Home & Living

24 Oktober 2021

3 Manfaat Tanaman Porang dan Cara Menanamnya, Bisa untuk Diet Lho!

Permintaan tanaman porang semakin meningkat akhir-akhir ini, apa manfaatnya untuk kesehatan?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Meskipun masih terdengar asing, tapi tanaman porang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Budidaya tanaman porang juga terbilang mudah karena tanaman yang satu ini sangat cocok ditanam pada lahan terbuka.

Lalu, apa saja manfaat dan cara menanam tanaman porang? Yuk, baca sampai tuntas penjelasan berikut ini.

Tanaman Porang

Porang atau dalam nama latinnya Amorphophallus muelleri merupakan tanaman herbal yang bisa tumbuh hingga mencapai ketinggian 1,5 meter.

Tanaman ini adalah penghasil umbi yang banyak tumbuh di hutan tropis.

Secara fisiknya, tanaman ini tumbuh dengan batang bercorak belang hijau putih atau tangkai yang tunggal.

Tanaman ini hanya bisa tumbuh di bawah pohon penyangga.

Popularitas tanaman ini belakangan meningkat, sehingga harga porang semakin naik dari tahun ke tahun, membuat banyak petani bisa meraup keuntungan yang lebih besar.

Hal ini disebabkan meningkatnya permintaan pasaran. Porang memang memiliki banyak manfaat baik untuk kesehatan tubuh serta mudah diolah untuk dijadikan bahan pangan dan industri seperti bahan baku pembuatan tepung dan kosmetik.

Baca Juga: 5 Menu Sarapan Pagi untuk Diet yang Ampuh

Manfaat Tanaman Porang

Tanaman porang dan manfaatnya

Foto: radarkediri.jawapos.com

Mengutip dari berbagai sumber, porang memiliki segudang manfaat bagi tubuh yang tersedia karena kandungan di dalamnya.

Lantas, apa saja ya kandungan yang terdapat di dalamnya?

Simak manfaat tanaman porang untuk kesehatan berikut ini:

1. Cocok untuk Diet dan Kaya akan Serat

Tanaman porang bisa digunakan untuk bahan tepung alternatif karena kaya akan glukomanan.

Saat diolah menjadi makanan, glukomanan ini bisa dijadikan pengental alami.

Untuk itulah, kandungan ini sangat penting dalam industri makanan karena serat alaminya bisa dijadikan pengganti agar-agar, memperlambat pengosongan perut, dan mempercepat rasa kenyang.

Menurut Journal of The American College of Nutrition, kandungan glukomanan bisa menurunkan berat badan karena bekerja dengan mengurangi asupan kalori yang masuk ke tubuh.

2. Mengontrol Gula Darah di Dalam Tubuh

Kandungan glukomanan juga bisa membantu mengendalikan kadar gula darah.

Dikutip dari Diabetes research and clinical practice, bahwa glukomanan bisa mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes.

Glukomanan bekerja dengan menekan produksi hormon ghrelin yang merupakan hormon pemicu rasa lapar.

Efeknya, nafsu makan lebih terkendali, sehingga penyerapan karbohidrat jadi melambat dan membuat gula darah tidak melonjak secara drastis.

Penelitian dalam Journal Care juga menunjukkan bahwa pemberian umbi porang pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2 memengaruhi penurunan kadar glukosa dan profil lemak mereka.

3. Menurunkan Kolesterol Tubuh

Dalam The American Journal of Clinical Nutrition juga menyebutkan bahwa tanaman porang mampu membantu menurunkan kolesterol.

Kandungan glukomanan terbukti bisa menurunkan jumlah kolesterol total, trigliserida, dan LDL.

Untuk HDL (kolesterol baik) tidak terpengaruh dengan kandungan yang satu ini.

Selain itu, glukomanan meningkatkan jumlah kandungan kolesterol yang nantinya akan dikeluarkan melalui feses, sehingga membuat jumlah kolesterol yang terdapat di dalam darah jadi lebih sedikit.

Meskipun memiliki banyak manfaat, namun menurut Journal Sirinov kandungan asam oksalat dan kristal CaOX (kalsium oksalat) dalam umbi ini berpotensi mengakibatkan rasa pahit dan gatal.

Untuk itu, dalam mengonsumsi porang tidak boleh berlebihan dan harus diolah dengan benar.

Baca Juga: 9+ Manfaat Daun Singkong untuk Kesehatan, Baik untuk Bumil Juga!

Cara Menanam Tanaman Porang

Moms dan Dads tertarik menanam tanaman porang? Jika memiliki lahan yang cukup dan memenuhi syarat media tanamnya, tanaman porang bisa dibudidayakan, kok!

Berikut adalah cara menanam tanaman porang.

1. Syarat Tumbuh Tanaman Porang

Lahan untuk porang

Foto: mediaindonesia.com

Agar budidaya tanaman porang berhasil, maka ada beberapa persyaratan yang harus Moms dan Dads penuhi ketika ingin menanam pohon ini.

Misalnya saja keasaman tanah yang dibutuhkan tanaman ini adalah pH 6-7 dengan kondisi tanah harus gembur dan tidak tergenang air.

Kegemburan tanah memang jadi faktor pertumbuhan tanaman.

Porang yang ditanam pada tanah keras akan membuat umbi yang ada di dalam tumbuh ke atas.

Hal ini akan menyebabkan umbi mirip dengan singkong jadi lebih memanjang.

Jika ditanam di tanah yang gembur, maka hasil umbi porang akan tumbuh ke samping dan tumbuh membulat besar.

Jika ingin tumbuh lebih bagus, tanamlah porang di tanah yang kandungan pasirnya tinggi.

Tanaman porang membutuhkan naungan agar bisa tumbuh dengan baik dengan tingkat persentase kerapatan minimal 40%.

Naungan pohon yang cocok untuk tanaman ini adalah pohon mahoni, sono, atau jati.

2. Pembibitan Tanaman Porang

Cara menanam tanaman porang bisa dilakukan secara generatif dan vegetatif.

Jika menggunakan teknik generatif, maka lakukan pembibitan terlebih dahulu dalam polybag.

Namun jika yang dipilih adalah metode vegetatif, maka pembibitan tidak perlu dilakukan karena menggunakan umbi atau katak.

Secara umum ada beberapa teknik perkembangbiakan porang yang bisa dilakukan.

  • Katak atau Bintil

Katak disini merupakan bintil porang yang muncul di tangkai daun dan di pangkal. Warnanya coklat agak kehitaman. Biasanya dalam 1 kg porang berisi sekitar 100 butir katak.

Moms dan Dads bisa menyimpan katak hingga musim hujan tiba agar bisa ditanam langsung pada lahan yang sudah disiapkan.

  • Buah atau Biji

Setiap kurun waktu 4 tahun, tanaman porang biasanya menghasilkan bunga yang nantinya menjadi biji atau buah.

Dalam satu tongkol buah bisa menghasilkan 250 butir biji yang bisa digunakan untuk bibit porang. Namun, Moms dan Dads harus melakukan penyemaian dulu.

  • Umbi

Umbi berukuran besar bisa dipecah sesuai ukuran yang diinginkan sehingga bisa ditanam pada lahan yang sudah disiapkan.

Sementara untuk umbi kecil diperoleh dari pengurangan tanaman yang sudah terlalu rapat. Hasil pengurangan ini kemudian dikumpulkan dan dimanfaatkan sebagai bibit.

Baca Juga: 4 Jenis Umbi untuk MPASI Bayi yang Lezat dan Penuh Nutrisi

3. Menanam Tanaman Porang

Menanam porang

Foto: review.bukalapak.com

Tanaman porang sebaiknya ditanam saat awal musim hujan, yaitu di bulan Oktober-Desember.

Lahan terbuka merupakan lahan terbaik untuk menanam tanaman porang karena dapat menghasilkan jumlah lebih besar dengan kualitas lebih tinggi.

