04 September 2019

MPASI: Sekali Makan atau Dibekukan?

Berapa lama MPASI bisa disimpan dan diberikan pada bayi?

Ingin menyajikan MPASI kaya nutrisi yang sehat untuk Si Kecil? Moms bisa membuatnya sendiri menggunakan aneka buah dan sayur yang ada di dalam dapur.

MPASI homemade yang Moms buat sendiri tentunya lebih kaya rasa dan nilai gizi dari yang makanan bayi yang banyak dijual di pasaran.

Tetapi berapa lama bisa disimpan dan diberikan pada bayi? Haruskah MPASI dibuat untuk porsi sekali makan? Apakah MPASI boleh dibekukan?

MPASI yang Disimpan Dalam Suhu Ruangan

MPASI Sekali Makan atau Dibekukan 1.jpg
Foto: MPASI Sekali Makan atau Dibekukan 1.jpg

Foto: healthline.com

Dalam laman Working Mother dikatakan bahwa MPASI segar yang baru dibuat dapat bertahan selama sekitar dua jam dalam suhu ruangan.

Jika suhu di dalam ruangan yang Moms gunakan lebih dari 90 derajat Fahrenheit, maka MPASI hanya akan mampu bertahan selama satu jam.

MPASI buah dan sayur yang disimpan dalam kulkas (diluar freezer) umumnya harus segera dimakan dalam waktu 48 jam setelah dikeluarkan. Untuk MPASI yang mengandung daging, ikan, atau telur, harus sudah dihabiskan dalam 24 jam.

Baca Juga: 4 Cara Aman Memanaskan MPASI Ini Bisa Diiikuti di Rumah

Apa MPASI boleh dibekukan?

MPASI Sekali Makan atau Dibekukan 2.jpg
Foto: MPASI Sekali Makan atau Dibekukan 2.jpg

Foto: todaysparent.com

“Moms bisa membekukan makanan padat untuk bayi,” kata Jill Castle, ahli diet terdaftar di New Canaan, Connecticut, dan penulis “The Smart Mom’s Guide to Starting Solids”, seperti dikutip dari situs Parents.

Cara sederhana untuk membekukan makanan bayi adalah memasukkannya ke dalam wadah BPA-free yang bersih dan kedap udara. Setiap wadah harus diberi label yang jelas dan diberi tanggal pembuatan sebelum dimasukkan ke dalam freezer.

Moms juga bisa membekukan puree menggunakan ice cube, kemudian memindahkannya ke dalam wadah kedap udara setelah beku.

Untuk kualitas terbaik, Castle merekomendasikan agar MPASI yang dibekukan dikonsumsi dalam waktu maksimal tiga bulan.

Selain itu, perlu diingat bahwa makanan bayi atau MPASI beku yang sudah dicairkan tidak boleh dibekukan kembali.

Cairkan MPASI Beku dengan Cara yang Benar dan Aman

MPASI Sekali Makan atau Dibekukan 3.jpg
Foto: MPASI Sekali Makan atau Dibekukan 3.jpg

Foto: babycenter.com

Bukan hanya proses pembekuannya saja yang harus diperhatikan, tetapi juga proses pencairannya sebelum diberikan pada bayi.

Laman Ask Dr Sears menyebutkan bahwa untuk proses pencairan yang lambat, makanan bayi dapat dibiarkan di dalam kulkas (di luar freezer) selama seharian. Cara ini akan mencairkan MPASI beku dalam waktu sekitar 4 jam.

Sementara jika Moms menginginkan pencairan yang cepat, gunakan wadah tahan panas untuk mengukus MPASI beku menggunakan api kecil.

Bagaimana jika ingin menggunakan microwave? Boleh, hanya saja pastikan untuk mengaduk MPASI dengan baik agar panasnya merata.

Jangan lupa untuk mencicipi terlebih dahulu MPASI yang sudah dipanaskan sebelum diberikan pada bayi untuk memastikan suhunya sudah tidak terlalu panas.

Baca Juga: 5 Manfaat Butternut Squash Untuk Mpasi Bayi

Buang MPASI yang Tidak Habis Dimakan Bayi

MPASI Sekali Makan atau Dibekukan 4.jpg
Foto: MPASI Sekali Makan atau Dibekukan 4.jpg

Foto: bounceenergy.com

MPASI memang boleh dibekukan untuk dapat dikonsumsi dalam jangka panjang. Tetapi, makanan apa pun yang sudah disajikan untuk bayi tetapi tidak habis dimakan harus dibuang, tidak boleh tetap disimpan.

Sendok yang masuk ke dalam mulut bayi, kemudian menyentuh makanan dapat menyebabkan kontaminasi bakteri dari dalam mulut bayi.

Untuk menghindari pemborosan, Moms bisa menyajikan hanya dalam porsi kecil yang sekiranya akan langsung habis dimakan Si Kecil. Jika ia menunjukkan tanda masih lapar, tambahkan lagi sesuai kebutuhan menggunakan sendok bersih.

Ternyata menyimpan MPASI buatan sendiri tidak sesulit yang dibayangkan ya, Moms. Dengan begitu, tidak ada alasan lagi untuk tidak memasak sendiri makanan bernutrisi untuk Si Kecil, sesibuk apa pun aktivitas Moms sehari-hari bukan?

(RGW)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.