Scroll untuk melanjutkan membaca

GIZI
27 Februari 2022

9 Manfaat Tersembunyi dari Daun Basil, Rempah yang Wajib Ada di Masakan Italia

Ketahui juga inspirasi resep dengan daun basil yang menggugah selera
9 Manfaat Tersembunyi dari Daun Basil, Rempah yang Wajib Ada di Masakan Italia

Apakah Moms sekeluarga termasuk penikmat masakan Italia? Jika ya, artinya Moms dan orang-orang tersayang menyukai penggunaan bumbu beraroma tajam seperti daun Basil.

Daun bumbu ini memiliki aroma yang nyaris mirip dengan daun kemangi. Bentuknya pun mirip. Hanya saja, daun kemangi cenderung lebih ramping dan berwarna lebih pucat.

Jika diraba daunnya, tekstur daun ini cenderung lebih tebal dibanding dengan daun kemangi. Orang Italia biasanya menggunakan daun basil untuk penambah rasa olahan ikan, salad, dan pasta.

Meski demikian, ternyata tidak hanya orang Italia saja yang suka mencampurkan daun ini pada masakannya. Orang Thailand pun terkadang suka mencampurkan daun basil.

Baca juga: 12 Makanan Khas Italia yang Tak Kalah Lezat Selain Pizza

Manfaat Daun Basil

manfaat daun basil

Foto: manfaat daun basil

Foto: Orami Photo Stock

Tidak hanya menjadi bumbu herbal dalam masakan. Daun basil yang juga memiliki nama lain yaitu Saint Joseph’s wort ini juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Daun Basil dapat memberikan manfaat kesehatan saat ditambahkan ke dalam makan, sebagai obat herbal, dan sebagai minyak esensial.

Ini karena daun Basil mengandung beberapa makronutrien, seperti kalsium dan vitamin K, serta berbagai antioksidan.

Simak beberapa manfaat daun basil bagi kesehatan di bawah ini.

1. Mengurangi Stres Oksidatif

Antioksidan sangat penting untuk menghilangkan radikal bebas dari tubuh. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang berkembang sebagai hasil metabolisme dan proses alami lainnya.

Ini juga dapat terbentuk sebagai akibat dari merokok dan beberapa pilihan makanan.

Antioksidan adalah senyawa yang membantu menghilangkan molekul-molekul ini dari tubuh. Jika menumpuk, stres oksidatif dapat terjadi dan mengakibatkan kerusakan sel dan juga berbagai penyakit.

Ilmuwan dari Indian Journal of Clinical Biochemistry telah menghubungkan kanker, penyakit jantung, rheumatoid arthritis, diabetes, dan masalah kesehatan lainnya dengan stres oksidatif.

Tubuh menghasilkan beberapa antioksidan, tetapi juga perlu menyerap beberapa dari makanan. Di antara banyak antioksidan dalam daun adalah anthocyanin dan beta karoten, dikutip Natural Product Research.

2. Mendukung Kesehatan Hati

Sebuah studi yang dipublikasikan HHS Public Access pada tikus, menyimpulkan bahwa antioksidan dalam sediaan bubuk yang mengandung tulsi atau daun Basil, memiliki dampak positif pada kesehatan hati.

Tulsi adalah tanaman yang sangat berbeda dari daun Basil di supermarket yang umum ditemui. Tulsi sangat berperan dalam pengobatan tradisional India.

3. Melawan Kanker

Sebuah ulasan Nutrition and Cancer menyimpulkan bahwa fitokimia dalam daun Basil dapat membantu mencegah beberapa jenis kanker, seperti kanker kulit, hati, mulut, dan paru-paru.

Ini dilakukan denagn meningkatkan aktivitas antioksidan, mengubah ekspresi gen, memicu kematian sel, dan memperlambat pembelahan sel. Karena studi ini bersifat praklinis atau dilakukan pada hewan, dibutuhkan penelitian lebih lanjut pada manusia.

4. Melindungi dari Penuaan Kulit

Menurut penelitian DARU Journal of Pharmaceutical Science, daun Basil memiliki sifat yang dapat membantu melindungi kulit dari beberapa efek penuaan. Para ilmuwan menerapkan ekstrak daun Basil ke model laboratorium kulit.

Hasilnya, ekstrak daun basil dalam krim kulit topikal dapat meningkatkan hidrasi kulit dan mengurangi kulit kasar dan kerutan. Meski ekstraknya pada dosis tertentu mungkin memiliki efek ini, mengkonsumsi langsung belum tentu bermanfaat bagi kulit.

Namun, antioksidan dalam daun Basil dan makanan nabati lainnya mungkin memiliki efek perlindungan jika mengonsumsinya sebagai bagian dari makanan yang bervariasi.

5. Menurunkan Gula Darah Tinggi

Sebuah studi Macedonian Journal of Medical Sciences pada tikus menemukan bahwa ekstrak daun Basul membantu mengurangi kadar gula darah tinggi. Bahkan, dapat membantu mengobati efek jangka panjang dari gula darah tinggi.

