Newborn

NEWBORN
17 Februari 2019

Mitos Salah seputar ASI

Jangan sampai termakan mitos salah soal ASI dan menyusui Si Kecil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Prita Apresianti
Disunting oleh Prita Apresianti

Setelah sembilan bulan hamil dan dilanda rasa tak nyaman di area panggul dan pinggang, akhirnya Moms melahirkan. Bahagia luar biasa sudah pasti, tapi kemudian akan muncul drama baru, yaitu soal ASI. Nah, bekal buat Moms melahirkan selain tas keperluan bayi adalah paham mitos yang salah seputar ASI. 

Dikutip dari website AIMI ASI, 7 mitos ini ternyata salah. Moms wajib tahu, ya.

Ibu yang baru melahirkan, produksi ASI-nya tidak akan cukup.

fotomenyusui

Tidak Benar.

Hampir semua Moms akan menghasilkan ASI lebih dari cukup. Bahkan sering timbul masalaha seputar pasokan ASI yang terlalu berlebihan. Bayi baru lahir yang kenaikan berat badannya lambat, atau bahkan cenderung mengalami kehilangan berat badan, seringkali bukan disebabkan karena Moms tidak cukup menghasilkan ASI, tetapi bayi tersebut tidak berhasil mendapat ASI secara maksimal. Yang paling sering, masalahnya karena pelekatan, atau posisi mulut bayi yang tidak bisa menempel sempurna di payudara ibunya. Itu sebabnya sejak hari pertama setelah melahirkan Moms disarankan untuk belajar melakukan pelekatan, dibantu dokter, bidan, atau konselor laktasi di rumah sakit.

Baca juga : Intip Bagaimana Posisi Menyusui yang Benar

Normal payudara atau puting terasa sakit pada saat Moms menyusui.

menyusui2

Foto : unsplash

Tidak Benar.

Memang wajar di hari-hari pertama menyusui, Moms akan merasa sedikit kurang nyaman pada payudaranya, tapi kondisi ini seharusnya hanya berlangsung selama beberapa hari saja. Jangan sampai keadaannya memburuk, sampai membuat Moms takut menyusui bayi. Rasa sakit di area puting ketika sedang menyusui, menandakan bahwa bayi belum sempurna pelekatannya. Sakit atau lecet pada puting yang berlangsung selama lebih dari 3-4 hari tidak boleh diabaikan, harus dicari tahu penyebabnya. Membatasi waktu menyusu pada payudara juga bukan merupakan cara yang tepat untuk mencegah timbulnya puting lecet. Usahakan agar tindakan mengistirahatkan payudara dan puting sakit sebagai solusi yang terakhir.

Baca juga : Penanganan Mastitis, Payudara Bengkak pada Ibu Menyusui

Di 3-4 hari pertama setelah lahir, ASI memang belum (cukup) keluar.

Tidak Benar.

Seringkali kelihatan seperti itu karena posisi pelekatan bayi yang belum sempurna, sehingga tidak berhasil minum ASI dari payudara Moms. Pada saat belum banyak ASI yang tersedia (memang normalnya demikian keadaannya untuk beberapa hari pertama), posisi pelekatan bayi harus sempurna sehingga ia dapat mengeluarkan dan minum ASI dari payudara ibunya. ASI pertama yang dihasilkan oleh Moms adalah kolostrum. Siapapun yang menyarankan Moms untuk memerah atau memompa ASI, untuk tahu jumalah kolostrum yang dihasilkan, jelas tidak memiliki pengetahuan laktasi, dan sebaiknya diabaikan saja sarannya. Karena, ketika produksi ASI Moms lebih banyak, kadangkala bayi tetap dapat minum ASI walaupun pelekatannya kurang baik.

Baca juga : Produksi ASI Lancar dan Melimpah Setelah Melahirkan

ASI tidak cukup mengandung zat besi untuk memenuhi kebutuhan bayi.

screen shot 2019 02 14 at 07.51.12

Foto : pixabay

Tidak Benar

ASI mengandung zat besi dalam jumlah yang tepat untuk memenuhi kebutuhan bayi. Apabila bayi lahir cukup bulan, maka zat besi yang terkandung di dalam ASI bisa memenuhi kebutuhannya untuk 6 bulan pertama. Kandungan zat besi yang terkandung dalam susu formula terlalu banyak, dan yang terserap oleh usus bayi juga sangat sedikit, sehingga dikeluarkan kembali lewat BAB bayi.

Moms wajib mencuci putingnya setiap kali sebelum mulai menyusui.

Tidak Benar.

Membersihkan atau mencuci puting malah akan menghilangkan minyak-minyak alami yang melindungi puting dari resiko lecet karena puting kering. Nah, sudah paham sekarang kan Moms.

Selamat dan semangat terus menyusui, demi Si Kecil ya. Jangan lupa share di kolom komentar trik suksesnya.

Artikel Terkait