Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
27 September 2022

Gastroschisis, Ketika Organ Pencernaan Bayi Keluar dari Tubuh

Umumnya terjadi pada bayi yang baru lahir
Gastroschisis, Ketika Organ Pencernaan Bayi Keluar dari Tubuh

Pernahkah Moms mendengar mengenai gastroschisis? Gastroschisis terjadi akibat proses pembentukan dinding pada perut bayi yang terjadi tidak sempurna saat di dalam kandungan.

Hal tersebut menyebabkan bagian organ dalam, biasanya usus, akan berada di luar perut. Kondisi ini perlu segera ditindak agar mencegah kondisi buruk lainnya.

Agar Moms bisa lebih paham lagi terkait kondisi gastroschisis yang terjadi pada bayi yang baru lahir, berikut ini penjelasan lengkapnya!

Baca Juga: 6 Cara Mencegah SIDS pada Bayi Bayi Lahir, Perhatikan ya Moms!

Apa itu Gastroschisis?

Gastroschisis adalah kondisi kelainan pada bayi yang lahir dengan usus atau organ pencernaan lain berada di luar tubuh.

Kondisi usus keluar dari perut pada bayi yang baru lahir membutuhkan penanganan segera.

Lalu pertanyaannya, bisa sembuhkah bayi yang lahir dengan kondisi usus di luar ini?

Faktanya, kondisi ini dapat diatasi dan disembuhkan. Dibutuhkan bagi dokter untuk melakukan pembedahan dan operasi yang bertujuan untuk memasukan organ yang berada di luar dinding perut ke dalam rongga perut.

Dilansir dari Cincinati Children’s, operasi atau pembedahan dilakukan berdasarkan kondisi gastroschisis itu sendiri.

Jika dinilai ringan, maka dengan sekali operasi atau pembedahan sudah cukup.

Berbeda bila kondisinya kompleks, tentu membutuhkan lebih dari sekali operasi atau pembedahan.

Baca Juga: Mengenal Inkubator Bayi, Tempat Tidur untuk Bayi dengan Kondisi Tertentu

Penyebab dan Faktor Risiko Gastroschisis

Kondisi bayi baru lahir

Foto: Kondisi bayi baru lahir (iStockphoto.com)

Secara umum, belum diketahui pasti penyebab dari gastroschisis atau pembentukan dinding perut yang tidak sempurna pada bayi.

Namun, dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa disebabkan oleh adanya perubahan gen atau kromosom serta adanya ganggunan pada aliran darah menuju saluran pencernaan bayi.

Walupun belum diketahui secara pasti penyebabnya, para ahli telah menentukan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko ibu hamil mengalami gastroschisis.

Berikut ini faktor risikonya:

  • Hamil di usia di bawah 20 tahun.
  • Kekurangan nutrisi di masa kehamilan.
  • Kebiasaan merokok saat hamil.
  • Konsumsi alkohol di masa kehamilan.
  • Konsumsi aspirin, ibuprofen, atau paracetamol saat kehamilan.
  • Konsummsi dekongestan seperti phenylpropanolamine atau pseudoephedrine.

Gejala Gastroschisis

Moms juga harus tahu bahwa gejala dari kondisi ini sangat mudah diketahui.

Gejalanya yaitu keluarnya usus halus dari perut tanpa diselubungi lapisan membran. Usus yang keluar tersebut berasal dari lubang yang terletak di sisi kanan pusar.

Umumnya, organ yang keluar dari perut adalah usus halus. Namun, tidak menutup kemungkinan ada organ dalam lain yang juga keluar, seperti usus besar, lambung, hati atau kantong empedu.

Karena keluar dari dinding perut, maka usus atau organ dalam yang keluar akan mengalami iritasi.

Hal ini dapat menyebabkan gangguan penyerapan makanan bila usus mengalami kerusakan.

Pemeriksaan rutin menggunakan USB bisa mencegah kondisi gastroschisis terjadi. Dokter kandungan dapat mengetahui bila janin mengalami kondisi ini.

Dokter kandungan pun akan melakukan mengawasan dan merencanakan penanganan untuk persalinan nanti. Ini dilakukan agar kondisi janin tidak memburuk.

Penanganan Gastroschisis

Bayi disuntik ketika baru lahir

Foto: Bayi disuntik ketika baru lahir (iStockphoto.com)

Adapun tindakan dokter saat menghadapi kondisi ini, terutama pada bayi yang baru lahir, adalah dengan melakukan pembedahan atau operasi.

Jika ukuran lubang di perut kecil dan hanya sedikit organ yang keluar, maka penanganan yang dilakukan terbilang ringan.

Dokter akan melakukan pembedahan dan memasukkan usus ke dalam perut lalu menutup lubangnya dengan jahitan. Pembedahan cukup dilakukan sekali saja.

Namun, jika lubangnya besar dan sebagian besar organ yang keluar, umumnya dokter akan melakukan pembedahan atau operasi lebih dari satu kali.

Pembedahan untuk organ yang berukuran cukup besar yakni sebagai berikut:

  1. Pertama organ yang keluar akan dilapisi dengan bahan khusus terlebih dahulu.
  2. Pembedahan berlanjut dengan memasukkan organ secara bertahap ke dalam perut.
  3. Terakhir ditutup dengan menjahit lubang tersebut.

Selain itu, dokter juga akan melakukan beberapa tindakan lain untuk menangani kondisi gastroschisis, yaitu dengan tindakan-tindakan di bawah ini:

  • Memberikan nutrisi pada bayi melalui infus.
  • Memberikan antibiotik pada bayi untuk mencegah infeksi terjadi.
  • Melakukan pengamatan padan suhu tubuh. Ini karena organ tubuh yang berada di luar perut bisa menyebabkan panas tubuh keluar.

Lantas, bagaimana jika bayi yang dilahirkan tidak di rumah sakit dengan fasilitas untuk menangani kondisi gastroschisis?

Setidaknya ada beberapa tindakan bagi bayi yang mengalami kondisi ini dan tidak dilahirkan di rumah sakit, beberapa tindakan tersebut adalah:

  1. Membungkus organ yang keluar dengan menggunakan plastik bening yang steril.
  2. Memasang infus pada bayi dan hangatkan tubuh bayi.
  3. Terakhir langsung rujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas NICU.

Pencegahan Gastroschisis

Sebelum kondisi ini terjadi, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan oleh Moms sebagai pencegahan. Hal ini mengingat karena penyebab pasti yang belum diketahui.

1. Rutin Periksa Kandungan

Bukan hanya rutin melakukan pemeriksaan kandungan sesuai jadwal, jangan lupa juga untuk rutin konsumsi vitamin dan suplemen bagi ibu hamil yang diberikan oleh dokter kandungan.

Biasanya, vitamin dan suplemen yang diberikan akan mengandung asam folat. Jauhi juga dari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol selama kehamilan.

2. Terapkan Gaya Hidup Sehat

Pilihlah makanan dengan kandungan gizi yang seimbang. Usahakan juga untuk menjaga berat badan tetap ideal selama kehamilan.

3. Hindari Konsumsi Obat-obatan Tanpa Anjuran Dokter

Terakhir, jangan sekali-kali mengonsumsi obat-obatan tanpa konsultasi pada dokter kandungan.

Semua tindakan tersebut bertujuan untuk mencegah kondisi gastroschisis.

Baca Juga: Bayi Gemuk Ciri Bayi Sehat, Mitos atau Fakta?

Nah itulah penjelasan terkait kondisi gastroschisis yang perlu diketahui oleh Moms.

Taati setiap saran dan hal yang disampaikan di atas ya, Moms!

  • https://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/gastroschisis.html
  • https://www.cincinnatichildrens.org/health/g/gastroschisis