Jika penyelidikan lebih lanjut mengkonfirmasi temuan ini, maka ini akan bermanfaat bagi penderita diabetes.

6. Mendukung Kesehatan Jantung

Dalam penelitian Journal of Preventive Cardiology, 24 sukarelawan sehat mengonsumsi plasebo atau kapsul yang mengandung 300 miligram (mg) ekstrak daun Basil kering sekali sehari.

Setelah 4 minggu, kadar kolesterol dan trigliseridanya lebih rendah dibandingkan yang tidak. Para peneliti menyimpulkan bahwa ekstrak tersebut dapat membantu mengurangi beberapa faktor risiko penyakit kardiovaskular.

7. Meningkatkan Kesehatan Mental

Stress mental dapat memicu produksi radikal bebas dalam tubuh. Menurut a review Journal of Ayurveda and Integrative Medicine mengungkapkan ekstrak daun Basil dapat membantu:

  • Mengurangi stres, kecemasan, dan depresi
  • Meningkatkan kemampuan berpikir dan bernalar
  • Mencegah kehilangan memori terkait usia
  • Meningkatkan masalah tidur dan seks yang berhubungan dengan stres

8. Mengurangi Peradangan dan Pembengkakan

Stres oksidatif juga dapat menyebabkan peradangan, faktor dalam berbagai penyakit, termasuk kanker, diabetes tipe 2, dan rheumatoid arthritis.

Peneliti di Journal of Food Science and Technology menganalisis sifat anti-inflamasi dari dua jenis minyak esensial daun Basil. Hasilnya dapat membantu mengobati berbagai penyakit yang melibatkan peradangan akibat stres oksidatif

9. Mengatasi Infeksi

Berbagai praktisi pengobatan tradisional telah menggunakan daun Basil sebagai agen antimikroba, dan beberapa penelitian ilmiah mendukung penggunaan ini.

Misalnya penelitian Molecules menerapkan minyak daun Basil ke berbagai jenis Escherichia coli, atau E. coli. Bakteri tersebut berasal dari orang yang mengalami infeksi saluran pernapasan, perut, kemih, atau kulit, serta dari peralatan rumah sakit.

Hasilnya, minyak tersebut aktif melawan bakteri itu. Para peneliti menyimpulkan bahwa minyak Basil tertentu dapat membantu mengobati atau mencegah beberapa jenis infeksi.

Baca juga: 5 Bumbu Rempah Italia yang Menambah Cita Rasa Masakan

Aneka Resep dengan Bahan Daun Basil

basil

Foto: basil

Foto: healthline.com

Setelah mengetahui manfaat daun basil untuk kesehatan, saatnya Moms memasak pilihan menu berikut. Dijamin, resep dengan daun basil berikut akan menjadi menu favorit keluarga. Selamat mencoba!

1. Ayam Fillet Daun Basil a la Thai

Bahan:

  • 350 gr Daging paha fillet potong dadu
  • 3sdm Tepung Maizena
  • Minyak untuk menggoreng
  • Daun basil secukupnya. Jika tidak ada bisa diganti dengan kemangi

Bumbu Halus:

  • 3 siung Bawang Putih
  • 5 buah Cabai keriting
  • 4 buah Cabai rawit (jika ingin lebih pedas)
  • 3 sdm Tepung maizena
  • 1 sdm Saus tiram
  • 1 sdm Kecap ikan
  • 1 sdm Kecap manis
  • 50 ml Air
  • Sejumput garam dan lada

Cara Membuat:

  1. Serap air pada fillet paha ayam dan keringkan dengan tisu daput
  2. Lumuri ayam dengan tepung maizena dan sejumput garam
  3. Goreng minyak dalam minyak panas hingga kecokelatan, angkat, dan tiriskan ayam yang telah digoreng.
  4. Goreng sebagian daun basil hingga kering. Sisihkan. Moms juga bisa mengganti daun basil dengan daun kemangi.
  5. Cincang kasar bawang putih, cabai merah, dan cabai rawit. Tumis dengan 2 sendok makan bekas menggoreng ayam hingga harum. Gunakan api kecil ya, Moms.
  6. Masukkan semua bahan saus dan air. Aduk rata.
  7. Masukkan ayam goreng, ratakan ayam goreng tersebut dengan saus hingga rata dan bumbu meresap.
  8. Akhiri dengan memasukkan daun basil atau daun kemangi. Aduk sebentar. Angkat dan sajikan selagi hangat.

