Newborn

NEWBORN
21 Maret 2019

Apa Penyebab Bayi Muntah dan Bagaimana Cara Menanganinya?

Gejala infeksi hingga alergi ASI masuk dalam daftar penyebab bayi muntah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Bayi muntah adalah hal yang umum terjadi. Namun, tetap saja pasti membuat Moms jadi khawatir dan mencoba mencari tahu kenapa bayi muntah.

Apakah hanya muntah biasa atau merupakan awal dari sebuah penyakit serius? Nah, saatnya Moms cek apa saja penyebab bayi muntah dan apa yang sebaiknya dilakukan usai bayi muntah agar perutnya kembali nyaman.

Apa Penyebab Bayi Muntah?

penyebab bayi muntah dan penanganannya

Bayi muntah bisa disebabkan oleh berbagai alasan. Tentu menjadi sulit bagi Moms untuk menentukan penyebab pasti bayi muntah, karena Si Kecil belum bisa mengungkapkan apa yang perutnya rasakan.

Namun, Moms bisa mengenali tanda-tanda tertentu kenapa bayi muntah. Berikut ini beberapa penyebab bayi muntah:

1. Makan Terlalu Banyak

Makan terlalu banyak dan terlalu cepat adalah penyebab paling umum kenapa bayi muntah.

Untuk itu, pastikan porsi makan atau menyusui sesuai, Moms juga bisa membantunya bersendawa untuk mengurangi risiko muntah.

2. Refluks atau Gumoh

Saat bayi selesai menyusui, tidak jarang bayi memuntahkan sedikit atau banyak susu yang baru diminumnya.

Hal ini merupakan kondisi yang normal dan biasa terjadi pada bayi di bawah usia 1 tahun. Sama seperti penyebab sebelumnya, membuat bayi bersendawa akan mengurangi risiko bayi muntah.

Baca Juga: Bayi Sering Muntah Setelah Menyusu? Hati-hati Terkena Stenosis Pilorus

3. Sakit atau Infeksi

“Di awal bulan kehidupan bayi, sistem imun bayi belum bekerja sempurna. Sehingga ia rentan mengalami infeksi,” ungkap Dr. Morag Martindale.

Menurutnya, bayi muntah merupakan salah satu gejala penyakit atau infeksi tertentu. Sehingga perlu penanganan dokter, jika bayi muntah juga disertai dengan diare, demam, dehidrasi, dan gejala penyakit lainnya.

4. Alergi Susu atau Makanan

Jika bayi memuntahkan susu formula, konsultasikan pada dokter anak untuk mengganti susu lain.

Pertimbangkan untuk beralih ke susu formula soya atau susu formula terhidrolisis. Karena susu jenis ini memecah partikel susu, sehingga lebih mudah dicerna oleh bayi.

Jika bayi muntah usai diberi ASI, bisa menjadi indikasi adanya reaksi alergi dari makanan yang Moms makan.

5. Mabuk Perjalanan

Sama seperti orang dewasa, mabuk perjalanan juga bisa menjadi alasan kenapa bayi muntah. Menurut penelitian, mabuk perjalanan pada bayi dan anak diturunkan dari salah satu atau kedua orang yang juga memiliki masalah yang sama.

Baca Juga: Ini 5 Alasan Mengapa Bayi Sering Memuntahkan ASI

Penanganan Terhadap Bayi Muntah

penanganan terhadap bayi muntah

“Bayi muntah merupakan pengeluaran paksa isi perut. Bayi biasanya akan merasa tidak nyaman dan kesal karenanya,” ungkap Anthony M. Loizides, direktur Aerodigestive Center, Rumah Sakit Anak di Montefiore, New York City, seperti dikutip dari thebump.com.

Itulah mengapa setelah bayi muntah, biasanya ia akan rewel dan menangis. Berikut ini hal yang sebaiknya Moms lakukan setelah bayi muntah:

1. Jika bayi muntah beberapa kali, jangan langsung memberikannya makanan dan minuman. Tunggu beberapa saat hingga bayi tenang, baru memberikannnya air atau ASI sedikit demi sedikit.

2. Jika sudah melewati 12-24 jam dari bayi muntah terakhir, Moms bisa mulai memberikannya makan dan minum seperti biasa. Jika bayi sudah mulai mengonsumsi makanan padat, berikanlah ia makanan yang mudah dicerna sementara waktu.

3. Bantu Si Kecil untuk beristirahat atau tidur yang dapat membantu menenangkan perutnya.

Perhatikan juga konsumsi air atau ASI setelah buah hati muntah ya, Moms. Pastikan ia mendapatkan cairan tubuh yang cukup agar terhindar dari masalah dehidrasi.

(GS)

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait