14 Januari 2024

Perbedaan Gaung dan Gema Beserta Contohnya, Pahami!

Kira-kira apa perbedaannya, ya?

Apakah Moms tahu perbedaan gaung dan gema?

Tuhan menciptakan indera pendengar kepada manusia agar dapat mendengar suara dan bunyi di sekitarnya.

Bunyi adalah getaran merambat atau gelombang akustik, yang terjadi melalui media transmisi seperti gas, cairan, atau padat.

Dalam teori fisiologi dan psikologi manusia, suara adalah penerimaan gelombang dan persepsi yang diterima oleh otak.

Salah satu fenomena bunyi adalah gaung dan gema.

Gaung dan gema terjadi karena adanya bunyi yang disuarakan pada kondisi dan lokasi tertentu sehingga menimbulkan bunyi yang tidak jelas atau terdengar berulang-ulang.

Pantulan bunyi inilah yang disebut dengan gaung dan gema.

Baca Juga: Mengenal Otitis Media, Infeksi Telinga yang Perlu Diwaspadai

Apa yang Dimaksud dengan Gema dan Gaung?

Perbedaan Gaung dan Gema (Freepik.com)
Foto: Perbedaan Gaung dan Gema (Freepik.com)

Dalam buku berjudul Getaran dan Gelombang - Persiapan Olimpiade Fisika yang ditulis oleh Prof. Yohanes Surya, Ph.D dijelaskan bahwa gaung adalah bunyi yang terjadi sebelum bunyi asli selesai dibuat.

Contohnya, ketika Moms berada di tempat yang sempit lalu bersuara.

Maka suara yang dilontarkan tidak terdengar jelas karena terganggu oleh bunyi pantul suara tersebut.

Nah, untuk menghindari suara yang tidak jelas alias gaung karena pantulan, maka pembangunan gedung-gedung dirancang dengan ruangan yang menyerupai aula agar suaranya tidak memantul.

Karena pantulan suara dapat mengganggu pendengaran atau komunikasi ketika di dalam gedung.

Sedangkan gema adalah bunyi pantul yang terdengar saat bunyi asli selesai diucapkan.

Gema akan terjadi apabila sumber gelombang suara jaraknya berjauhan dan pantulan suaranya akan terdengar jelas apabila disuarakan di tempat yang luas.

Meskipun banyak orang kerap keliru mengartikan gaung dan gema, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jauh.

Dalam artikel ini, akan dijelaskan lebih lanjut apa saja perbedaan gaung dan gema.

Yuk, simak selengkapnya, Moms!

Baca Juga: Ini Perbedaan Concealer dan Foundation, Jangan Sampai Tertukar!

Perbedaan Gaung dan Gema

Gaung dan Gema (Orami Photo Stock)
Foto: Gaung dan Gema (Orami Photo Stock)

Meskipun gaung dan gema merupakan dua pantulan suara yang dapat didengar atau ditangkap dengan telinga manusia, keduanya pada dasarnya berbeda.

Moms pasti pernah mendengar gaung dan gema dalam pelajaran fisika ketika duduk di bangku sekolah dasar atau SMP.

Nah, berikut ini akan dibahas lebih lanjut mengenai perbedaan gaung dan gema.

1. Jarak

Dalam buku berjudul IPA Terpadu (Biologi, Kimia, Fisika), dijelaskan bahwa perbedaan gaung dan gema terletak pada jarak sumber suara yang menjadi penghalangnya.

Gema terjadi ketika jarak sumber suara jauh dari penghalang gelombang suara.

Dalam hal ini, jeda waktu yang diterima gema sebanding dengan jarak yang dibagi dengan kecepatan suara.

Gema dapat terjadi apabila Moms berteriak di ruangan yang luas, tebing, gunung, hingga perbukitan.

Saat Moms berteriak di tempat-tempat tinggi dan luas itu, maka suara gema yang muncul akan terdengar lebih jelas.

Hal ini berbeda dengan gaung yang terjadi ketika jarak sumber suara lebih dekat dari penghalang gelombang suara.

Gaung terjadi ketika Moms berteriak di ruangan sempit misalnya di dalam rumah kosong atau goa.

Baca Juga: Kumpulan Doa Naik Kendaraan Darat, Udara, dan Laut

2. Asal Pantulan

Jika sebelumnya jarak jadi salah satu perbedaan gaung dan gema, maka asal pantulan juga merupakan salah satu perbedaan yang menonjol antara gaung dan gema.

Gema muncul usai kita bersuara dan bunyinya terdengar lebih jelas serta berulang-ulang.

Sedangkan gaung muncul saat sumber suara belum selesai dikeluarkan sehingga bunyi pantulannya tidak jelas dan akan bertumpuk dengan suara aslinya.

Baca Juga: Serba-serbi Taman Wisata Matahari, Ide Berlibur di Puncak

3. Hasil Pantulan

Perbedaan gaung dan gema selanjutnya juga terletak pada hasil pantulan yang dihasilkan.

Ketika suara bergema, maka bunyi yang muncul akan lebih jelas.

Hal ini karena sumber suara muncul ketika perkataan selesai diucapkan atau diteriakkan.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.