2. Gnocchi Pesto Daun Basil, Kacang, dan Keju

Bahan Pesto:

  • 1 kotak Daun basil (bisa dibeli di supermarket)
  • 2 sdm Walnut
  • 1 sdm Pistachio
  • ½ mangkuk kecil Keju Cheddar diserut
  • 2 siung Bawang putih
  • 2-3 sdm Minyak zaitun

Bahan Pasta Gnocchi:

Cara Membuat:

  1. Campurkan tepung terigu, garam, dan air (sedikit demi sedikit). Mulailah dengan memasukkan air sebanyak 40gr. Pastikan terigu dair air menyatu.
  2. Setelah menyatu, tambahkan kembali 40 gr air. Aduk lagi hingga menyatu dan seterusnya. Lakukan hingga air habis.
  3. Setelah seluruh bahan tercampur sempurna, uleni dengan tangan hingga kalis. Diamkan dalam wadah bersih yang tertutup selama 30 menit.
  4. Setelah 30 menit, potong sedikit adonan dan gulung memanjang. Potong kecil-kecil. Bentuklah adonan seperti bentuk gnocchi menggunakan garpu.
  5. Didihkan air dan masukkan 1 sendok minyak zaitun untuk menghindari gnocchi lengket.
  6. Masukkan gnocchi sambil diaduk untuk menghindari adonan lengket. Angkat adonan yang mengambang. Sisihkan
  7. Cara membuat saus daun basil: Campurkan seluruh bahan saus pesto daun basil dalam blender. Blender hingga halus. Sisihkan
  8. Campurkan gnocchi yang hangat dengan saun daun basil, aduk hingga rata, sajikan selagi hangat. Moms bisa menyajikan Gnocchi dengan keju parmesan sebagai tambahan dan saus sambal.

3. Pasta Daun Basil dengan Bawang Putih

Bahan:

  • 100 gr Pasta spaghetti
  • 2 siung Bawang putih
  • 10-15 lembar daun basil
  • 4 sdm Cooking Crème
  • Garam secukupnya
  • Lada secukupnya

Cara Membuat:

  1. Rebus air dan tambahkan gram. Masukkan spaghetti hingga al dente. Tiriskan
  2. Campurkan bawang putih, daun basil, dan sedikit air rebusan pasta dalam blender.
  3. Setelah bumbu halus, tumis bumbu tersebut di atas api sedang. Tambahkan cooking crème. Aduk kembali. Tambahkan garam dan lada.
  4. Masukkan spaghetti yang telah matang. Aduk hingga rata. Sajikan.

Baca Juga: Manfaat Daun Stevia, Pemanis Alami yang Rendah Kalori dan Aman Dikonsumsi

Bumbu Wajib Masakan Italia selain Daun Basil

basil.jpg

Foto: basil.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Moms, tidak hanya daun basil saja yang menjadi andalan orang Italia saat memasak. Ada beberapa daun lain yang ikut menjadi bumbu wajib masakan Italia. Apa saja?

1. Thyme

Daun ini memiliki batang yang kecil namun kokoh dan cenderung keras. Orang Italia menggunakan daun thyme pada berbagai masakan seperti sup hingga daging panggang.

Dilansir dari The Journal of Nutrition, Volume 133, daun thyme memiliki kandungan antioksidan tinggi sehingga cocok untuk membantu menjaga kesehatan.

2. Rosemary

Bumbu herbal dengan daun rosemary sangatlah mudah dikenali karena aroma dan rasa yang tajam. Moms hanya perlu menggunakannya sedikit saja untuk untuk penambah rasa.

Penggunaan yang daun rosemary terlalu banyak malah membuat rasa masakan cenderung getir. Kebanyakan orang Italia menggunakan daun yang berbentuk runcing ini pada bumbu saus perendam.

3. Cilantro

Dilansir dari laman gourmetsleuth.com, cilantro merupakan salah satu family dari wortel. Cilantro juga sering dikenal juga dengan daun ketumbar.

Orang Meksiko, Karibia, hingga Asia juga seringkali mengandalkan cilantro dalam masakannya

4. Sage

Orang Italia juga menggunakan daun sage dalam salah satu bumbu masakannya. Daun sage memiliki bentuk daun yang agak panjang.

Aromanya harum dengan rasa yang sedikit pedas. Penggunaan salah satu tanaman perdu ini berperan untuk menghilangkan aroma amis dan menambah aroma harum pada olahan bakaran.

5. Oregano

Salah satu daun yang tak kalah tekenal adalah daun oregano. Memang, secara sepintas lalu, daun oregano yang segar sangat mirip dengan daun basil. Oregano bisa diperoleh dalam bentuk daun oregano yang segar atau oregano kering berbentuk bubuk.

Nah, oregano bubuk inilah yang sering digunakan sebagai bumbu tambahan pizza dan spaghetti.

Itulah beberapa manfaat daun basil untuk kesehatan dan resep yang bisa Moms praktikkan weekend ini.

Saatnya menjaga kesehatan keluarga dengan memberikan berbagai ingredients terbaik dan resep terlezat, termasuk dengan menambahkan cita rasa daun Basil, Moms!

  • https://academic.oup.com/jn/article/133/5/1286/4558587
  • https://www.gourmetsleuth.com/articles/detail/cilantro
  • https://www.healthline.com/nutrition/basil
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/266425#nutrition
  • https://food.ndtv.com/food-drinks/9-incredible-benefits-of-basil-leaves-you-may-not-have-known-1834742
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4310837/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28025898/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4766851/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23682780/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3304398/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6542390/
  • http://www.journalofpreventivecardiology.com/pdf/Issue3/Dried%20leaf%20extract%20of%20tulsi.pdf
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4296439/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5495712/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6270641/