Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
25 Februari 2022

Apakah Orang Koma Bisa Mendengar Suara di Sekitarnya? Ini Penjelasan Peneliti

Suara atau sentuhan orang yang dikenal ternyata bisa membantu pemulihan pasien koma
Apakah Orang Koma Bisa Mendengar Suara di Sekitarnya? Ini Penjelasan Peneliti

Konon, orang koma bisa mendengar suara di sekelilingnya. Benarkah? Jadi, sebenarnya, apa itu koma?

Koma adalah keadaan tidak sadar yang terjadi akibat kecelakaan traumatis, seperti pukulan di kepala atau kondisi medis lain, seperti beberapa jenis infeksi.

Tentu bukan hal mudah ketika melihat orang yang disayangi dalam kondisi koma. Seseorang biasanya merasa tidak berdaya melihat orang yang dicintainya koma, tapi tidak memiliki cara untuk membantunya.

Namun, pastinya Moms dan orang-orang terdekat harus tetap optimis dan terus membantu proses pemulihan orang yang sedang koma. Sebab, dukungan dan rangsangan dari sekitar akan sangat membantu pemulihan.

Moms tentu ingin orang yang disayangi dapat kembali pulih dan beraktivitas seperti biasanya lagi.

Baca Juga: Ibu Hamil Pingsan, Ketahui Penyebab dan cara Mengantisipasinya

Suara Bantu Pemulihan

pasien

Foto: pasien (Pexels)

Foto: pexels.com

Suara yang akrab didengar pasien sebelum koma dapat membantu pemulihan kondisinya.

Sebuah studi dalam US National Library of Medicine baru-baru ini yang dilakukan oleh para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern dan Rumah Sakit Edward Hines Jr. VA telah menemukan bahwa mendengar suara yang akrab dapat membantu memulihkan kesadaran pasien koma.

Seseorang yang sedang koma akan lebih cepat merespons percakapan tersebut.

Ketua penelitian, Theresa Pape dan rekan-rekannya lantas mengumpulkan data untuk Pelatihan Sensori Auditori Akrab Familiar (FAST) dengan melibatkan 15 pasien cedera kepala tertutup traumatis karena kecelakaan sepeda motor atau mobil, trauma bom dan serangan.

Lalu peserta 12 pria dan 3 wanita yang rata-rata usia 35 tahun berada dalam kondisi vegetatif atau sadar minimal.

Para peneliti lantas memulai pengobatan cepat 70 hari setelah cedera pasien, termasuk pengujian awal yang menguji respons setiap pasien terhadap informasi sensorik.

Para peneliti membuat rekaman audio anggota keluarga yang menceritakan sebuah kisah. Kemudian peneliti membuat para pasien mendengar rekaman tersebut 4 kali seminggu selama 6 minggu melalui handphone.

Para peneliti lantas mengukur kadar oksigen darah di otak pasien koma saat mendengarkan rekaman suara yang mereka kenal sebelum koma.

"Kami percaya mendengarkan suara orang yang dikenal melatih sirkuit di otak yang bertanggung jawab atas ingatan jangka panjang. Stimulasi itu membantu memicu secercah kesadaran pertama," jelas Pape.

Pada akhir minggu pemindaian MRI, hasilnya mengungkapkan otak pasien koma meningkat dalam aktivitas saraf ketika mereka mendengarkan suara orang yang dikenal atau disayangi selama 6 minggu.

Baca Juga: 4 Tips Mudah Mempersiapkan Balita Ke Rumah Sakit

Penderita Koma Dapat Mendengar

koma

Foto: koma (Pexels)

Foto: pexels.com

Sebenarnya ada banyak bukti bahwa orang dapat mendengar dan memahami instruksi lisan selama koma.

Pada 2011, ahli saraf dilansir dari Medical News Today menggunakan teknologi pemindaian fMRI mengamati aktivitas otak seorang pria yang mengalami koma selama 12 tahun setelah kecelakaan.

Mereka meminta pria itu membayangkan dirinya sendiri bermain tenis atau berjalan di sekitar rumahnya. Aktivitas otaknya mencerminkan bahwa ia berpikir untuk melakukan hal-hal tersebut.

Para ilmuwan sekarang percaya bahwa 15 hingga 20 persen orang dalam kondisi vegetatif mungkin sepenuhnya sadar. Kemajuan teknologi berarti bahwa kita lebih mampu memahami apa yang orang alami selama koma.

Jika seseorang yang mengunjungi teman atau anggota keluarga dalam kondisi koma dapat mengajaknya berbicara seperti biasa.

Misalnya, menceritakan orang yang sedang koma aktivitas sehari-hari atau sesuatu yang sedang terjadi dalam kala itu.

Apabila pasien koma termasuk orang yang suka mendengarkan musik, Moms juga bisa memutarkan musik yang mereka sukai.

Meskipun belum jelas seberapa besar pasien koma dapat merespons, tetapi ada kemungkinan pasien bisa mendengar dan memahaminya.

Baca Juga: Kenapa Kita Bisa Pingsan Saat Haid?

Cara Membantu Pasien Koma

pasien koma

Foto: pasien koma (Pexels)

Foto: pexels.com

Menurut Medical News Today, koma merupakan keadaan tidak sadar yang dialami oleh orang-orang sebagai akibat dari kecelakaan, benturan di kepala, atau kondisi medis lainnya.

Selama koma, pasien tidak akan bereaksi pada rangsangan eksternal di sekitarnya. Secara medis, pasien dalam kondisi koma tentu akan mendapat perawatan khusus untuk mempercepat proses pemulihan dan kembali sadar.

Dokter akan memeriksa kondisi pernapasan dan sirkulasi oksigen menuju otak. Biasanya dokter juga dapat memberikan glukosa atau antibiotik jika pasien mengalami diabetes atau infeksi otak.

Pengobatan pasien koma tentu tergantung pada penyebab koma, misalnya gagal ginjal, penyakit hati, diabetes, keracunan, atau kecelakaan.

Dilansir dari Headway, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu mempercepat pemulihan pasien koma. Berikut penjelasannya Moms.

  • Kunjungi pasien koma secara teratur, namun jangan datang dalam jumlah banyak. Kunjungi pasien koma dalam kelompok kecil, bisa terdiri atas beberapa teman atau keluarga.
  • Bantu berikan rangsangan dari luar, misalnya menyentuh tangan atau menyeka wajahnya. Namun, hindari area tertentu jika pasien koma karena kecelakaan fisik.
  • Ajak pasien koma untuk ngobrol Moms. Cobalah ceritakan beberapa hal, misalnya tentang hal-hal lucu, kejadian-kejadian masa lalu, maupun hal-hal yang disukai pasien.
  • Jika diperbolehkan, Moms bisa mencoba memutar lagu kesukaan pasien dan mendengarkannya menggunakan headphone.
  • Berikan beberapa benda di telapak tangan pasien. Pilihlah benda yang ringan dan bisa memberikan sensasi sentuhan, misalnya boneka squishy.
  • Berikan bunga di kamar pasien, Moms juga bisa menyemprotkan sedikit parfum kesukaannya.

Penelitian juga menunjukkan bahwa menstimulasi indera sentuhan, penciuman, suara dan penglihatan dapat membantu orang koma pulih.

Itulah beberapa penjelasan medis mengenai kondisi koma. Ternyata, rangsangan dari luar seperti suara dan sentuhan bisa membantu pemulihan pasien koma Moms.

Sumber

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25613986
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/173655#research
  • https://www.headway.org.uk/media/7913/coma-stimulation-activities-factsheet-2019.pdf