09 Maret 2021

7 Manfaat Hutan Bakau untuk Lingkungan yang Wajib Kita Tahu!

Ternyata hutan bakau memiliki fungsi yang sangat vital bagi kehidupan manusia dan biota laut, lho!

Bagi Moms yang belum tahu, bakau mungkin tampak seperti saudara dekat dengan hutan hujan pedalaman, hanya saja ia terletak di pesisir pantai. Jika Moms bertanya apakah manfaat hutan bakau, maka Moms perlu menggaris bawahi bahwa ia adalah ekosistem yang memiliki banyak sekali peranan.

Mulai dari menyediakan tempat berkembang biak ikan, penyimpanan karbon, hingga perlindungan dari banjir pasang.

Seperti terumbu karang, hutan bakau adalah ekosistem yang sangat produktif yang menyediakan banyak barang dan jasa baik bagi kehidupan laut maupun manusia.

Menurut laporan dari World Wild Foundation, keuntungan dari hutan bakau tersebut secara konservatif diperkirakan bernilai US$ 186 juta setiap tahun.

Namun sayangnya, seperti halnya hutan-hutan di pedalaman yang kian dibabat habis, hutan bakau juga sama-sama sedang terancam. Lebih dari sepertiga hutan bakau di dunia dilaporkan telah hilang.

Baca Juga: Selain Jadi Hobi, Ini 5 Manfaat Berkebun untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Bahkan di wilayah seperti Amerika, penebangan dilakukan lebih cepat daripada hutan hujan tropis. Sebagian besar dari pembukaan itu untuk merebut kembali lahan untuk pertanian, pengembangan industri, dan proyek infrastruktur.

Selain perubahan iklim dan polusi, juga terdapat ancaman lokal yang membuat keberadaan hutan bakau semakin terancam.

Ini termasuk pemanenan kayu yang berlebihan untuk bahan bakar dan konstruksi, bendungan dan irigasi yang mengurangi aliran air yang mencapai hutan, dan penangkapan ikan berlebihan yang menyebabkan gangguan pada rantai makanan dan komunitas ikan.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa manfaat hutan bakau dan alasan mengapa manusia harus mulai menjaganya dan mencegahnya dari kerusakan:

1. Manfaat Hutan Bakau Sebagai Pelindung Pantai Alami

Manfaat Hutan Bakau Sebagai Pelindung Pantai Alami
Foto: Manfaat Hutan Bakau Sebagai Pelindung Pantai Alami

Foto: pixabay.com

Manfaat hutan bakau yang paling banyak kita ketahui adalah melindungi kelestarian pantai secara alami.

Sistem akar yang kokoh dari pohon bakau membantu membentuk penghalang alami terhadap gelombang badai dan banjir yang hebat.

Sedimen sungai dan tanah terjebak oleh akarnya, yang melindungi daerah garis pantai dan memperlambat erosi. Proses penyaringan ini juga mencegah sedimen berbahaya mencapai terumbu karang.

Pada 2017, Konferensi Kelautan PBB, diperkirakan bahwa hampir 2,4 miliar orang tinggal dalam jarak 100 km dari pantai.

Hutan bakau ini mampu memberikan perlindungan yang berharga bagi masyarakat yang menghadapi risiko kenaikan permukaan laut dan peristiwa cuaca buruk yang disebabkan oleh perubahan iklim.

2. Hutan Bakau adalah Penyerap Karbon

Manfaat hutan bakau dapat membantu memerangi pemanasan global dengan menghilangkan karbon dioksida dari atmosfer, yang sebagian besar disimpan di dalam tumbuhan.

Jika akar, cabang, dan daun pohon bakau mati, maka biasanya ia akan tertutup oleh tanah dan kemudian terendam di bawah air pasang. Alhasil, ini akan memperlambat pemecahan bahan dan meningkatkan penyimpanan karbon.

Mengutip artikel dari Science Daily, beberapa penelitian menunjukkan bahwa hutan bakau pesisir mengungguli sebagian besar hutan lain dalam hal kapasitasnya menyimpan karbon.

Pemeriksaan terhadap 25 hutan bakau di seluruh wilayah Indo-Pasifik menemukan bahwa per hektar, mereka mampu menyimpan karbon hingga empat kali lebih banyak daripada hutan hujan tropis lainnya.

3. Hutan Bakau Menyediakan Mata Pencaharian

Hutan Bakau Menyediakan Mata Pencaharian
Foto: Hutan Bakau Menyediakan Mata Pencaharian

Foto: pixabay.com

Banyak orang yang tinggal di dalam dan sekitar hutan bakau bergantung pada hutan untuk mata pencaharian mereka.

Pepohonan merupakan sumber kayu yang andal untuk konstruksi dan bahan bakar, yang dihargai karena ketahanannya yang kuat terhadap pembusukan dan serangga.

Namun, di beberapa daerah, kayunya telah dipanen secara komersial untuk industri pulp, serpihan kayu dan arang, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang keberlanjutannya.

Padahal sebelum dimanfaatkan oleh manusia untuk kebutuhan industri, ekstrak tumbuhan dikumpulkan oleh penduduk setempat untuk pengobatan. Daun pohon bakau juga sering digunakan untuk pakan ternak.

Perairan hutan memberi para nelayan lokal pasokan ikan, kepiting, dan kerang yang melimpah untuk dijual sebagai penghasilan. Ini karena hutan bakau adalah tempat tinggal dari biota laut tersebut.

Saat manusia terus menghancurkan ekosistem hutan bakau di pesisir, maka mereka juga telah menghancurkan kehidupan dan mata pencaharian masyarakat sekitarnya.

