Kesehatan Umum

1 Agustus 2021

Mandi Uap Berbeda dengan Sauna, Ini 5 Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh dan Kulit

Ingin tahu apa saja manfaat mandi uap untuk kesehatan? Ini ulasannya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Widya Citra Andini

Moms, pernah mencoba mandi uap? Jika belum, tidak ada salahnya untuk mencoba. Mandi uap dilakukan di ruang uap, yang biasanya digunakan orang untuk relaksasi dan meredakan beberapa kondisi medis.

Apabila Moms ingin mencoba mandi uap, maka banyak ditemukan di gym atau spa. Ruang uap dibuat ketika generator berisi air memompa uap ke ruang tertutup sehingga ada uap air di udara ketika orang duduk di dalamnya.

Biasanya, lama waktu yang ideal untuk menjalani perawatan mandi uap, yaitu sekitar 10-15 menit, dengan tingkat kelembapan 100 persen. Namun, perlu Moms pahami bahwa mandi uap dan sauna adalah dua hal yang berbeda.

Nah, apa saja perbedaan mandi uap dan sauna? Selain itu, manfaat apa saja yang bisa didapatkan dengan mandi uap? Simak ulasan berikut ini, ya!

Baca Juga: Sauna Bisa Mengurangi Risiko Demensia? Ini Pendapat Ahli

Perbedaan Mandi Uap dan Sauna

Perbedaan Mandi Uap dan Sauna.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Perbedaan paling mendasar dari mandi uap dan sauna, yaitu terletak pada suhu dan tingkat kelembapannya.

Dilansir dari North American Sauna Society, rata-rata suhu pada sauna biasanya berkisar 65-90 derajat Celsius.

Air dapat ditaburkan di atas tumpukan batu panas di sauna untuk menghasilkan uap.

Namun, tingkat kelembapan pada sauna sangat rendah, mungkin hanya sekitar 10 persen jika tidak ada air yang ditambahkan.

Jika sudah ditambahkan air, kelembapan maksimalnya mungkin hanya mencapai 60 persen.

Sauna sering kali menjadi salah satu strategi kecantikan dalam membersihkan kulit.

Ketika tubuh mulai memproduksi keringat, kulit akan terasa bersih dan sel-sel kulit mati tergantikan menjadi kondisi yang lebih baik.

Berkeringat bantu membilas bakteri keluar dari lapisan epidermis dan saluran keringat.

Pada akhirnya, manfaat sauna juga mampu meningkatkan kualitas kulit lebih halus dan lembut. Namun, hal yang perlu Moms pahami, yaitu lama waktu berada di sauna.

Faktanya, semakin lama Moms berada di ruangan sauna, justru akan semakin berisiko untuk mengalami dehidrasi.

Jadi, waktu paling ideal untuk berada di tempat sauna, yaitu 15-20 menit. Sebaiknya, segera keluar dari ruangan sauna apabila Moms sudah merasa cukup panas.

Baca Juga: 19 Manfaat Sauna untuk Kesehatan Tubuh, Bisa Tingkatkan Kebahagiaan!

Berbeda dengan sauna, mandi uap biasanya hanya memiliki suhu 40-50 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 100 per

Mandi uap ini juga dikenal dengan pemandian Turki. Ruangan tempat mandi uap biasanya terbuat dari bahan-bahan tahan air, seperti ubin keramik, kaca, batu, atau akrilik.

Jadi, meskipun suhunya jauh lebih rendah dari sauna, kelembapan mandi uap berada di tingkat maksimum.

Selain itu, Moms mungkin akan merasa lebih banyak berkeringat saat mandi uap. Namun, tetesan di tubuh tersebut lebih banyak berupa air kental dari udara yang lembap dan bukan keringat.

Baik sauna atau mandi uap, keduanya sama-sama baik untuk kesehatan Moms apabila dilakukan sesuai dengan durasi yang tepat.

“Singkatnya, keduanya melibatkan paparan seluruh tubuh terhadap udara panas. Namun, sauna merangsang keringat dan ruang uap mengurangi kemampuan kita untuk berkeringat,” ucap Dr. Joy Hussain, dokter di Brisbane, Australia

Lantas, apa saja manfaat mandi uap yang bisa didapatkan untuk kesehatan? Simak ulasan berikutnya, ya, Moms

Kenali Manfaat Mandi Uap untuk Kesehatan

Kenali beberapa manfaat mandi uap untuk kesehatan tubuh Moms secara keseluruhan, yaitu:

1. Meningkatkan Sirkulasi Darah

Meningkatkan Sirkulasi Darah.jpg

Foto: eatthis.com

Manfaat mandi uap yang pertama, yaitu mampu meningkatkan sirkulasi darah.

Dilansir dari jurnal Medical Science Monitor, kelembapan yang dirasakan saat duduk di ruang uap dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular secara signifikan.

Ketika Moms sedang mandi uap, maka sirkulasi darah juga semakin meningkat. Darah kemudian dapat mengalir lebih mudah dan mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Pada akhirnya, peningkatan sirkulasi darah ini dapat menyebabkan penurunan tekanan darah dan kesehatan jantung lebih terjaga dengan baik.

Selain itu, mandi uap juga terbutki dapat membantu memperbaiki jaringan kulit yang rusak akibat luka, seperti adanya bisul.

Lantas, berapa lama sebaiknya Moms berada di ruang uap?

Meskipun sampai saat ini belum ada studi yang mengungkapkan sebaiknya berapa lama mandi uap, ada baiknya Moms tidak menghabiskan lebih dari 15-20 menit di ruang uap, ya.

Terlalu lama berada di ruang uap juga bisa meningkatkan risiko dehidrasi tubuh.

Baca Juga: 6 Cara Membuat Tempat Tidur Lebih Nyaman

2. Pemulihan setelah Olahraga

Pemulihan setelah Olahraga

Foto: Orami Photo Stock

Ternyata, ada alasannya mengapa ruangan untuk mandi uap banyak terdapat di tempat-tempat gym.

Hal ini karena manfaat mandi uap mampu memulihkan otot-otot yang terasa pegal dan nyeri setelah berolahraga.

Nyeri otot setelah berolahraga disebut juga DOMS (delayed onset muscle soreness). DOMS biasanya terjadi setelah melakukan olahraga dengan intensitas tinggi.

Sebenarnya, kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan karena biasanya akan mereda dengan sendirinya.

Namun, Moms bisa melakukan mandi uap untuk membantu pemulihannya lebih cepat. Mengapa demikian?

Nah, mandi uap mampu mengendurkan otot lebih cepat sehingga Moms akan merasa bugar kembali.

Journal of Clinical Medicine Research mengungkapkan mandi uap setelah berolahraga membantu mengurangi rasa sakit dan menjaga kekuatan otot.

Kehangatan yang dirasakan saat mandi uap juga mampu menenangkan ujung saraf dan melemaskan otot.

3. Meningkatkan Kesehatan Kulit

Meningkatkan Kesehatan Kulit

Foto: Orami Photo Stock

Sama seperti sauna, manfaat mandi uap berikutnya, yaitu mampu meningkatkan kesehatan kulit.

Ruang uap akan membuat seseorang berkeringat karena panas. Keringat membuka pori-pori dan membantu membersihkan kulit luar.

Selain itu, rasa hangat saat mandi uap juga akan membantu membilas kotoran dan kulit mati dan telah digunakan dalam pengobatan jerawat.

Nah, kelebihan lainnya dari mandi uap yang tidak bisa Moms rasakan saat sauna, yaitu membantu mengeluarkan racun yang terperangkap di bawah kulit.

Hasilnya, kulit akan jauh lebih sehat, bersih, dan warna kulit juga akan lebih merata.

Baca Juga: 6 Tahapan Skincare di Malam Hari agar Kulit Glowing

4. Membantu Melegakan Pernapasan

Membantu Melegakan Pernapasan.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Manfaat mandi uap berikutnya sangat cocok dilakukan oleh Moms atau anggota keluarga lainnya yang memiliki masalah pernapasan, seperti asma, sinus, atau mengalami alergi.

Mandi uap juga cocok digunakan saat sedang mengalami pilek.

Ruang uap menciptakan lingkungan yang menghangatkan selaput lendir dan mendorong pernapasan dalam. Nah, mandi uap membantu memecah kemacetan di dalam sinus dan paru-paru.

“Biasanya, obat-obat yang dikonsumsi saat mengalami masalah pernapasan dapat mengeringkan saluran pernapasan. Nah, uap akan melembapkan dan membuka paru-paru sedikit lebih banyak dan menjadi lebih terhidrasi,” ungkap Dr. Chiti Parikh, direktur program kesehatan dan kesejahteraan integratif di New York Presbyterian Weill Cornell Medical Center.

Baca Juga:Bagaimana Cara Mengobati Sinusitis?

5. Mengurangi Tingkat Stres

Mengurangi Tingkat Stres.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Manfaat mandi uap berikutnya, yaitu membantu mengurangi tingkat stres.

Dilansir dari laman Medical News Today, berada di ruang uap yang panas dapat membuat tubuh melepaskan endorfin, yang dikenal sebagai hormon bahagia karena membantu mengurangi rasa stres dalam tubuh.

Manfaat mandi uap berikutnya, yaitu dapat menurunkan tingkat kortisol, yaitu hormon yang dilepaskan sebagai respons terhadap stres. Ketika tingkat kortisol turun, orang dapat merasa lebih nyaman dan rileks.

Itulah manfaat mandi uap yang bisa Moms rasakan. Tertarik untuk mencobanya?

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait