19 September 2017

Mengenal Hiperlaktasi dan Cara Mengatasinya

Jangan-jangan Mama pernah mengalaminya.

ASI memang sumber makanan utama bagi bayi. Khususnya untuk bayi di bawah 6 bulan yang memang membutuhkan ASI eksklusif (hanya menyusu ASI tanpa tambahan makanan dan minuman lainnya). Oleh karena itu, tidak jarang banyak Mama yang berusaha untuk meningkatkan jumlah ASI-nya dengan tujuan memenuhi kebutuhan ASI si kecil setiap hari. Namun, bagaimana jika Mama mengalami hiperlaktasi atau memiliki ASI berlebih? Apakah hiperlaktasi merupakan kelainan? Bagaimana cara mengatasi hiperlaktasi?

Mengenal Hiperlaktasi

ibu menyusui
Foto: ibu menyusui

Hiperlaktasi adalah saat dimana tubuh Mama memproduksi ASI lebih banyak dari yang dibutuhkan oleh si kecil. ASI akan mengalir dengan sangat cepat dan deras sehingga membuat si kecil kewalahan menghisap payudara Mama.

Hiperlaktasi umumnya ditandai dengan keluarnya ASI dengan sangat deras tanpa adanya rangsangan, baik sengaja dipompa maupun dihisap oleh si kecil. Hiperlaktasi umumnya terjadi karena Mama memiliki veoli (kelenjar yang memproduksi ASI) di atas 100.000 - 300.000 per payudara.

Cara Mengatasi Hiperlaktasi

asi perah
Foto: asi perah (Orami Photo Stock)

Setelah mengenali hiperlaktasi lebih dekat, Mama juga perlu mengetahui bagaimana cara untuk mengatasi hiperlaktasi. Adapun beberapa hal yang bisa Mama lakukan saat mengalami hiperlaktasi adalah:

  1. Temui konsultan Laktasi yang selama ini menjadi sahabat menyusui Mama.
  2. Coba untuk menyusui sebelum masuk waktu menyusui atau sebelum si kecil lapar. Karena saat si kecil lapar, hisapannya akan menjadi lebih cepat dan kuat sehingga akan menstimulasi produksi ASI yang lebih cepat. Hisapan si kecil yang perlahan dan lembut, akan menstimulasi keluarnya ASI lebih pelan dan tidak tumpah dengan percuma.
  3. Sesuai dengan cara kerja ASI, dimana sering diperah akan semakin meningkatkan produksinya, saat mengalami hiperlaktasi yang perlu Mama lakukan adalah mengurangi aliran deras keluarnya ASI. Maka dari itu, setiap sebelum menyusui, pompa terlebih dahulu payudara Mama dengan kecepatan yang rendah dan menempatkan ASI perah tersebut ke dalam botol untuk disimpan. Jika aliran ASI sudah mulai berkurang kecepatannya, Mama bisa mulai menyusui. Hal ini berguna mengurangi kemungkinan si kecil tersedak saat menghisap puting Mama.
  4. Hentikan menyusui jika si kecil sudah mulai terlihat terlalu cepat menghisap puting Mama. Biarkan si kecil bersendawa terlebih dahulu, kamudian lanjutkan menyusui.
  5. Mama juga bisa mengatasi hiperlaktasi dengan memperhatikan posisi menyusui. Cobalah posisi duduk dan membiarkan bayi menghadap Mama. Mama bisa bersandar agak miring ke belakang sehingga gravitasi bisa memperlambat aliran susu.
  6. Untuk mengurangi hiperlaktasi atau produksi ASI berlebihan, Mama juga bisa melakukan pemompaan di kedua payudara sampai habis. ASI yang Mama pompa bisa disimpan untuk stok ASI saat kelak dibutuhkan. Setelah proses pemompaan ini, Mama hanya cukup menyusui 2-4 kali dengan satu payudara dan payudara lainnya khusus untuk dipompa, namun tidak sampai habis. Teknik ini sudah terbukti bisa mengurangi tekanan keluarnya ASI secara berlebihan. Biasanya cara ini berhasil mengurangi produksi dalam 24-48.
Baca juga: Mengenal ASI Eksklusif dengan Eping

Jika beberapa tindakan untuk mengatasi hiperlaktasi di atas ternyata tidak juga berhasil, maka Mama perlu segera menemui dokter atau konsultan laktasi. Dengan begitu Mama akan tetap bisa beraktivitas seperti biasa, tanpa khawatir produksi ASI berlebih. Jika sedang dalam masa hiperlaktasi, Mama bisa mengenakan breast pads untuk mencegah merembesnya ASI ke pakaian Mama.

(RGW)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.