Baca Juga: Ranu Manduro dan 7 Wisata Alam Indonesia yang Tidak Kalah Indah dari Luar Negeri

4. Hutan Bakau Mendorong Ekowisata

Tahukah Moms, kalau manfaat hutan bakau salah satunya adalah mendukung ekowisata?

Dilansir dari Destination: Earth, ekowisata adalah pariwisata yang fokus dalam merawat lingkungan sekitar, sambil berusaha meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal.

Dengan melestarikan kawasan hutan bakau, ini berarti manusia telah memberikan stimulus untuk pariwisata yang berkelanjutan. Alhasil, ini bisa memberikan pendapatan bagi penduduk lokal.

Selain itu, karena seringkali terletak di dekat terumbu karang dan pantai berpasir, hutan bakau juga menyediakan lingkungan yang kaya untuk kegiatan seperti olahraga memancing, kayak, dan kegiatan mengamati burung atau satwa lainnya.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara jumlah pengunjung dan melindungi ekosistem hutan yang rapuh.

Jika dilaksanakan pada tingkat yang berkelanjutan, ekowisata dapat memberikan dorongan yang tepat untuk melindungi hutan bakau, alih-alih menebangnya untuk pengembangan pariwisata massal yang tidak memerhatikan kelestarian lingkungan.

5. Mereka Kaya Akan Keanekaragaman Hayati

manfaat hutan bakau
Foto: manfaat hutan bakau

Foto: pixabay.com

Aktivitas manusia telah menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati yang sangat besar di ekosistem darat dan laut di seluruh dunia ini. Sehingga membahayakan banyak spesies tumbuhan dan hewan yang tinggal di hutan bakau.

Dengan menyaring perairan pesisir, bakau membentuk tempat berkembang biak yang kaya nutrisi bagi banyak spesies yang tumbuh subur di atas dan di bawah garis air.

Berbagai macam satwa liar hidup atau berkembang biak di ekosistem bakau, termasuk banyak spesies ikan, kepiting dan udang, moluska, penyu dan mamalia lain.

Pepohonan juga merupakan rumah bagi berbagai burung yang bersarang, berkembang biak, dan bermigrasi.

Saat hutan bakau ditebangi, habitat berharga ini akan hilang, sehingga akan mengancam kelangsungan hidup berbagai spesies.

Namun, itu bukan keseluruhan cerita. Hutan bakau juga merupakan sumber potensial bahan biologis yang belum ditemukan yang dapat bermanfaat bagi umat manusia, seperti senyawa antibakteri dan gen tahan hama. Jika hutan bakau hilang akibat pembukaan kawasan pesisir, maka mereka juga akan hilang.

Pembukaan lahan di kawasan bakau dan hutan lain seperti Amazon berdampak besar pada spesies yang berbeda.

Data dari The International Union for Conservation of Nature’s (IUCN) Red List, menunjukkan bahwa dari 68.574 spesies invertebrata, 8.374 berada di ambang kepunahan.

Melindungi ekosistem alami seperti hutan bakau tidak hanya membantu melestarikan keanekaragaman hayati, tetapi juga membantu melestarikan sumber daya penting bagi masyarakat lokal.

6. Manfaat Hutan Bakau untuk Menjaga Kualitas Air

Hutan bakau juga sangat penting untuk menjaga kualitas air. Dengan jaringan akar yang padat dan vegetasi di sekitarnya, mereka menyaring dan menjebak sedimen, logam berat, dan polutan lainnya.

Kemampuan untuk menahan sedimen yang mengalir dari hulu mencegah kontaminasi saluran air hilir dan melindungi habitat sensitif seperti terumbu karang dan padang lamun di bawahnya.

Baca Juga: 6 Pantai Pink Paling Indah di Dunia, Salah Satunya di Indonesia!

7. Hutan Bakau Membantu Mencegah Pemutihan Terumbu Karang

Hutan Bakau Cegah Pemutihan Terumbu Karang
Foto: Hutan Bakau Cegah Pemutihan Terumbu Karang

Foto: climatechangenews.com

Salah satu efek perubahan iklim yang paling merusak adalah pemutihan karang. Pemutihan di Great Barrier Reef Australia misalnya, telah menjadi berita utama beberapa waktu belakangan ini.

Namun faktanya, tren ini terjadi di semua samudra di dunia, dan para ilmuwan memproyeksikan bahwa hal itu kemungkinan akan memburuk karena lautan menyerap lebih banyak karbon.

Karena terumbu karang adalah fondasi kehidupan laut, kemungkinan kematiannya adalah bencana bagi kehidupan bawah laut.

Meskipun orang biasanya mengklasifikasikan terumbu dan hutan pantai sebagai ekosistem yang berbeda, namun alam tidak mengenal batas ini.

Padahal, karang muda tumbuh di antara akar bakau, dan hutan bakau yang sehat bisa menjadi tempat berlindung bagi spesies karang yang terancam punah akibat pemutihan karang.

Selain itu, hutan bakau bahkan dapat berperan dalam mengurangi pengasaman laut, yang pada gilirannya membantu mencegah pemutihan karang.

Baca Juga: Ajak Anak Mencintai Laut dengan Mengenalkan 9 Binatang Laut Ini

Itulah manfaat hutan bakau yang sangat penting untuk kelangsungan kehidupan manusia.

Ingat, setelah hutan bakau hilang, tanah akan terkikis dan pasang surut serta arus membentuk kembali garis pantai sehingga membuat bakau sulit atau tidak mungkin tumbuh kembali di habitat sebelumnya.

Oleh karena itu, sudah menjadi tugas bersama untuk menjaga kelestarian hutan bakau di seluruh dunia.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.