Home & Living

12 Oktober 2021

7 Penyebab Kucing Mencret dan Cara Mengatasinya

Stres bisa menjadi salah satu pemicu kucing mencret, bagaimana mengatasinya?
placeholder

Foto: shutterstock.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Karla Farhana

Sebagai pecinta kucing, tentu Moms akan merasa sedih ketika hewan peliharaan di rumah jatuh sakit, misalnya mencret. Tapi, jangan panik! Yuk, cari tahu penyebab kucing mencret, Moms.

Normalnya, untuk mengetahui gejala kucing mencret, Moms bisa mengamati kebiasaan kucing di rumah.

Terutama jika mereka sudah terlatih menggunakan kotak pasir untuk buang air.

Jika tiba-tiba mereka buang air besar sembarangan dan bentuknya cair, sudah jelas ada masalah dengan pencernaannya atau pertanda kucing mencret.

Tapi jangan panik dulu, Moms. drh. Krista Williams dari VCA Hospital mengatakan, ada berbagai penyebab kucing mencret, berikut pembahasannya.

Baca Juga: Manfaat Baik Memelihara Kucing Bagi Anak

Penyebab Kucing Mencret

be.chewy.com

Foto: be.chewy.com

Ada banyak faktor yang bisa jadi penyebab kucing mencret, tetapi bisa juga jadi tanda penyakit lainnya.

Berikut adalah 7 penyebab kucing mencret dikutip dari Pet Health Work.

1. Parasit

Parasit dapat mengiritasi saluran pencernaan kucing yang melibatkan usus kecil maupun usus besar.

Jumlah parasit yang signifikan bisa membuat kucing mencret lebih sering. Kondisi ini umumnya terjadi pada kucing-kucing muda.

2. Infeksi

Infeksi virus atau bakteri juga bisa membuat kucing mencret. Biasanya ini juga lebih sering terjadi pada kucing-kucing muda.

3. Pola makan

Kucing memang cenderung lebih berhati-hati dengan apa yang mereka makan. Akan tetapi, tak jarang juga mereka memakan benda-benda lain seperti rumput, tali, dan lainnya.

Kondisi tersebut juga bisa jadi penyebab kucing mencret. Bahkan, mengubah jenis atau merek makanan kucing juga bisa membuat kucing mencret.

4. Stres

Bukan hanya manusia yang bisa stres, hewan pun bisa mengalaminya, termasuk kucing.

Kondisi ini menyebabkan gangguan atau iritasi usus bagian bawah atau kolitis.

5. Gangguan Inflamasi Primer

shutterstock_754001650-2-768x512.jpg

Foto: greatpetcare.com

Seperti penyakit radang usus pada manusia, gangguan inflamasi juga bisa membuat kucing mencret.

6. Obat

Sudah jadi rahasia umum bahwa antibiotik tertentu dapat mengganggu saluran pencernaan. Namun, ada juga obat tertentu atau bahkan racun yang bisa membuat kucing mencret.

7. Sembelit

Biasanya kondisi ini terjadi pada kucing yang lebih tua. Mereka cenderung mengalami masalah di usus besar yang menyebabkan sembelit.

Dalam kasus ini, kucing menjadi lebih banyak mengeluarkan kotoran cair.

Yang perlu diingat, Moms adalah orang yang paling mengenal kucing peliharaan sendiri.

Jika khawatir pada kesehatan kucing kesayangan, jangan ragu untuk menghubungi dan membawanya ke dokter hewan.

Baca Juga: Memelihara Kucing Pasti Terkena Toksoplasma?

Cara Mengatasi Kucing Mencret di Rumah

kucing mencret

Foto: thecatloop.com

Ada cukup banyak potensi yang jadi penyebab kucing mencret.

Jika kucing mencret secara teratur, sebaiknya Moms memeriksakan kucing ke dokter hewan karena kondisi tersebut membutuhkan pengobatan khusus.

Meski begitu, Moms tak perlu panik. Sebelum ke dokter hewan, ada beberapa perawatan sederhana di rumah seperti berikut.

1. Tetap Beri Makan

Menurut dokter hewan lainnya drh. Mike Paul, beberapa tahun lalu banyak dokter hewan yang berpikir puasa singkat untuk ‘mengistirahatkan usus’ merupakan solusi mengatasi gangguan gastrointestinal (GI).

Kini, para dokter hewan menyadari usus kucing membutuhkan nutrisi untuk menyembuhkan diri. Jadi, jangan lupa untuk tetap memberikan 'anabul' makanan bergizi di rumah, ya!

2. Diet Kucing

Dia juga menyarankan untuk diet rendah lemak yang hambar seperti ayam rebus tanpa kulit.

Meningkatkan asupan serat lebih baik, karena serat merupakan ‘penyeimbang’ yang bagus untuk kucing sembelit maupun kucing mencret.

Namun menurut drh. Krista, yang terbaik adalah makanan yang disediakan oleh dokter hewan.

Yaitu makanan yang sudah diformulasikan secara khusus dengan keseimbangan serat untuk memberi makanan bakteri baik pada usus kucing.

Baca Juga: Suka Pelihara Anjing atau Kucing? Kenali Bahaya Bulu Hewan Untuk Kesehatan

3. Obat

corydonanimalhospital.ca

Foto: corydonanimalhospital.ca

Dalam beberapa kasus, drh. Krista mengatakan, obat cacing atau probiotik yang mendukung kesehatan usus kucing dapat diresepkan.

Menurutnya, banyak probiotik tersedia yang berguna untuk kucing mencret.

Meski begitu, kualitas dan efektivitas dari suplemen tidak selalu diketahui. Sehingga, Moms tetap harus berkonsultasi dengan dokter hewan.

Apalagi jika tidak ada perbaikan kondisi atau bahkan kesehatan kucing memburuk, Moms harus segera menghubungi dokter.

Karena kemungkinan besar, kucing peliharaan Moms membutuhkan perawatan yang lebih agresif.

Kehilangan cairan merupakan salah satu aspek paling serius dari kucing mencret akut atau berkepanjangan.

Terlebih jika disertai muntah. Hasilnya, dehidrasi dapat meningkat dengan cepat.

Untuk memperbaiki kondisi ini, kucing membutuhkan cairan intravena yang biasanya diberikan di bawah kulit, di atas bahu.

Banyak rekomendasi pemberian obat untuk kucing mencret, termasuk obat yang biasa digunakan manusia.

Penting untuk diingat, jangan pernah menganggap obat manusia aman untuk kucing.

Beberapa obat manusia berbahaya bagi kucing, terutama produk yang mengandung asam asetilsalisilat (aspirin) atau asetaminofen (bahan aktif dalam Tylenol).

Keduanya sangat beracun untuk kucing.

Baca Juga: 5 Fakta Kucing Karl Lagerfeld, Popularitasnya Bagaikan Selebriti

Waktu yang Tepat untuk Menghubungi Dokter Hewan

figopetinsurance.com

Foto: figopetinsurance.com

Jika kucing mencret selama lebih dari 2 hari, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter hewan.

Terlebih jika kucing kesayangan Moms menunjukkan tanda-tanda penyakit lain.

Krista Williams mengatakan, penting untuk memberi riwayat medis kucing peliharaan Moms ke dokter hewan secara terperinci.

Idealnya, Moms harus menulis dalam urutan kronologis sebelum pergi ke klinik hewan terdekat.

Jelaskan sedetail mungkin tanggal pertama Moms melihat masalah, perkembangan dan tanda klinis.

Termasuk perubahan pola makan dan makanan apa yang telah dimakan kucing peliharaan Moms dalam 1-2 minggu terakhir.

Perhatikan juga setiap perubahan dalam rutinitas normal kucing peliharaan Moms di rumah.

Seberapa sering buang air besar? Bagaimana warna, konsistensi, dan baunya?

Cek juga apakah kucing menunjukkan gejala lain seperti muntah, kehilangan nafsu makan, lesu, atau penurunan berat badan.

Moms juga bisa mengambil tindakan pertama untuk mengobati kucing mencret di rumah.

Baca Juga: Rayakan International Cat Day, Ini 5 Jenis Ras Kucing Peliharaan yang Lucu dan Super Gemas!

Salah satu caranya adalah mengklasifikasikan jenis kotoran kucing untuk melihat apakah masalahnya dari usus halus atau usus besar.

drh. Mike menjelaskan, volume kotoran akan lebih besar dan berair jika masalah terjadi pada usus halus. Hal itu juga yang membuat kucing dehidrasi.

Jika kucing Moms tidak mencret tetapi terlihat lebih sering mengejan dan tidak nyaman, kemungkinan besar masalah terjadi di usus besar.

Dalam kasus ini, kotoran kucing akan terlihat lunak, berlendir, dan kadang berdarah.

Moms tidak perlu khawatir berlebihan jika kucing di rumah masih terlihat lincah, tetap makan dengan normal meski kotorannya terlihat agak lunak.

Jika kondisinya demikian, Moms bisa menunggu dengan tenang sampai kucing kembali buang air besar untuk mengambil tindakan selanjutnya.

Menurut drh. Mike, yang perlu dikhawatirkan adalah ketika kucing mencret diikuti dengan kondisi lesu atau depresi, nyeri dan tidak nyaman, kotoran terlihat berwarna kehitaman atau berwarna terang dan ada darahnya.

Jika kondisi tersebut terjadi pada kucing di rumah, langkah terbaik adalah mendapatkan diagnosis.

Segera konsultasi dengan dokter hewan supaya kucing Moms bisa mendapat perawatan dan pengobatan yang tepat.

Baca Juga: 13+ Manfaat Daun Kumis Kucing untuk Kesehatan, Salah Satunya Bisa Menurunkan Berat Badan

Semua dokter hewan menyarankan bahwa pemberian obat untuk kucing tetap harus konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Untuk menjaga kesehatan sahabat berbulu Moms di rumah, disarankan untuk tetap teliti memerhatikan kebiasaan kucing di rumah.

Selain itu, tidak ada salahnya melakukan kunjungan rutin ke dokter hewan untuk memeriksakan kesehatan kucing kesayangan Moms.

  • https://www.pethealthnetwork.com/cat-health/cat-diseases-conditions-a-z/cat-diarrhea-when-it-serious-and-how-do-i-stop-it
  • https://vcahospitals.com/know-your-pet/diarrhea-in-cats
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait