09 Juli 2022

Mengenal Dermatillomania, Kondisi Sering Mencabuti Kulit Kering hingga Tidak Terkontrol

Merupakan kelainan yang timbul bahkan tanpa disadari

Suka mencabuti kulit kering mungkin sering dianggap hal sepele. Namun, ternyata ada beberapa kasus di mana kebiasaan ini dilakukan secara repetitif dan disebut dengan dermatillomania.

Kondisi dermatillomania disebut juga dengan skin-picking disorder.

Kebiasaan tersebut muncul karena penderita kesulitan mengendalikan dorongan untuk mencabut kulit kering mereka.

Dermatillomania kerap dikaitkan dengan gangguan obsesif kompulsif (OCD). Meski begitu, tidak semua penderita OCD punya kebiasaan ini.

Namun, sebagian besar orang yang menderita dermatillomania juga mengalami gangguan obsesif kompulsif.

Lantas, apa saja gejala dari kondisi ini? Apakah bisa dihentikan? Berikut ini adalah informasi lengkapnya.

Baca Juga: Hoarding Disorder pada Anak, Cari Tahu Gejala hingga Cara Mengatasinya

Gejala Dermatillomania

Dermatillomania.jpg
Foto: Dermatillomania.jpg

Foto Ilustrasi Gejala Dermatillomania (nationaleczema.com)

Perilaku mencabuti kulit kering walaupun sering kali timbul pada masa remaja, sebenarnya dapat terjadi pada usia berapa pun.

Umumnya, dermatillomania menyebabkan terjadinya kerusakan kulit yang jelas serta perubahan bentuk, perubahan warna, luka terbuka, jaringan parut, atau infeksi.

Melansir Psychology Today, kondisi ini merupakan kondisi jangka panjang, walaupun perilaku tersebut dapat hilang dan timbul seiring dengan berjalannya waktu.

Kondisi ini juga dapat memengaruhi interaksi sosial normal yang menyebabkan terjadinya hubungan yang tidak nyaman dengan anggota keluarga dan teman.

Beberapa gejala yang bisa menjadi indikasi seseorang mengidap dermatillomania adalah:

  • Mencabuti kulit kering berulang menghasilkan infeksi
  • Sering kali mencabuti kulit kering tanpa kontrol
  • Menyebabkan kondisi yang signifikan secara klinis, termasuk perasaan kehilangan kendali diri, malu, dan mengganggu aktivitas
  • Menghabiskan banyak waktu untuk mencabuti kulit, bahkan bisa seharian penuh
  • Sering melakukan hal tersebut bahkan di tempat umum sekalipun.

Dilansir dari WebMD, kondisi ini dapat dikenali dengan menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apakah kebiasaan ini menyita banyak waktu?
  2. Apakah memiliki bekas luka akibat kebiasaan mencabut kulit kering?
  3. Apakah merasa kesal ketika sadar betapa seringnya melakukan kebiasaan ini?
  4. Apakah kebiasaan ini menghambat dari kehidupan sosial?

Jika Moms menjawab "Ya." pada keempat pertanyaan tersebut, segeralah mencari bantuan profesional.

Orang dengan dermatillomania sering menargetkan wajah, tangan, jari, lengan, dan kaki mereka. Bahkan, mereka tidak hanya menggunakan jari tetapi juga alat seperti pinset atau peniti.

Dalam beberapa kasus, ada pula yang menghabiskan berjam-jam sehari dan dapat berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Ini umumnya merupakan kondisi kronis, meskipun gejalanya dapat muncul dan menghilang dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Sering Mencabut Alis? Bisa Jadi Moms Alami Gejala Trichotillomania!

Penyebab Dermatillomania

Dermatillomania.jpeg
Foto: Dermatillomania.jpeg

Foto Ilustrasi Penyebab Dermatillomania (bustle.com)

Penyebab dari dermatillomania belum diketahui secara pasti.

Namun, diduga terdapat faktor genetik yang turut berperan atas terjadinya kondisi ini.

Melansir WebMD, diperkirakan kondisi ini mempengaruhi hingga 1,4% dari total populasi.

Sekitar 75% dari mereka yang didiagnosis dengan gangguan tersebut adalah wanita.

Para ahli percaya bahwa perbedaan gender dalam tingkat diagnosis sebagian besar mencerminkan kejadian sebenarnya gangguan pada pria dan wanita.

Sebagian orang dengan dermatillomania tampak memiliki kecenderungan bawaan terhadap kondisi tertentu.

Seperti mencakar kulit atau menarik rambut, serta kelainan suasana hati dan ansietas, bila terdapat anggota keluarga dekat yang mengalami keluhan yang serupa.

Baca Juga: Mengenal Tanda-Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasi Anxiety Attack

Bisa pula saat seseorang memiliki koreng pada luka yang kemudian mereka tidak bisa menahan diri untuk mencabutnya.

Alhasil, koreng akan menyebabkan luka baru dan siklus terus berlanjut menjadi sebuah kebiasaan.

Faktor lain, seperti temperamen individual, stres, dan usia juga berperan dalam perkembangan dari kondisi ini.

Perilaku pencakaran kulit yang terus menerus sering kali timbul bersamaan dengan awal dari pubertas.

Dermatillomania dapat juga dikaitkan dengan perilaku yang digunakan sebagai cara untuk menghindari kejadian yang memicu stres atau untuk melepas rasa tegang.

Contohnya tidak sabar, frustrasi, sering merasa tidak puas, atau bahkan rasa bosan.

Uniknya, beberapa orang dengan gangguan ini berulang kali menggaruk untuk mencoba menghilangkan apa yang mereka lihat sebagai semacam ketidaksempurnaan di kulit.

Padahal bekas luka tersebut terjadi akibat ulah mereka sendiri, tanpa disadari.

Sementara itu mencabuti kulit memiliki efek yang beragam pada kulit, lho.

Ini dapat menyebabkan jaringan parut permanen dan kulit berubah warna dalam beberapa situasi.

Baca Juga: Benarkah Sering Mencabut Uban Bikin Rambut Rontok?

Cara Mengatasi Dermatillomania

Dermatillomania.jpeg
Foto: Dermatillomania.jpeg

Foto: themighty.com

Melansir National Health Service, ada beberapa cara yang disarankan oleh dokter dalam mengatasi dermatillomania, yaitu:

1. Terapi Bicara

Terapi bicara saat ini dianggap sebagai pengobatan yang efektif untuk membantu mengubah perilaku dermatillomania.

Jika Moms dianjurkan mengikuti terapi ini, biasanya Moms akan diberikan melalui layanan ke komunitas kesehatan mental.

Melansir Neuropsyciatric Disease and Treatment Journal, terapi bicara yang paling umum ditawarkan untuk gangguan pemetikan kulit adalah terapi perilaku kognitif.

Dalam terapi tersebut, akan ada teknik yang disebut pelatihan mengembalikan kebiasaan.

Pelatihan untuk mengembalikan kebiasaan bekerja dengan membantu Moms untuk:

  • Mengenali dan lebih waspadai mencabuti kulit kering dan apa yang memicunya
  • Mengganti kebiasaan mencabuti kulit kering dengan perilaku yang tidak terlalu berbahaya

2. Pengobatan Medis

Beberapa obat-obatan dapat membantu Moms mengatasi dorongan untuk mencabuti kulit.

Obat-obat yang umumnya diresepkan dokter seperti antidepresan atau antipsikotik.

Baca Juga: Kapan Anak Membutuhkan Terapi Kesehatan Psikis?

Cara Mencegah Kondisi Dermatillomania

bolaterapi.jpg
Foto: bolaterapi.jpg

Foto: psychologies.com

Karena penyebab dari dermatillomania belum diketahui secara pasti, belum ada strategi yang diketahui efektif secara sepenuhnya dalam mencegah kondisi dermatillomania.

Walaupun demikian, ada beberapa tindakan yang bisa membantu mencegahnya antara lain:

1. Jaga Aktivitas Tangan

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menjaga tangan tetap sibuk agar berhenti dari kebiasaan memetik kulit.

Moms dapat membeli stress ball yang juga befungsi untuk memperkuat otot-otot di lengan dan pergelangan tangan.

2. Gunakan Pelembap

Moms juga bisa memanfaatkan pelembap kulit untuk mengurangi kebiasaan dermatillomania.

Pelembap kulit juga bisa dimanfaatkan sebagai perawatan pasca iritasi yang disebabkan oleh kondisi ini.

3. Mendatangi Psikolog

Moms harus mempertimbangkan mencari bantuan dari seorang profesional medis, terutama jika dua saran di atas tak bisa menyelamatkan Moms dari kebiasaan memetik kulit.

Selain itu, ada pula tindakan pencegahan dari diri sendiri seperti:

  • Mengolesi luka yang telah kering dengan salep topikal agar terhindar dari rasa gatal dan mencegah ingin mencabutnya
  • Berolahraga secara teratur untuk mengatasi stres, kebosanan, dan kecemasan yang dirasakan
  • Melakukan yoga, meditasi, dan teknik pernapasan dalam untuk mengelola stres yang bisa menjadi pemicu skin picking
  • Menjauhkan diri dari alat-alat yang dapat membantu Moms untuk menarik kulit seperti penjepit, gunting, dan pemotong kuku
  • Kendalikan diri Moms bila keinginan untuk mencabuti kulit datang

Baca Juga: Kebiasaan Menggigit Kuku Berhubungan dengan Kesehatan Mental, Ini Penjelasannya!

Demikian Moms informasi seputar kondisi dermatillomania, beserta cara penanganan dan pencegahannya. Semoga bermanfaat, ya!

  • https://mhanational.org/conditions/excoriation-disorder-skin-picking-or-dermatillomania
  • https://www.nhs.uk/mental-health/conditions/skin-picking-disorder/
  • https://www.psychologytoday.com/intl/conditions/dermatillomania-skin-picking
  • https://www.webmd.com/mental-health/skin-picking-disorder
  • https://www.theguardian.com/lifeandstyle/2019/feb/04/dermatillomania-meet-the-people-who-cant-stop-skin-picking
  • https://www.allure.com/story/what-is-dermatillomania-skin-picking-disorder
  • https://ajp.psychiatryonline.org/doi/10.1176/appi.ajp.2012.12040508
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5522672/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.