13 Agustus 2019

Moms, Ketahui Pentingnya Menjaga Jarak Antarkehamilan

Yuk, cari tahu jarak kehamilan yang aman.

jarak 1
Foto: jarak 1

Foto: essentialbaby.com

Menjaga jarak antara waktu melahirkan dan kehamilan selanjutnya ternyata penting untuk diperhatikan.

Dikutip dari Fact Sheet March of Dimes, jarak hamil terlalu dekat menyimpan sejumlah risiko, seperti perawatan pranatal yang tertunda, bayi terlahir prematur, berat badan bayi lahir rendah, dan bayi terlahir sakit.

Jarak Ideal Antarkehamilan

jarak 2
Foto: jarak 2

Foto: pregistry.com

Jarak ideal antara waktu Moms melahirkan dan kehamilan selanjutnya sebaiknya tidak kurang dari 18 bulan.

Perempuan yang hamil lagi dalam waktu setahun setelah melahirkan mempunyai risiko dua kali lebih besar untuk mengalami persalinan prematur.

“Risiko kehamilan terbesar biasanya memang berhubungan dengan jarak hamil terlalu dekat,” ujar Dr. Emily DeFranco, dosen di University of Cincinnati yang memimpin studi tentang perkiraan jarak antarpersalinan terhadap waktu kelahiran.

Hasil studi tentang jarak hamil terlalu dekat itu telah dimuat di International Journal of Obstetrics and Gynaecology.

Untuk studi tersebut, DeFranco dan rekan-rekannya menganalisis 454.716 catatan kelahiran para ibu - yang mereka dapatkan dari Ohio Department of Health - yang melahirkan setidaknya dua kali dalam kurun waktu enam tahun.

Walaupun hasil studi DeFranco menemukan bahwa jarak hamil terlalu dekat meningkatkan risiko bayi terlahir prematur.

Namun, ia dan rekan-rekannya belum mengetahui apakah hal itu juga dapat menurunkan peluang keberhasilan persalinan saat hari perkiraan lahir sudah melewati 40 minggu.

Baca juga : Kehamilan Pertama dan Kedua Jaraknya Dekat? Ini Persiapan Wajibnya

Perempuan 35 Tahun Berbeda Masa Jaga Jaraknya

jarak 3
Foto: jarak 3

Dikutip dari situs bbc.com, bagi perempuan berusia di atas 35 tahun, pedomannya ternyata sedikit berbeda. Jarak hamil terlalu dekat bagi perempuan usia 35+ adalah bila di bawah 12 bulan.

Perempuan berusia di atas 35 tahun tidak perlu menunggu sampai 18 bulan untuk hamil lagi setelah melahirkan karena jarak hamil yang aman bagi mereka adalah antara 12 sampai 18 bulan.

“Jarak hamil minimal setahun tidak sulit dilakukan. Yang jelas hal itu dapat membantu menurunkan risiko komplikasi pada bumil maupun bayinya,” terang Dr. Wendy Norman yang melakukan penelitian tentang jarak kehamilan terhadap sekitar 150.000 kelahiran di Kanada.

Temuan lain dari studi tersebut adalah perempuan usia 35+ yang hamil lagi dalam waktu enam bulan pascamelahirkan mempunyai risiko sebesar 1,2% akan menghadapi bahaya saat melahirkan atau mengalami kematian saat melahirkan (maternal mortality).

Hasil penelitian yang dimuat di JAMA Internal Medicine itu dilakukan oleh para peneliti dari University of British Columbia dan Harvard TH Chan School of Public Health.

Pada prinsipnya, menurut Laura Schummers, pemimpin studi tersebut, “Hasil studi kami menyimpulkan bahwa jarak hamil terlalu dekat akan memperbesar risiko bagi bumil maupun janin, termasuk bagi perempuan berusia di atas 35 tahun.”

Baca juga : 5 Gangguan Kesehatan Anak Pada Tahun Pertama

(AN/CAR)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.