Kesehatan

16 Oktober 2021

9+ Manfaat Tanaman Krokot, Ternyata Tinggi Nutrisi!

Tanaman krokot yang dianggap gulma, ternyata bisa dimakan dan jadi obat, lho
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Tanaman krokot mungkin dikenal sebagai salah satu tanaman yang menghias kebun dengan bunga-bunganya yang kecil dan berwarna warni.

Meskipun tergolong tanaman liar, rupanya manfaat tanaman krokot untuk kesehatan tidak bisa disepelekan.

Mengenal Tanaman Krokot

Mengenal Tanaman Krokot

Foto: freepik.com

Tanaman krokot, atau yang sebagian masyarakat sebut Gelang, adalah tanaman liar yang umum berada di seluruh dunia.

Meskipun dianggap sebagai tanaman liar atau gulma, tanaman krokot rupanya bisa dimakan.

Tanaman dengan nama latin Portulaca oleracea termasuk kedalam sayuran berdaun hijau yang bisa dimakan dalam keadaan mentah atau dimasak.

Tanaman sukulen ini mengandung sekitar 93% air. Krokot memiliki batang merah dan daun kecil berwarna hijau. Cita rasa tanaman ini asin dan sedikit asam, mirip dengan bayam atau selada air.

Selain itu, tanaman ini juga memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan yang menakjubkan.

Baca Juga: 6 Sayuran yang Bisa Mencegah Penyakit Autoimun, Bisa Jadi Pilihan!

Manfaat Tanaman Krokot

manfaat tanaman krokot

Foto: freepik.com

Dalam The Scientific World Journal dikatakan bahwa tanaman krokot populer sebagai obat tradisional di Tiongkok untuk pengobatan hipotensi dan diabetes.

Secara ilmiah, tanaman ini masih belum terbukti memiliki efek antidiabetes, tetapi masih tetap digunakan untuk tujuan untuk menyembuhkan penyakit diabetes.

Tanaman krokot memiliki zat mucilaginous yang penting untuk pengobatan beberapa masalah kesehatan.

Karena kandungan vitamin dan mineralnya, manfaat tanaman krokot untuk kesehatan juga cukup banyak, di antaranya adalah:

1. Menurunkan Risiko Penyakit Kanker

Manfaat tanaman krokot yang pertama adalah dapat menurunkan risiko penyakit kanker.

Tanaman krokot kaya akan beta karoten. Mengutip dari WebMD, beta karoten adalah karotenoid, salah satu kelompok pigmen tumbuhan yang diketahui memiliki antioksidan dan efek lainnya.

Beta karoten adalah zat dalam tumbuhan yang dapat dengan cepat diubah menjadi vitamin A di dalam tubuh.

Beta karoten sering dianggap sebagai salah satu bentuk vitamin A itu sendiri.

Beta karoten juga merupakan pigmen yang bertanggung jawab atas warna kemerahan pada batang dan daun krokot, dan salah satu dari banyak antioksidan yang ditemukan di krokot.

Antioksidan ini terbukti mengurangi jumlah radikal bebas dalam tubuh.

Radikal bebas adalah produk sampingan oksigen yang dikeluarkan oleh semua sel di dalam tubuh.

Menurunkan jumlah radikal bebas dapat membantu mengurangi risiko kerusakan sel, sehingga hal ini dapat menurunkan risiko penyakit kanker pada tubuh Moms dan Dads.

2. Menyehatkan Jantung

Tanaman krokot juga mampu mendukung sistem kerja jantung atau kardiovaskular, karena tanaman krokot terkenal sebagai tanaman yang kaya akan asam lemak omega-3.

Asam lemak omega-3 adalah lemak penting yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh. Oleh karena itu, kita harus mendapatkannya dari makanan.

Mengutip Healthline, krokot merupakan tanaman yang rendah lemak total, dan sebagian besar lemak yang dikandungnya dalam bentuk asam lemak omega-3.

Faktanya, tanaman ini memiliki tingkat asam lemak omega-3 yang tercatat tertinggi dari semua tanaman di darat.

Asam lemak omega-3 sangat penting untuk mendukung arteri yang sehat dan dapat membantu mencegah stroke, serangan jantung, dan bentuk penyakit jantung lainnya.

Baca Juga: Pentingnya Asam Lemak Esensial Bagi Balita, Ini 4 Kegunaan Utamanya

3. Menyehatkan Tulang

Tanaman krokot merupakan sumber daya mineral yang penting untuk kesehatan tulang, yaitu kalsium dan magnesium.

Kalsium adalah mineral paling umum di tubuh. Tubuh yang kekurangan kalsium dapat menyebabkan osteoporosis.

Di sisi lain, magnesium secara tidak langsung mempengaruhi kesehatan rangka dengan mempengaruhi pertumbuhan sel tulang.

Mengonsumsi kedua mineral ini dengan cukup dapat membantu meningkatkan kesehatan tulang, mencegah komplikasi dari osteoporosis dan penuaan.

4. Kaya Nutrisi

Siapa bilang semua tanaman liar tidak berguna dan tidak bisa dimakan?

Tanaman krokot adalah buktinya. Krokot menjadi salah satu tanaman liar yang kaya akan nutrisi.

Satu porsi 100 gram (3,5 oz) tanaman krokot, setidaknya mengandung:

  • Vitamin A (dari beta-karoten): 26% dari AKG (Angka Kecukupan Gizi).
  • Vitamin C: 35% dari AKG.
  • Magnesium: 17% dari AKG.
  • Mangan: 15% dari AKG.
  • Kalium: 14% dari AKG.
  • Zat Besi: 11% dari AKG.
  • Kalsium: 7% dari AKG.
  • Vitamin B1, B2, B3, folat, tembaga dan fosfor.

Baca Juga: Cari Tahu Manfaat dan Efek Samping Vitamin B Kompleks

5. Kaya Akan Antioksidan

Selain kaya akan nutrisi dan vitamin penting yang dibutuhkan tubuh, tanaman krokot juga mengandung antioksidan dan senyawa bermanfaat untuk kesehatan, di antaranya:

  • Vitamin C: Juga dikenal sebagai asam askorbat, vitamin C adalah antioksidan yang penting untuk pemeliharaan kulit, otot, dan tulang.
  • Vitamin E: Mengandung bentuk vitamin E tingkat tinggi yang disebut alpha-tocopherol, yang dapat melindungi membran sel dari kerusakan.
  • Vitamin A: Mengandung beta-karoten, antioksidan yang diubah tubuh menjadi vitamin A. Vitamin A terkenal karena perannya dalam kesehatan mata dan sistem kekebalan tubuh
  • Glutathione: Antioksidan penting ini dapat melindungi sel dari kerusakan.
  • Melatonin: Melatonin merupakan hormon neurotropik yang berperan penting dalam mengatur pola tidur.
  • Betalain: Ini mensintesis betalains, antioksidan yang telah terbukti melindungi partikel lipoprotein densitas rendah (LDL) dari kerusakan.

6. Kaya Mineral

Tanaman krokot juga kaya akan beberapa mineral penting, misalnya potasium. Mineral ini membantu mengatur tekanan darah.

Lalu, tanaman krokot juga mengandung kalium tinggi, yang dapat mencegah risiko stroke dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Krokot juga merupakan sumber magnesium, nutrisi yang sangat penting yang terlibat dalam lebih dari 300 reaksi enzimatik dalam tubuh. Magnesium dapat melindungi dari penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Ada juga kandungan kalsium, yang merupakan mineral penting untuk kesehatan tulang, serta tanaman krokot juga mengandung fosfor dan zat besi, dalam jumlah yang lebih rendah.

Tanaman krokot yang lebih tua dan lebih dewasa mungkin mengandung lebih banyak mineral daripada tanaman yang lebih muda.

Baca Juga: Makanan Tinggi Protein Bisa Sebabkan Kerusakan Jantung? Ini Penjelasannya

7. Menurunkan Berat Badan

Menurut Food Data Central, dalam 100 gram tanaman krokot hanya mengandung 16 kalori.

Bisa dibilang jumlahnya sangat rendah, namun gizinya cukup tinggi. Selain itu, tanaman krokot juga mengandung serat yang cukup tinggi.

Serat seringkali dipercaya dapat menekan nafsu makan. Sebuah tinjauan dari 44 penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 39% serat meningkatkan rasa kenyang dan 22% yang mengurangi asupan makanan.

Semakin kental seratnya, semakin baik dalam mengurangi nafsu makan dan asupan makanan.

Beberapa bukti menunjukkan bahwa efek penurunan berat badan dari serat secara khusus menargetkan visceral fat, yang merupakan lemak berbahaya di rongga perut dan sering dikaitkan dengan penyakit metabolik.

8. Menyehatkan Mata

Tanaman krokot bermanfaat bagi kesehatan mata karena tanaman ini mengandung vitamin A dan beta karoten yang cukup tinggi.

Vitamin A dan beta-karoten membantu kesehatan mata dengan menjaga permukaan mata, atau kornea, lembap, dan sehat.

Kekurangan vitamin A seringkali menyebabkan mata kering, yang selanjutnya dapat menyebabkan ulkus kornea, pengaburan bagian depan mata, dan kehilangan penglihatan.

Beta-karoten juga dapat membantu meningkatkan penglihatan malam dan tepi.

Beta-karoten paling baik diserap ke dalam tubuh melalui makanan yang Moms dan Dads konsumsi.

Pola makan seimbang yang terdiri dari berbagai buah dan sayuran dapat membantu meningkatkan kesehatan tubuh dan mata secara menyeluruh.

9. Menyehatkan Kulit

Tanaman krokot merupakan sumber vitamin E dan vitamin C yang cukup banyak, keduanya merupakan sumber antioksidan yang baik.

Vitamin E membantu mendukung sistem kekebalan tubuh, fungsi sel, dan kesehatan kulit.

Selain itu, aktivitas antioksidan vitamin C menjadikannya kandidat yang sangat baik sebagai faktor pelindung terhadap radiasi UV. Vitamin C juga terbukti dapat mencerahkan kulit.

10. Mengurangi Kolesterol Jahat

Dalam sebuah studi pada remaja yang obesitas yang dipublikasikan di National Library of Medicine, terbukti bahwa biji tanaman krokot dapat mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, yang keduanya merupakan penyebab utama peningkatan risiko penyakit jantung.

Para peneliti menghubungkan efek ini dengan antioksidan dan senyawa fenolik di dalam biji tanaman krokot.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini 5 Makanan Penurun Kolesterol!

Inilah beberapa manfaat tanaman krokot untuk kesehatan. Saat ini bibitnya pun banyak dijual dengan harga terjangkau.

Moms dan Dads tertarik menanamnya di rumah atau sekadar menyantapnya saja?

  • https://www.webmd.com/vitamins-and-supplements/beta-carotene#1
  • https://www.healthline.com/nutrition/purslane#TOC_TITLE_HDR_3
  • https://www.nvisioncenters.com/diet-and-eye-health/beta-carotene/#:~:text=Beta%2Dcarotene%20is%20an%20antioxidant,the%20cornea%2C%20moist%20and%20healthy.
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3934766/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25195352/
  • https://www.webmd.com/diet/health-benefits-purslane#1
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait