15 Februari 2024

10+ Ragam Pakaian Adat Jawa Tengah untuk Pria dan Wanita

Busana adat Jawa Tengah bukan hanya kebaya, lho Moms!

5. Surjan

Surjan
Foto: Surjan (Wikimedia.org/bangbangpur)

Surjan adalah bentuk pakaian adat Jawa yang identik dengan motif lurik.

Biasanya dikenakan bagi kaum pria sebagai acara adat atau kebudayaan tertentu. Keunikannya, penggunaan Surjan terbatas untuk wilayah Yogyakarta.

Motif dasar Surjan utamanya adalah lurik, meskipun dapat pula bahan bermotif kembang-kembang.

Melansir KRJogja, Surjan lurik ini pertama kali dibuat oleh Sunan Kalijaga sebagai pakaian Takwa.

Surjan merupakan busana adat Jawa atau disebut busana Kejawen penuh dengan Piwulang Sinandhi.

Ini merupakan suatu ajaran tersirat yang terkait dengan filosofi Jawa (Kejawen).

Pakaian adat Jawa ini bermakna garis-garis melambangkan kesederhanaan.

Di dalam Keraton, ukuran garis-garis atau lurik ini melambangkan jabatan si pemakainya.

Baca Juga: Kenali Jenis Tarian Tradisional Jawa Barat untuk Edukasi Anak

6. Blangkon

Blangkon
Foto: Blangkon (Flickr.com/budi wicaksono)

Blangkon adalah hiasan kepala tradisional yang dibuat dari bahan kain batik yang dikenakan oleh pria Jawa.

Saat ini, Blangkon terkenal di kalangan wisatawan sebagai suvenir koleksi serta ciri khas budaya Jawa.

Keunikan tentang Blangkon adalah memadukan serban dari pakaian Islami dengan budaya Hindu, yang mencerminkan pengaruh Hindu dan Islam dalam budaya Jawa.

Pakaian adat Jawa Tengah ini memiliki empat jenis, tergantung dari asalnya. Ini termasuk jenis Yogyakarta, Surakarta, Kedu, dan Banyumas.

Tentunya semuanya memiliki bentuk yang berbeda-beda dengan ciri khasnya.

7. Jarik

Jarik
Foto: Jarik (Instagram.com/abimtriyan)

Hampir setiap orang Indonesia memiliki kain batik ini, Jarik. Tak heran, jika Jarik dikenal sebagai salah satu ciri khas kain Jawa.

Sebagai kain serba guna yang cocok untuk hampir semua acara, Jarik telah menjadi barang penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, khususnya pakaian adat Jawa Tengah.

Dapat digunakan sebagai pakaian, gendongan bayi, alas tidur bayi, pakaian formal, dan keperluan lainnya.

Keunikan busana tradisional ini, Jarik juga bisa menunjukkan status pemakainya dari motif polanya.

Jarik bisa dipadukan dengan kebaya ataupun beskap bagi pemakainya.

8. Stagen Kebaya

Stagen Kebaya
Foto: Stagen Kebaya (Instagram.com/maudyayunda)

Stagen adalah gulungan kain yang secara tradisional dikenakan oleh pria dan wanita Jawa.

Dipakai pada acara penting ataupun upacara adat pernikahan Jawa.

Saat batik dililitkan di pinggang, mengenakan stagen akan membantu menonjolkan bentuk tubuh wanita dan menjaga batik tetap di tempatnya saat pemakainya bergerak.

Motif dan warnanya tentu beragam, Moms bisa memilih sesuai dengan warna kebaya yang dikenakan.

Baca Juga: 14 Obat Tradisional Pneumonia pada Bayi dan Balita

9. Beskap

Beskap
Foto: Beskap (Thebridedept.com)

Pakaian adat Jawa Tengah berikutnya adalah Beskap.

Seiring perkembangan zaman, Beskap dan Jawi Jangkep sering dikenakan secara terpisah.

Dipakai untuk pria dan memiliki warna yang sangat beragam, tapi biasanya identik dengan warna gelap dan polos.

Teksturnya yang tebal menyerupai jas, dan disertai dengan kerah baju yang tidak memiliki lipatan.

Keunikan pada Beskap, ia memiliki perbedaan ukuran potongan pada bagian depan yang tidak simetris, lho.

Tujuan dari ketidaksimetrisan, yaitu untuk antisipasi pemakaian aksesori keris dan lainnya.

Diketahui, Beskap memiliki beberapa jenis yang berbeda, di antaranya:

  • Beskap gaya Yogya: beskap yang merujuk pada pakem Keraton Kasultanan.
  • Beskap gaya Solo: beskap yang terinspirasi dari pakem budaya Keraton Kasunanan.
  • Beskap Landung: beskap dengan bagian depan yang panjang.

Jika Moms memperhatikan, kancing pada Beskap ada pada sisi kanan dan kiri dengan pola yang bisa dibilang cukup unik yaitu menyamping.

Beskap pada pria biasanya dipakai dengan jarik khas Jawa hingga menutupi kaki.

Pakaian adat Jawa Tengah tak lengkap jika tidak ada aksesoris di dalamnya.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb