03 Mei 2024

Bikin Bau, Ternyata Ini Penyebab Telapak Kaki Bolong-bolong!

Bisa juga muncul di telapak tangan

Moms mungkin bertanya-tanya, sebenarnya apa penyebab telapak kaki bolong-bolong?

Bahkan, kondisi ini bisa membuat telapak kaki menjadi berbau tidak sedap.

Dalam dunia medis, telapak kaki bolong-bolong disebut dengan pitted keratolysis.

Pitted keratolysis adalah infeksi kulit akibat bakteri yang biasanya muncul di telapak kaki atau telapak tangan.

Namun, kondisi ini paling umum terjadi di telapak kaki, terutama bagi orang yang memiliki pekerjaan yang mengharuskan memakai alas kaki tertutup dalam waktu lama.

Baca juga: Sering Alami Kaki kesemutan, Waspada Menjadi Tanda Penyakit Kronis

Misalnya, orang yang bekerja sebagai petani atau tentara. Namun, kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja.

Jika Moms sering membiarkan kaki berada dalam kondisi yang gelap dan lembap untuk waktu yang lama, ini meningkatkan risiko terjadinya telapak kaki bolong-bolong

Penyebab Telapak Kaki Bolong-Bolong

Ilustrasi Kaki Bolong-Bolong
Foto: Ilustrasi Kaki Bolong-Bolong (healthline.com)

Telapak kaki bolong-bolong atau pitted keratolysis adalah infeksi bakteri yang umum terjadi pada kulit telapak kaki.

Pada beberapa kasus, kondisi ini juga bisa terjadi pada telapak tangan.

Dibanding penyakit kulit lain, infeksi yang satu ini memang agak unik karena menyebabkan munculnya lubang-lubang kecil di lapisan atas kulit.

Ini juga membuat kaki berbau tidak sedap.

Pitted keratolysis biasanya terjadi pada orang yang memakai alas kaki hangat tertutup untuk waktu yang lama, seperti tentara, pelaut, dan atlet.

Menurut studi pada 2012 yang dipublikasikan di jurnal Dermatology Reports, kondisi ini lebih sering terjadi di daerah tropis.

Ini terutama terjadi di wilayah di mana banyak orang memiliki kebiasaan berjalan tanpa alas kaki.

Jenis bakteri penyebab telapak kaki bolong-bolong cukup banyak. Beberapa bakteri yang paling umum menyebabkan kondisi ini adalah:

  • Corynebacteria
  • Dermatophilus congolensis
  • Kytococcus sedentarius
  • Actinomyces
  • Streptomyces

Berbagai bakteri tersebut biasanya tumbuh subur di lingkungan yang lembap.

Bakteri yang menyebabkan pitted keratolysis menghasilkan enzim protease yang merusak lapisan terluar epidermis, membentuk lubang kecil pada kulit.

Hal inilah yang jadi penyebab telapak kaki bolong-bolong.

Jadi, kombinasi keringat, bersama dengan kaus kaki atau sepatu yang ketat dapat menciptakan kondisi yang sempurna bagi bakteri untuk berkembang biak.

Beberapa faktor risiko lain yang meningkatkan risiko terkena infeksi kulit ini adalah:

  • Tidak mengeringkan kaki secara menyeluruh setelah mandi
  • Tidak memakai kaus kaki dengan bahan yang menyerap keringat
  • Berbagi handuk dengan orang lain

Selain itu, beberapa kelompok orang yang pekerjaannya dapat menjadi penyebab telapak kaki bolong-bolong adalah:

  • Atlet
  • Petani
  • Pelaut dan pekerja perikanan
  • Pekerja industri
  • Orang yang bekerja di militer

Faktor risiko lain yang dapat membuat seseorang lebih mungkin mengembangkan infeksi kulit ini adalah:

  • Berada di daerah dengan cuaca panas dan lembap
  • Banyak berkeringat di tangan atau kaki
  • Memiliki kulit menebal di telapak kaki
  • Menderita diabetes
  • Sudah lanjut usia
  • Memiliki sistem kekebalan yang terganggu

Baca juga: 5 Cara Mengikat Tali Sepatu Agar Penampilan Jadi Keren

Berbagai Gejala Telapak Kaki Bolong-Bolong

Ilustrasi Kaki Bau (Orami Photo Stock)
Foto: Ilustrasi Kaki Bau (Orami Photo Stock)

Setelah mengetahui penyebab telapak kaki bolong-bolong, penting juga untuk memahami gejalanya.

Seperti dijelaskan, gejala utama infeksi kulit ini adalah munculnya kumpulan lubang kecil di lapisan atas kulit di telapak kaki.

Setiap lubang biasanya berukuran 1-3 milimeter. Kulit telapak kaki mungkin juga terlihat putih atau keriput.

Lubang biasanya mengelompok di sekitar bagian depan telapak kaki, tumit, atau keduanya. Lubang-lubang ini cenderung tampak lebih menonjol saat kaki basah.

Tanpa pengobatan, lubang-lubang dapat bergabung, membentuk lesi yang mirip kawah besar.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb