23 Maret 2022

Produk Kosmetik Mengandung Methylparaben, Apakah Aman Digunakan?

Tahuka Moms jika beberapa kosmetik mengandung pengawet? Methylparaben salah satunya, lho!

Pengawet seperti methylparaben dapat ditemukan dengan mudah pada berbagai produk yang Moms biasa gunakan.

Mulai dari produk kosmetik hingga produk perawatan rambut.

Sebenarnya, apa fungsi dari bahan kimia ini dan berbahayakah bagi kesehatan tubuh?

Yuk, Moms cari tahu lebih lanjut agar bisa menggunakan berbagai produk mengandung methylparaben dengan aman!

Manfaat Methylparaben pada Produk Kosmetik

Produk Pembersih Rumah Bisa Sebabkan Kanker Payudara - 2 Kosmetik.jpg
Foto: Produk Pembersih Rumah Bisa Sebabkan Kanker Payudara - 2 Kosmetik.jpg (shutterstock.com)

Foto: Orami Photo Stock

Methylparaben adalah salah satu jenis paraben yang paling umum.

Paraben sendiri merupakan bahan kimia yang sering digunakan sebagai pengawet agar produk bertahan lebih lama.

Biasanya, Moms dapat menemukan jenis paraben ini pada produk kosmetik dan perawatan rambut.

Produk kosmetik mengandung air, vitamin, dan nutrisi yang menyehatkan kulit atau rambut.

Sayangnya, campuran tersebut juga bisa menciptakan lingkungan yang sempurna bagi bakteri untuk berkembang biak.

Pasalnya, ketika Moms menggunakan produk, ada kemungkinan bakteri akan terbawa masuk ke dalam wadah.

Hal inilah yang membuat kualitas produk menjadi kurang baik dan cepat rusak.

Seperti halnya buah dan sayur yang segar, kosmetik tanpa paraben dapat membusuk atau rusak dengan cepat.

Itulah sebabnya paraben dibutuhkan sejumlah perusahaan untuk menciptakan produk yang tahan lama.

Meski begitu, paraben yang terbuka di udara atau terkena sinar matahari dalam waktu lama akan mengalami kerusakan sehingga fungsinya bisa jadi tidak optimal.

Fungsi paraben ini tidak hanya berasal dari methylparaben saja.

Pada beberapa produk kosmetik, kadang terdapat lebih dari satu jenis paraben di dalamnya.

Baca juga: Waspada Moms, Ini Dia 7 Bahan Kosmetik yang Berbahaya

Apakah Methylparaben Aman?

research-img-box-1-570-380_thumb
Foto: research-img-box-1-570-380_thumb (https://www.biofarma.co.id/media/image/thumbs/post/2020/11/26/research-img-box-1-570-380_thumb.jpg)

Foto: biofarma.co.id

Penggunaan paraben menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat.

Oleh karena itu, banyak peneliti yang melakukan uji keamanan terhadap bahan kimia ini.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan paraben ke kulit diikuti dengan paparan sinar matahari, dapat meningkatkan kerusakan kulit karena mempercepat kematian sel dan produksi oksida nitrat.

Kemudian, studi lain melaporkan kerusakan kulit terkait dengan penggunaan paraben dan paparan sinar matahari, dapat meningkatkan risiko kanker kulit.

Hal ini dicurigai karena terjadinya kerusakan DNA oksidatif yang ditimbulkannya. DNA sendiri menyimpan intruksi bagi sel tubuh untuk membelah, matang, dan mati.

Ketika DNA mengalami kerusakan, intruksi sel akan menjadi kacau. Sel akan menjadi abnormal, membelah tanpa kendali, dan menyebabkan kanker.

Meski sudah banyak penelitian, masih diperlukan peninjauan lebih lanjut.

Baca juga: Catat Moms, Ini Jenis Pengawet Makanan Alami dan Buatan

Badan Pengawas Obat dan Makanan yang berbasis di Amerika Serikat menyebutkan penggunaan paraben pada beberapa produk aman digunakan.

Dengan catatan, penggunannya tidak melebihi batas aman dan melewati uji keamanan sebelum dipasarkan ke masyarakat luas.

Namun ketetapan ini bisa saja berubah sejalan dengan penelitian yang masih dilakukan.

Perlu dipahami bahwa ketika methylparaben masuk ke dalam tubuh, bahan kimia ini tidak menetap dan menumpuk.

Bahan kimia ini dikeluarkan sepenuhnya dalam 48 jam atau kurang dari dalam tubuh.

Efek Samping Methylparaben

Kulit gatal
Foto: Kulit gatal (Freepik.com)

Foto: biofarma.co.id

Walaupun sudah disebutkan aman untuk digunakan pada berbagai produk, tetap ada efek samping yang ditimbulkan dari bahan kimia ini.

Paling sering, jenis paraben ini dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa orang.

Kondisi ini mungkin terjadi pada orang yang memiliki kulit sensitif atau mengidap dermatitis kontak.

Dermatitis kontak adalah kondisi ruam merah dan gatal yang disebabkan oleh kontak langsung dengan suatu zat tertentu, salah satunya methylparaben.

Ketika bahan kimia ini menyentuh kulit, dalam waktu tertentu akan timbul beberapa gejala, di antaranya:

  • Gatal
  • Kulit kering bersisik
  • Kulit lecet
  • Ruam kemerahan
  • Muncul bintik-bintik kecil berair
  • Kulit membengkak, nyeri saat ditekan, atau muncul sensasi panas terbakar

Reaksi di atas dapat juga muncul ketika mengenai kulit yang sedang iritasi atau terluka.

Bila Moms, Dads, atau Si Kecil menunjukkan gejala di atas, sebaiknya hentikan lebih dahulu produk yang baru saja digunakan.

Untuk meringankan gejalanya, kunjungi dokter untuk mendapatkan rekomendasi pengobatan yang tepat.

Baca juga: 11 Manfaat Tulang Ikan dan Kandungan Gizinya, Salah Satunya Bagus untuk IQ!

Tips Menghindari Produk Mengandung Methylparaben

buying-vegan-Shampoo
Foto: buying-vegan-Shampoo (https://rapidleaks.com/lifestyle/beauty/vegan-shampoo-brands/)

Foto: rapidleaks.com

Pada beberapa orang yang sensitif dengan paraben pada produk kecantikan maupun perawatan rambut, sebaiknya menghindari tambahan produk yang dipakainya.

Memang agak sulit, mengingat penggunaan paraben sudah sangat umum. Namun setidaknya, cari yang konsentrasi zatnya cukup rendah.

Sebelum Moms atau Dads menjatuhkan pilihan pada suatu produk, perhatikan selalu label kemasannya dan lihat apa saja komposisi dari produk tersebut.

Jika ada methylparaben di dalamnya, cari produk lain yang tidak mencantumkan bahan pengawet ini.

Biasanya, produk tersebut dilabeli dengan "paraben free"

Menurut situs WebMD, jenis paraben ini memiliki banyak nama, di antaranya:

  • Methyl 4-hydroxybenzoate
  • Methyl p-hydroxybenzoate
  • Nipagin

Jadi, Moms harus lebih teliti dalam berbelanja produk kecantikan, ya!

  • https://www.healthline.com/health/methylparaben
  • https://www.webmd.com/beauty/what-to-know-about-methylparaben
  • https://www.cdc.gov/biomonitoring/Parabens_FactSheet.html
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/contact-dermatitis/symptoms-causes/syc-20352742

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.