menyebar ke kelenjar getah bening. Tea tree oil telah digunakan sebagai terapi alternatif untuk mengobatinya.

Sebuah studi yang dilakukan Australasian Journal of Dermatology, melaporkan bahwa 50% tea tree oil efektif mengobati kurap kaki atlet pada beberapa pasisen.

Baca Juga: Anak Beranjak Remaja, Rawat Kulitnya dengan 5 Cara Ini

4. Tinea Cruris (Penyakit Kurap Selangkangan)

Penyakit yang juga disebut jock itch ini banyak menyerang remaja dan dewasa muda pria saat memakai pakaian olahraga. Kondisi ini sulit disembuhkan.

Jenis ini hampir mirip dengan tinea corporis.

Gejala yang dirasakan yakni ruam, kulit merah bersisik yang menyebar ke paha bagian dalam dari selangkangan atau skrotum (jika terjadi pada laki-laki).

Kurap ini bisa membentuk pola seperti cincin di daerah bokong dan bisa terasa sangat gatal.

Sebenarnya cara mengatasinya cukup sederhana. Bisa diatasi dengan obat, bedak, ataupun losion antijamur dan dioleskan di area yang terinfeksi.

5. Tinea Unguium (Penyakit Kurap Kuku)

Tinea Unguium
Foto: Tinea Unguium (Bmj.com)

Infeksi jamur kuku ini disebut juga onychomycosis, yang menyerang kuku kaki dan kadang kuku tangan.

Namun, bukan ruam yang muncul seperti pada penyakit kurap lain, melainkan kuku yang menebal, rusak, dan berubah warna.

Ini lebih sering terjadi pada pria, orang dewasa , dan orang yang menderita diabetes, psoriasis, penyakit pembuluh darah perifer, atau masalah kesehatan lain yang melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Mengutip studi yang diterbitkan dalam Fairview, penyakit ini didiagnosis melalui mikroskop dengan melihat potongan kuku.

Dengan pengobatan yang tepat, kurap unguium dapat disembuhkan. Tetapi sering kali membutuhkan waktu beberapa bulan saat kuku tumbuh.

Baca Juga: 5 Manfaat Mandi Air Hangat

6. Tinea Manuum (Penyakit Kurap Tangan)

Tinea Manuum
Foto: Tinea Manuum (Huidziekten.nl)

Ini jenis yang agak jarang ditemui. Tinea manuum adalah infeksi jamur pada tangan.

Kurap ini menyebabkan ruam merah bersisik yang biasanya memiliki tepi yang sedikit menonjol.

Coraknya biasanya membentuk lingkaran. Ini juga kerap terjadi pada kedua kaki.

Karena cukup menular, biasanya tertular dengan menyentuh kulit seseorang atau bersentuhan dengan permukaan yang telah terkontaminasi oleh seseorang yang mengidapnya.

Bahkan, ini dapat menular dari hewan, termasuk anjing, kucing, sapi, dan landak.

Mengenakan pakaian atau sepatu yang ketat, terutama saat berkeringat, dapat membuat lebih rentan terkena penyakit kurap.

7. Tinea Faciei (Penyakit Kurap Wajah)

Jenis selanjutnya yakni kurap faciei. Bisa muncul di bagian wajah bagian mana saja. Kurap faciei dapat dialami semua usia dan ras, baik laki-laki maupun perempuan.

Namun, kondisi ini paling sering terlihat pada orang berusia 20-40 tahun.

Jenis ini biasanya diobati dengan salep antijamur, tetapi jika pengobatan tidak berhasil, obat antijamur minum dapat diberikan, termasuk terbinafine dan itraconazole.

Baca Juga: Kenali 6 Gejala Kulit Sensitif Pada Anak

8. Tinea Barbae (Penyakit Kurap Jenggot)

Tinea Barbae
Foto: Tinea Barbae (1mhealthtips.com)

Tinea barbae terletak di area kumis dan jenggot. Tentu saja penyakit ini hanya dialami pria remaja dan dewasa.

Pada kasus yang ringan, dokter dapat memberi obat-obatan antijamur topikal, seperti krim, losion, atau sampo antijamur.

Dianjurkan untuk mencukur rambut di bagian yang terinfeksi terlebih dahulu, agar salep dapat menyerap dan mengobati secara optimal.

Pada kasus yang lebih parah, diperlukan obat-obatan tablet untuk dikonsumsi. Salah satunya adalah griseofulvin yang dikonsumsi pasien selama 2–3 minggu.

Kurap barbae dapat sembuh jika diobati dengan benar. Lesi yang bengkak akan mereda dalam waktu beberapa bulan.

Namun, jika penyakit ini tidak diobati, penderita dapat mengalami kebotakan dengan luka parut.

9. Tinea Imbricata

Tinea Imbricata
Foto: Tinea Imbricata (Semanticscholar.org)

Infeksi jamur ini biasa terjadi di Polinesia barat daya, Melanesia, Asia Tenggara, India, dan Amerika Tengah.

Di sebagian daerah di Indonesia, penyakit yang gatal dan menyerang anggota tubuh ini disebut “kaskado”.

Melansir studi di jurnal Hurwitz Clinical Pediatric Dermatology, tinea imbricata dapat menginfeksi pada semua usia, meskipun bayi dan anak kecil paling sering terkena.

Ciri utamanya adalah pembentukan cincin di sebagian besar tubuh yang terinfeksi dan membentuk sisik pada kulit.

Baca Juga: Divertikulitis Pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

10. Tinea Incognito

Tinea Incognito
Foto: Tinea Incognito (Mdedge.com)

Siapa sangka, ternyata penggunaan obat-obatan tidak tepat dapat memicu terjadinya kurap pada kulit, lho!

Infeksi tinea inconigito disebabkan karena penggunaan steroid atau calcineurin inhibitor akibat adanya salah diagnosis atau gambaran awal yang tidak jelas.

Sering kali pasien atau dokter percaya bahwa mereka menderita dermatitis, oleh karena itu digunakan krim steroid topikal. Krim steroid untuk meredam peradangan.

Namun, bila krim dihentikan selama beberapa hari rasa gatalnya semakin parah, sehingga krim steroid segera digunakan kembali.

Semakin banyak steroid yang dioleskan, semakin luas infeksi jamur dan semakin tidak dapat dikenali.

Obat oles tersebut menekan respons imun lokal sehingga menyebabkan jamur tumbuh dengan mudah.

11. Tinea Versicolor

Tinea Versicolor
Foto: Tinea Versicolor (Skinps.com)

Berbeda dengan jenis lain yang disebabkan oleh dermatofita, kondisi yang juga dinamakan pityriasis versicolor ini disebabkan oleh ragi.

Infeksi kulit ringan ini bisa terjadi di bagian tubuh mana saja.

Menurut Mayo Clinic, kurap versicolor adalah infeksi jamur yang umum pada kulit. Jamur mengganggu pigmentasi normal kulit, menghasilkan bercak kecil yang berubah warna.

Bercak ini mungkin berwarna lebih terang atau lebih gelap dari pada kulit di sekitarnya dan paling sering terjadi di bahu.

Baca Juga: 6 Tips Memilih Body Scrub Untuk Kecantikan Kulit

Infeksi yang paling umum terjadi pada anak yang belum puber adalah kurap corporis dan capitis, sedangkan pada orang dewasa adalah kurap cruris, pedis, dan unguium.

Kurap captis, corporis, faciei, dan barbae sering dikaitkan dengan istilah “ringworm”. Namun, kondisi tersebut tidak disebabkan oleh cacing (worm).

Istilah ringworm digunakan karena ruam yang muncul berbentuk seperti cincin (ring).

Penyakit kurap di atas kebanyakan terjadi di iklim yang hangat dan lembap seperti di Indonesia.

Salah satu cara mencegahnya adalah menjaga kebersihan, mengeringkan kulit yang basah, dan menghindari pinjam-meminjam pakaian.

Selalu jaga kebersihan dan kesehatan kulit, ya Moms!

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tinea-versicolor/symptoms-causes/syc-20378385#:~:text=Tinea%20versicolor%20is%20a%20common,affect%20the%20trunk%20and%20shoulders.
  • https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/tinea-imbricata
  • https://www.fairview.org/patient-education/90702
  • https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1046/j.1440-0960.2002.00590.x
  • https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/skin/Pages/Tinea-Infections-Ringworm-Athletes-Foot-Jock-Itch.aspx
  • https://dermnetnz.org/topics/tinea-capitis
  • https://www.aafp.org/afp/2014/1115/p702.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb