12 November 2021

3+ Penyakit Gangguan Gastrointestinal yang Berbahaya, Yuk Ketahui!

Cari tahu juga gejala dan penyebabnya yuk Moms!

Gastrointestinal adalah sebutan untuk organ pencernaan.

Saluran gastrointestinal juga disebut sebagai sistem pencernaan. Biasanya gastrointestinal juga digunakan untuk menyebut lambung dan usus.

Ada beberapa gangguan gastrointestinal yang biasanya dirasakan dan dikeluhkan.

Keluhan tersebut pun biasanya berupa nyeri perut, kembung, diare atau susah buang air besar.

Berikut beberapa penyakit yang berkaitan dengan gastrointestinal.

Baca Juga: Kenali 4 Penyebab Sakit Perut Setelah Makan Pisang dan Cara Mengatasinya

Berbagai Penyakit Gangguan Gastrointestinal

Ini dia jenis-jenis penyakit gastrointestinal.

1. Maag

gastrointestinal
Foto: gastrointestinal

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit maag adalah sebuah kondisi kronis sistem pencernaan yang menyebabkan nyeri ulu hati dan berkepanjangan.

Meski demikian, untuk penyembuhannya penderita harus melakukan konsultasi ke dokter.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases menyebutkan bahwa dokter perlu melakukan diagnosa dan meninjau dan riwayat medis pasien untuk menemukan cara pengobatan yang tepat.

Maag sendiri memiliki berbagai macam penyebab. Biasanya maag pun timbul ketika asam di saluran pencernaan mulai menyerang permukaan bagian dalam lambung atau usus kecil.

Beberapa penyebab maag adalah:

  • Bakteri
  • Sering mengkonsumsi pereda nyeri
  • Gaya hidup tak baik
  • Sering telat makan
  • Faktor psikologis
  • Sensitif terhadap rasa nyeri
  • Gangguan saraf atau otot lambung
  • Berbaring setelah makan

Baca Juga: Sakit Perut Parah, Ini 9 Penyebab Kolik Abdomen dan Cara Mengatasinya

2. Infeksi Usus

gastrointestinal
Foto: gastrointestinal

Foto: Orami Photo Stock

Infeksi usus adalah peradangan yang terjadi pada usus kecil maupun susu besar.

Biasanya orang yang terkena kondisi ini akan mengalami diare dan muntah-muntah.

Ada berbagai macam penyebab infeksi usus.

Penyebab infeksi usus adalah

  • Bakteri E. Coli, Salmonella dan Campylobacter
  • Parasit Entamoeba Histolytica dan Balantidium Coli
  • Virus Cytomegalovirus

Pengobatan infeksi usus sendiri biasanya disesuaikan dengan penyebab.

Infeksi usus yang digolongkan dalam kondisi ringan biasanya akan pulih sendiri dalam beberapa hari. Meski demikian, ada baiknya jika tetap memeriksakan diri ke dokter.

Ada beberapa metode yang bisa dilakukan untuk menangani infeksi usus.

  • Banyak Minum. Banyak binum bisa menjadi salah satu metode yang dilakukan untuk menyembuhkan infeksi usus. Banyak minum bisa mencegah dehidrasi yang disebabkan infeksi usus.
  • Konsumsi Cairan hidrasi. Selain minum yang banyak, Moms juga bisa turut mengonsumsi cairan rehidrasi atau yang kerap disebut oralit.
  • Mengatur Menu Makan. Cara lain untuk mengobati infeksi usus adalah dengan menghindari makanan dan minuman tinggi lemak, gula dan serat.
  • Mengkonsumsi Antibiotik. Salah satu cara untuk mengobati kondisi infeksi usus. Antibiotik biasanya akan diberikan untuk infeksi usus yang disebabkan oleh bakteri.
  • Operasi. Jika kondisi infeksi usus yang parah, dokter biasanya akan memberikan saran untuk melakukan operasi dan mengangkat bagian usus yang bermasalah.

Baca Juga: Moms, Begini Cara Menjaga Kesehatan Pencernaan agar Tidak Sakit Perut Lagi

3. Polip Usus

gastrointestinal
Foto: gastrointestinal (Shutter Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Salah satu penyakit gastrointestinal adalah polip usus.

Polip usus adalah hadirnya benjolan kecil di bagian dalam usus besar.

Dilansir dari Cleveland Clinic, meski kebanyakan polip usus todak membahayakan, namun beberapa jenis polip ini bisa berkembang dan berubah menjadi kanker usus benar.

Biasanya kondisi ini sering muncul pada kelompok usia 50 tahun ke atas, orang dengan obesitas, perokok, serta genetik.

Polip usus sendiri pada umumnya tidak menimbulkan gejala. Hal inilah yang membuat banyak orang tak menyadari kondisi polip usus pada dirinya.

Namun, ini dia gejala yang biasa terjadi pada penderita polip usus:

  • Warna feses berubah
  • Frekuensi buang air besar yang berubah
  • Anemia karena kekurangan zat besi
  • Mengalami nyeri perut

Selain itu, ada beberapa penyebab polip usus yang bisa diwaspadai.

Faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena polip usus adalah:

Jika mengidap kondisi usus besar, ada berbagai cara yang bisa dijadikan pengobatan.

Pengobatan polip usus adalah:

  • Pengangkatan polip dengan kolonoskopi
  • Pengangkatan polip dengan laparoskopi
  • Mengangkat seluruh usus besar

Baca Juga: 12 Manfaat Kulit Sapi untuk Kesehatan, Mengobati Sakit Maag Hingga Menurunkan Berat Badan

4. Kanker Usus

gastrointestinal
Foto: gastrointestinal (shutterstock.com)

Foto: Orami Photo Stock

Kanker usus terbagi menjadi dua, yakni kanker usus besar dan kanker halus.

Dilansir dari Mayo Clinic, kanker usus besar adalah kanker yang menyerang usus besar dan bisa dialami oleh siapa saja dan berbagai kelompok.

Kanker ini pun disebut sebagai kanker kolorektal karena bisa terjadi bersamaan dengan kanker dubur.

Gejala dari kanker usus besar adalah:

  • Diare atau sembelit
  • Perubahan tekstur feses
  • Ditemukan darah dalam feses
  • Sakit perut, kram, kembung, atau bergas
  • Ada keinginan untuk buang air besar secara terus menerus
  • Mudah lelah
  • Penurunan berat badan tidak terkontrol
  • Mengalami sindrom iritasi usus besar
  • Anemia defisiensi besi

American Cancer Society merekomendasikan lansia atau mereka yang berisiko tinggi untuk mempertimbangkan skrining kanker usus besar.

Terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga mengalami kondisi terkait kanker usus.

Biasanya teknik skrining ini akan disesuaikan dengan kebutuhan Moms.

Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan skrining apa yang tepat untuk mencegah kanker usus besar di kemudian hari.

Melakukan medical check up secara rutin juga bantu mengenali kanker usus besar sedari dini.

Baca Juga: SBY Didiagnosis Kanker Prostat, Ketahui Penyebab, Gejalanya, dan Cara Mengobatinya!

Sementara itu, kanker usus halus adalah penyakit langka.

Ada beberapa hal yang bisa memicu terjadinya kanker usus halus.

Kanker ini disebabkan oleh sel dalam jaringan usus halus yang berubah dan mutasi. Kondisi ini menyebabkan sel tumbuh tak terkendali dan membentuk tumor ganas.

Berikut faktor pemicu kanker halus

  • Usia lanjut
  • Laki-laki berpotensi lebih tinggi
  • Mutasi gen
  • Menderita penyakit Corhn
  • Menderita Celiac
  • Keturunan polip usus
  • Imun tubuh yang lemah
  • Merokok dan minum alkohol

Usai mengetahui faktor pemicu kanker halus, Moms juga perlu mengetahui gejala yang dirasakan ketika mengidap kondisi ini.

Gejala kanker usus halus adalah:

  • Sakit perut atau keram
  • Mual dan muntah
  • BAB berdarah
  • Diare
  • Berat badan menurun drastis

Sama seperti kanker usus besar, kanker usus halus perlu proses diagnosis yang panjang. Kanker usus halus sendiri adalah penyakit yang agak sulit untuk diketahui.

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Tak hanya itu, dokter akan melakukan keluhan Moms dan riwayat kesehatan.

Baca Juga: 7 Manfaat Kesehatan Kubis Merah, Salah Satunya Melawan Sel Penyebab Kanker

Tak sampai sana, dokter pin biasanya akan mengajukan permintaan pemindaian untuk memantau perkembangan kanker.

Biasanya dokter akan meminta Moms melakukan X-ray, CT scan atau MRI.

Moms juga mungkin akan diminta untuk melakukan endoskopi.

Endoskopi adalah proses memasukkan kamera kecil ke dalam tenggorokan, lambung dan usus untuk melihat lokasi kanker.

Nah itu dia Moms berbagai macam penyakit yang bisa terjadi di area gastrointestinal. Yuk jaga kesehatan dan ubah pola hidup menjadi lebih sehat!

  • https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/acid-reflux-ger-gerd-adults/treatment
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15370-colon-polypshttps://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15370-colon-polyps
  • https://www.cancer.org/cancer/colon-rectal-cancer/detection-diagnosis-staging/acs-recommendations.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.