Berikut adalah cara menanam tanaman porang:

  • Bersihkan lahan dari gulma lalu dibajak atau lakukan penggemburan lahan.
  • Buat lubang tanam dengan jarak 25x50 cm atau 25x60 cm.
  • Tambahkan pupuk sekam dan kompos di setiap lubang agar pertumbuhan optimal.
  • Bibit dimasukkan satu per satu ke dalam lubang tanam dengan posisi bakal tunas menghadap ke atas.
  • Tiap lubang tanaman diisi dengan 1 bibit porang yang jarak tanamnya sesuai kebutuhan.
  • Tutup bibit dengan tanah olahan atau halus dengan tebal sekitar 3 cm.

4. Pemeliharaan Tanaman Porang

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka Moms dan Dads perlu melakukan perawatan yang cukup insentif.

Setelah tadi mengetahui bagaimana cara menanam tumbuhan porang, maka kini saatnya mengetahui juga bagaimana memeliharanya.

  • Penyiangan

Lakukan penyiangan rutin atau membersihkan gulma yang bisa jadi pesaing dari tanaman porang.

Penyiangan ini dilakukan sebulan setelah umbi porang telah ditanam. Lalu, untuk selanjutnya penyiangan dilakukan saat gulma sudah muncul. Gulma yang sudah disilang ini kemudian ditimbun di dalam lubang agar bisa dijadikan pupuk organik.

  • Penjarangan

Untuk menjaga ketegakan pada tanaman, timbun pangkal batang porang dengan tanah disekitarnya agar guludan bisa semakin tinggi.

Penjarangan juga perlu dilakukan agar umbi bisa tumbuh besar. Penjarangan bisa dilakukan jika dalam 1 lubang tanam terlalu banyak tanaman porang yang tumbuh.

  • Pengendalian Hama

Hama yang menyerang tanaman porang juga harus diberantas seperti ulat, nematoda, belalang, dan lain-lain.

Mereka bisa menyebabkan penyakit pada tanaman porang seperti daun layu, busuk batang semu, dan sebagainya.

Untuk pengendalian nematoda, Moms dan Dads dapat menggunakan carbofuran. Untuk pengendalian hama gunakan Thiodan dan Basudin, sedangkan pengendalian penyakit gunakan fungisida Benlate dan Ridomil.

Baca Juga: 16 Manfaat Buah Sukun, Moms Perlu Tahu!

5. Tahap Memanen Tanaman Porang

hasil panen tanaman porang

Foto: mediaindonesia.com

Tanaman porang bisa dipanen ketika sudah mencapai usia 2 tahun, umbi yang sudah siap dipanen biasanya umbi besar yang beratnya mencapai 1 kg.

Sedangkan umbi yang masih kecil dibiarkan saja untuk dipanen pada tahun berikutnya.

Sebaiknya panen porang pada saat musim kemarau, karena pohon porang memiliki siklus alami yaitu mati saat musim kemarau dan tumbuh saat musim hujan.

Untuk satu pohon porang biasanya bisa menghasilkan 2 kg.

Ciri-ciri porang yang sudah siap dipanen terletak pada daunnya yang sudah kering dan jatuh ke tanah.

Cara memanennya adalah dengan menggali tanaman hingga ke akar, sama seperti cara memanen tumbuhan umbi-umbi lainnya.

Baca Juga: Tak Perlu Tahan Lapar Saat Diet, 5 Makanan Ini Bikin Kenyang Lebih Lama

Nah, itu tadi manfaat dan cara menanam tanaman porang. Selamat mencoba!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2940117/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19108925/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18842808/
  • Cara Budidaya Porang Tanaman Ekspor 2021 - Petani Digital
  • http://balittri.litbang.pertanian.go.id/index.php/publikasi/category/66-sirinov-vol3-no1?download=184%3Asirinov-vol3-no-1-01
  • https://jhttp://balittri.litbang.pertanian.go.id/index.php/publikasi/category/66-sirinov-vol3-no1?download=184%3Asirinov-vol3-no-1-01urnal.unitri.ac.id/index.php/care/article/download/388/387
  • https://www.kompas.com/sains/read/2021/03/18/123200323/mengenal-tanaman-porang-dari-manfaat-budidaya-hingga-jenis?page=all#page2
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait