Parenting Islami

23 November 2021

Meditasi dalam Islam, Bagaimana Hukumnya?

Ada beberapa pendapat mengenai hukum meditasi dalam Islam
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Meditasi banyak dikenal sebagai cara untuk menenangkan diri, meningkatkan konsentrasi, dan penyembuhan diri. Jika begitu, sebenarnya apakah terdapat meditasi dalam Islam?

Dalam penelitian UIN Sunan Ampel Surabaya, pada intinya antara meditasi dalam agama Hindu dengan tafakkur dalam agama Islam adalah sama, hanya saja pelaksanannya yang berbeda.

Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan di bawah ini!

Baca Juga: 6 Teknik Meditasi untuk Ibu Hamil, Efektif dan Populer!

Hukum Meditasi dalam Islam

Manfaat Meditasi untuk Pernikahan 3.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sebagian muslim menanggap meditasi haram dilakukan oleh kaum muslim, ini karena meditasi merupakan ajaran yang berasal dari agama lain, yaitu ajaran dari agama Hindu dan Buddha.

Oleh karena itu, sebagai suatu praktik, ritual, atau ibadah agama lain dan tidak boleh diterapkan di dalam Islam. Dari Abu Waqid al Laitsi, beliau berkata:

“Kami keluar bersama Rasulullah SAW ke Hunain dan kami baru saja keluar dari kekafiran. Kaum musyrikin mempunyai pohon yang mereka tinggal di sekitarnya dan mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon itu, dinamai Dzaatu Anwaath.

Maka kami melewati pohon itu, lalu kami katakan, `Wahai Rasulullah, buatkanlah untuk kami Dzaatu Anwaath sebagaimana Dzaatu Anwaath punya mereka.`

Lalu beliau berkata: “Allahu Akbar, demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya, sungguh kalian telah berkata seperti Bani Israil telah berkata kepada Musa : ‘… buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala),’

Dan Musa menjawab: ‘Sesungguhnya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui,’

Faktor yang diperhatikan antara kaum Musa mengenai meditasi adalah 'kehendak untuk melakukan tradisi selain tradisi Islam'. Dalam hadits tersebut terdapat Dzaatu Anwaats dan berhala di dalamnya.

Lalu, bagaimana dengan meditasi dalam Islam? Adakah larangannya dalam agama Islam? Sebenarnya secara umum, meditasi dalam Islam tidak dilarang.

Namun ada catatan penting, meditasi dilaksanakan dalam konteks meningkatkan ketakwaan dalam beriman pada Allah SWT dan tidak ada unsur apapun di dalamnya.

Artinya, meditasi dilakukan untuk mengolah sisi religiusitas agar menjadi orang yang khusyuk dalam melakukan ibadah.

Meditasi menjadi haram jika ada gerakan atau rapalan doa yang ditujukan untuk selain Allah SWT. Segala sesuatu yang tidak bertujuan untuk Allah sudah jelas haram hukumnya.

Baca Juga: Meditasi Berjalan untuk Menjernihkan Pikiran, Bagaimana Cara Melakukannya?

Cara Meditasi dalam Islam

Macam Macam Dzikir -2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Jadi, apakah ada cara meditasi dalam Islam, untuk membersihkan hati dan pikiran yang dipenuhi dengan rasa cemas?

Meski meditasi sering dikaitkan dengan agama lain, ada acara meditasi dalam Islam yang berbentuk lain, misalnya dkata meditasi diganti dengan cara tafakkur atau banyak berpikir sebagai cara asosiasi diri.

Sebenarnya, meditasi atau tafakkur adalah seni penyerahan diri. Ini tentang benar-benar diam dan tunduk pada kehendak Allah SWT dalam kondisi pikiran yang sadar.

Semua jenis meditasi dalam Islam melibatkan segala aktivitas untuk mengingat Allah SWT, dan tujuannya adalah untuk menyucikan hati dari perasaan. Misalnya dengan:

1. Taffakur

Taffakur artinya berpikir dengan sengaja, konstruktif, terarah dan positif. Ini sangat penting, karena budaya modern mendorong seseorang lebih banyak melihat hiburan dalam hal duniawi.

Yang perlu dilakukan adalah melepaskan diri dari belenggu yang mengikat dengan dunia ini. Bisa dimulai dengan duduk diam selama lima menit setelah sholat fardu.

Tutup mata dan pikirkan bagaimana Allah SWT selalu mengawasi segala sesuatu yang terjadi di kepala. Kekhawatiran, ketakutan, harapan dan impian.

Fokus utama adalah pada Allah SWT, tidak ada yang lain. Tingkatkan waktu sedikit demi sedikit setiap hari saat menguasai teknik ini.

2. Bersyukur

Banyak yang sudah mempraktikkan ucapan terima kasih. Selalu ucapkan syukur atas apa yang telah dimiliki. Rasa syukur perlu diperkuat setiap hari. Sebagaimana Allah SWT berfirman:

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ

Artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’.” (QS Ibrahim: 7).

3. Zikir

Ini adalah salah satu praktik meditasi dalam Islam yang paling umum. Ini adalah ucapan kata-kata yang berulang-ulang yang memuji dan memuliakan Allah SWT.

Dengan berzikir dalam keadaan meditasi, seseorang akan melatih hati dan pikiran yang luar biasa. Dengan bantuan tasbih, ini dapat membantu untuk berkonsentrasi lebih baik.

4. Membaca Alquran

Ini juga salah satu bentuk meditasi yang paling kuat dan bermanfaat. Membaca Alquran juga salah satu hal yang bisa dilakukan disela-sela kegiatan sehari-hari, atau mengkhususkan waktu.

Banyak yang telah merasakan keajaiban Alquran sebagai obat hati. Selain itu, membaca Alquran juga akan mendapatkan pahala yang berlimpah.

Praktik meditasi dalam Islam tidak menggantikan ibadah wajib apa pun. Tetapi tujuannya adalah untuk meningkatkan ibadah, yang nantinya mengarah pada kehidupan spiritual yang seimbang.

  • http://digilib.uinsby.ac.id/17534/
  • https://dalamislam.com/hukum-islam/hukum-meditasi-dalam-islam
  • https://www.sahijab.com/tips/3624-5-cara-meditasi-dalam-islam-untuk-bersihkan-hati
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait