28 Januari 2019

Pemberian Puree Buah dan Sayur untuk MPASI, Ini Kata Ahli

Sayur dan buah bukan makanan utama bayi

Belakangan, banyak ibu termakan tren pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang muncul di media sosial. Ibu-ibu itu memberikan puree buah atau sayur untuk makanan pertama anak-anak mereka.

Apakah ini tepat? 

Kandungan Gizi Protein Nabati Tidak Lengkap

purees 4x3
Foto: purees 4x3

Foto : babycenter.com

Tapi, tahukah Moms? Pemberian menu puree buah atau sayur sebagai makanan pertama anak ternyata salah kaprah. Dr. dr. Damayanti R. Sjarif, Sp.A(K), Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik FKUI/RSCM, menegaskan bahwa sayur dan buah bukan menu utama untuk bayi yang baru belajar makan makanan padat.
“Salah kaprah. Sayur mayur di kasih ke bayi. Padahal itu tidak utama,” kata dr Damayanti pada acara FFI MilkVersation Hari Gizi Nasional 2019: Investasi Pangan Hewani, Stunting, dan Upaya Selamatkan Generasi Mendatang, Rabu (23/1).
Dijelaskan, untuk membentuk otak, bayi membutuhkan asupan karbohidrat, protein, dan lemak. Protein yang utama pun adalah protein hewani karena mengandung asam amino lengkap. Tidak seperti pada protein nabati.
Menurut dr Damayanti, tren pemberian puree sayur dan buah, atau tepung-tepung organik berbasis nabati tidak akan mencukupi kebutuhan nutrisi anak. Puree buah atau sayur tentu boleh diberikan, tapi hanya jadi pendamping yang utama.
“Malah sebetulnya sayur mayur itu baru dikasih setelah di atas 2 tahun,” jelas dr Damayanti.

Baca juga : 7 Kombinasi Buah-Buahan yang Bagus untuk MPASI

Protein Hewani Tidak Harus Mahal

screen shot 2019 02 07 at 6.44.43 pm
Foto: screen shot 2019 02 07 at 6.44.43 pm

Foto : unsplash

Protein hewani, kata dr Damayanti, tidak harus mahal seperti ikan salmon Norwegia atau daging impor lainnya. dia menjelaskan, susu dan telur merupakan sumber protein hewani yang paling baik. Diikuti dengan produk susu, unggas, ikan, hati, dan daging.
“Anak bisa diberi telur, hati ayam, dan berbagai jenis ikan lokal yang harganya relatif terjangkau. Kan tidak harus mahal,” tambah dr Damayanti.

Baca juga : Bisa Turunkan Kolesterol, Ini 5 Manfaat Tempe untuk Kesehatan

Berikan Makanan Keluarga

screen shot 2019 02 07 at 6.39.54 pm
Foto: screen shot 2019 02 07 at 6.39.54 pm

Foto : unsplash

Selain itu, dr Damayanti juga menyarankan orang tua untuk segera mengenalkan menu keluarga pada anak mereka yang baru belajar makanan padat. Dia mencontohkan nasi uduk. Anak berusia 6 bulan boleh mengonsumsi nasi uduk. Tapi, tentu saja teksturnya disesuaikan untuk usianya.
Dia mencontohkan nasi uduk dengan telur sebagai salah satu pilihan menu MPASI. “Nasi uduk kan nasi berbumbu dan santan. Itu sudah karbohidrat dan lemak. Tinggal tambahkan proteinnya, bisa berupa telur dadar, lalu blender halus,” jelas dr Damayanti.
Jika ibunya terbiasa makan rendang atau opor, anak juga bisa diberikan menu yang sama, namun dengan tekstur yang sesuai untuk usianya. Menurut dr Damayanti, jangan takut anak tidak suka makanan tersebut.
“Anak itu sudah kenal makanan yang dimakan ibu lewat air ketuban ketika dalam kandungan dan lewat ASI. Jadi mereka sudah kenal rasa itu dan akan suka.

Baca juga : Mengapa Kebiasaan Makan Malam Bersama Keluarga Penting untuk Anak?

Berikan Garam dan Gula

screen shot 2019 02 07 at 6.41.44 pm
Foto: screen shot 2019 02 07 at 6.41.44 pm

Foto : unsplash

Dr Damayanti juga mengatakan bahwa ibu jangan takut untuk memberi gula dan garam pada MPASI anak. Tanpa gula dan garam, makanan jadi tidak enak sehingga anak tidak mau makan. Dia juga menambahkan bahwa penambahan gula garam bukan melulu perkara rasa.
“Garam dan gula punya peran penting pada pertumbuhan anak. Tapi tentu tidak boleh berlebihan juga,” terang dia.

Baca juga : Bagaimana Menyimpan Gula dan Garam yang Tepat?

Itulah kata ahli soal tren pemberian puree tunggal untuk MPASI anak. Setelah mendapat penjelasan, jadi semakin paham kan Moms?

(AND)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.