Scroll untuk melanjutkan membaca

RUPA-RUPA
10 Agustus 2022

10 Pernikahan Adat dari Berbagai Suku di Indonesia, Ada Jawa, Sunda, Batak, Bugis, dan Lainnya

Ketaui prosesi pernikahan adat dari beragam daerah di Indonesia serta rangkaian pelaksanaannya
10 Pernikahan Adat dari Berbagai Suku di Indonesia, Ada Jawa, Sunda, Batak, Bugis, dan Lainnya

Indonesia memiliki banyak keragaman yang berbeda-beda di tiap daerah, mulai dari penggunaan bahasa, pakaian adat, hingga pernikahan adat.

Artikel ini akan membahas keberagaman dari pernikahan adat yang ada di Indonesia, yuk simak!

Baca Juga: Yuk, Jelajahi Rumah Adat NTT di Kampung Adat Bena, Wae Rebo dan Ratenggaro!

Pernikahan Adat di Indonesia

Berikut deretan pernikahan adat yang ada di Indonesia.

1. Pernikahan Adat Sunda

Pernikahan Adat Sunda

Foto: Pernikahan Adat Sunda

Foto: adat Sunda (Orami Photo Stocks)

Sama seperti pernikahan pada umumnya, pernikahan adat Sunda memiliki serangkaian prosesi tersendiri yang tentu saja penuh makna. Berikut prosesi pernikahan adat ala Sunda.

  • Pengajian: Keluarga, teman, dan tetangga calon pengantin berkumpul untuk membaca Al-Qur'an/Yasin dengan tujuan mendoakan kedua mempelai
  • Siraman: Arti siraman adalah agar kedua mempelai ingat bagaimana dahulu dimandikan oleh orang tua mereka.
  • Sungkeman: Kedua pengantin harus menundukkan badan dan kepala di depan para lansia dan meminta maaf.
  • Saweran: Kedua mempelai akan dihujani dengan koin, permen, serta nasi. Koin artinya kekayaan, beras artinya kemakmuran, permen artinya manisnya hidup.
  • Nincak Endog: Menginjak telur.
  • Meuleum Haruput: Kedua pengantin menyalakan dan mematikan api secara bergantian.
  • Ngalepaskeun Japati: Membebaskan merpati.
  • Huap Lingkung: Pengantin laki-laki dan perempuan akan diberi makan oleh orang tua mereka.
  • Pabetot Bakakak: Pengantin pria dan wanita akan menarik ayam panggang.

Untuk busana pernikahan, pengantin pria akan mengenakan pakaian berupa mantel, topi putih dengan ikat pinggang putih, kain batik untuk bagian bawah, penutup kepala, dan selop yang berwarna putih.

Pengantin pria juga akan mengenakan hiasan, berupa kalung panjang melati dan keris yang dipakai sebagai senjata tradisional

Sedangkan untuk mempelai wanita, bagian atasnya berupa kebaya putih, sementara bagian bawah berupa kain, ikat pinggang emas, dan sandal putih.

Pengantin wanita akan mengenakan perhiasan mencolok di bagian bahu, kalung panjang, gelang, bros, anting, dan cincin.

Baca Juga: Mengenal Rumah Adat Bengkulu dan Keunikannya

2. Pernikahan Adat Jawa

Pernikahan Adat Jawa

Foto: Pernikahan Adat Jawa

Foto: adat Jawa (Orami Photo Stocks)

Pernikahan adat jawa memiliki banyak prosesi yang harus dilaksanakan oleh kedua pengantin dan juga keluarga pengantin.

Berikut rangkaiannya.

  • Prosesi Pranikah: terdiri dari Pasang Tarub, Bleketepe, dan Tawuhan, Sungkeman, Siraman, Adol Dawet, dan Midodareni.
  • Prosesi Puncak (Akad Nikah): terdiri dari Upacara Pernikahan, Panggih, Balang Gantal, Wijikan, Sinduran, Bobot Timbang, Ngunjuk Rujak Degan, Dulangan, dan Sungkeman.

Untuk busana pernikahan, warna hitam dipilih karena merupakan simbol kebijaksanaan dan kesempurnaan dalam falsafah adat Jawa.

Busana pernikahan adat Jawa memang tampil beda dari baju pernikahan pada umumnya karena membawa makna yang begitu besar.

Dengan menggunakan busana pernikahan berwarna hitam maka diharapkan rumah tangga pasangan suami istri ini akan senantiasa dilimpahi kebijaksanaan dan menuju kesempurnaan yang mereka harapkan.

Baca Juga: 6 Ragam Pakaian Adat Banjar dan Atributnya

3. Pernikahan Adat Palembang

Pernikahan Adat Palembang

Foto: Pernikahan Adat Palembang

Foto: adat Palembang (Orami Photo Stocks)

Karena Palembang ini dulunya adalah daerah kesultanan, prosesi pernikahan adat Palembang masih kental dengan nuansa kesultanannya.

Setiap prosesi pernikahan adat Palembang yang dilakukan memiliki makna tersendiri dan kental sekali dengan makna religi.

Yuk, simak bagian-bagian prosesi pernikahan adat Palembang berikut ini!

  • Madik: Utusan atau perwakilan dari keluarga calon pengantin pria berkunjung ke rumah calon pengantin wanita yang memiliki tujuan untuk berkenalan.
  • Menyenggung: Keluarga akan mengatur waktu untuk tanggal kedatangan berikutnya demi melamar calon pengantin perempuan.
  • Lamaran: Kunjungan ke rumah calon pengantin wanita untuk meminang atau melamar sang gadis pujaan hati calon mempelai pria.
  • Berasan dan Mutus: Musyawarah kedua belah pihak keluarga.
  • Akad Nikah: Akad nikah dilakukan dengan proses seperti umumnya. Mas kawin yang diberikan sesuai dengan kesepakatan kedua keluarga.
  • Mengarak Pacar: Ini merupakan arak-arakan di mana rombongan keluarga pengantin pria tiba di rumah pengantin wanita dan akan disambut ibu sang pengantin wanita.
  • Munggah: Puncak dari prosesi pernikahan adat Palembang. Acara ini dimeriahkan dengan tabuhan rebana yang mengiringi pengantin pria.

Baju pernikahan adat Palembang yang lebih sering dikenakan dan terkenal adalah Aesan Gede.

Baju pernikahan adat Palembang ini melambangkan kebesaran raja Kerajaan Sriwijaya yang kemudian diartikan sebagai busana pengantin pernikahan adat Palembang.

4. Pernikahan Adat Padang

Pernikahan Adat Padang

Foto: Pernikahan Adat Padang (ilmupedia.co.id)

Foto: adat Padang (Orami Photo Stocks)

Tata krama dan upacara adat perkawinan Padang tidak boleh diremehkan karena semua orang Minang menganggap bahwa “Perkawinan itu sesuatu yang agung”, yang kini diyakini hanya “sekali” seumur hidup.

Berikut proses pernikahan adat Padang lebih lengkapnya yang perlu Moms pahami.

  • Maresek: Penjajakan pertama sebagai permulaan dari rangkaian tata-cara pelaksanaan pernikahan.
  • Maminang atau Batimbang Tando: Bertukar tanda.
  • Mahanta Siriah: Minta izin.
  • Babako-Babaki: Pihak keluarga dari ayah calon mempelai wanita (disebut bako) ingin memperlihatkan kasih sayangnya dengan ikut memikul biaya sesuai kemampuan.
  • Malam Bainai: Melekatkan tumbukan halus daun pacar merah atau daun inai ke kuku-kuku calon pengantin wanita.
  • Manjapuik Marapulai: Rangkaian terpenting, di mana calon pengantin pria akan dijemput dan dibawa ke rumah calon pengantin wanita untuk melangsungkan akad nikah.
  • Penyambutan di Rumah Anak Daro: Tradisi menyambut kedatangan calon mempelai pria di rumah calon mempelai wanita.
  • Tradisi Usai Akad Nikah: Terdapat lima rangkaian, yaitu Mamulangkan Tando, Malewakan Gala Marapulai, Balantuang Kaniang atau Mengadu Kening, Mangaruak Nasi Kuniang, Bamain Coki.

Baca Juga: 10+ Jenis Pakaian Adat Aceh, Penuh dengan Filosofis

5. Pernikahan Adat Bugis

Pernikahan Adat Bugis

Foto: Pernikahan Adat Bugis (shutterstock.com)

Foto: adat Bugis (Orami Photo Stocks)

Rangkaian pernikahan adat Bugis terdiri dari beberapa prosesi. Berikut rangkaian acara pernikahan adat Bugis yang penuh dengan makna dan nilai suku.

  • Mammanu'-manu': Calon mempelai laki-laki akan mendatangi orangtua mempelai perempuan dan meminta izin untuk mempersunting gadis pujaan.
  • Mappetuada: Bertujuan untuk mengumumkan apa yang telah disepakati sebelumnya mengenai tanggal pernikahan, mahar dan lain-lain.
  • Mappasau Botting: Pengantin menjalani perawatan tradisional seperti mandi uap dan menggunakan bedak hitam dari campuran beras ketan, asam Jawa dan jeruk nipis.
  • Cemme Passih: Ritual ini merupakan mandi tolak bala yang dilakukan untuk meminta perlindungan Tuhan dari bahaya.
  • Mappanre Temme: Khatam Alquran dan pembacaan barzanji yang dipimpin oleh seorang imam.
  • Mappacci: Prosesi siraman untuk tolak bala dan membersihkan calon mempelai lahir dan batin.
  • Mappenre Botting: Mengantar mempelai laki-laki ke rumah mempelai perempuan.
  • Mappasiluka: Mempelai laki-laki dituntun menuju kamar mempelai perempuan untuk melakukan sentuhan pertama.
  • Mapparola: Mempelai perempuan melakukan kunjungan balasan ke rumah mempelai lelaki.
  • Massita Beseng: Sebagai penutup rangkaian acara pernikahan, kedua keluarga pengantin bertemu di rumah pengantin perempuan.

Untuk busana pernikahan Bugis, menggunakan baju bodo sebagai baju kebesaran yang digunakan mempelai wanita.

Baju Bodo berbentuk segi empat dengan lengan pendek, biasanya dilengkapi perhiasan seperti kalung, gelang, dan hiasan kepala saat dikenakan.

6. Pernikahan Adat Batak

Pernikahan Adat Batak

Foto: Pernikahan Adat Batak (thebridedept.com)

Foto: adat Batak (Orami Photo Stocks)

Pernikahan adat Batak Toba terdiri dari banyak prosesi dan mengeluarkan banyak biaya sehingga dikenal sebagai pernikahan mahal.

Adapun tata cara pernikahan adat Batak yang disebut dengan Na Gok, yaitu pernikahan orang Batak secara normal berdasarkan ketentuan adat terdahulu yang melibatkan unsur Dalihan Na Tolu adalah sebagai berikut:

  • Mangaririt: Tahap persiapan pernikahan yang meliputi memilih gadis yang akan dijadikan istri berdasarkan kriteria pria atau keluarganya.
  • Mangalehon: Tanda memiliki makna pemberian tanda apabila seorang pria telah menemukan wanita sebagai calon istrinya.
  • Marhusip atau melamar: Pihak laki-laki melamar perempuan yang akan menjadi bagian keluarga mereka.
  • Marhata sinamot: Kegiatan yang membicarakan berapa jumlah sinamot dari pihak pria, hewan apa yang akan disembelih, berapa banyak ulos, berapa banyak undangan yang akan disebarkan, dan di mana dilaksanakannya upacara pernikahan tersebut.
  • Pundun Saut: Pihak kerabat pria akan mengantarkan ternak yang sudah disembelih untuk diterima oleh pihak parboru dan setelah makan bersama dilanjutkan dengan pembagian Jambar Juhut (daging) kepada anggota kerabat.
  • Martumpol: Disebut juga sebagai acara pertunangan.
  • Martonggo Raja: Kedua pihak dari calon pengantin akan membahas prosesi adat hari H lebih rinci lagi.
  • Manjalo Pasu-Pasu Parbagason: Pemberkatan pernikahan.
  • Ulaon Unjuk: Pesta adat.
  • Dialap jual: Jika pesta pernikahan diselenggarakan di rumah pengantin wanita, maka dilaksanakanlah acara membawa pengantin wanita ke tempat mempelai pria.
  • Ditaruhon Jual: Jika pesta pernikahan dilaksanakan di rumah pria, maka pengantin wanita dibolehkan pulang ke tempat orang tuanya, untuk kemudian diantar lagi oleh para namboru (saudara) nya ke tempat sang suami.
  • Paulak Une: Langkah untuk kedua belah pihak bebas saling berkunjung-mengunjungi setelah beberapa hari berselang upacara pernikahan yang biasanya dilaksanakan seminggu setelah upacara pernikahan.
  • Manjae: Setelah beberapa lama pengantin pria dan wanita menjalani hidup berumah tangga (kalau pria tersebut bukan anak bungsu), maka ia akan dipajae, yaitu dipisah rumah dan mata pencarian.
  • Maningkir Tangga: Setelah pengantin manjae atau tinggal di rumah mereka, orang tua beserta keluarga pengantin datang untuk mengunjungi rumah mereka dan diadakan makan bersama.

7. Pernikahan Adat Betawi

Pernikahan Adat Betawi

Foto: Pernikahan Adat Betawi (Mahligai-indonesia.com)

Foto: adat Betawi (Orami Photo Stock)

Pernikahan adat Betawi sangat dipengaruhi oleh budaya bangsa Arab dan Tionghoa yang bisa dibilang unik atau beda dari yang lain.

Penasaran bagaimana prosesi pernikahan adat Betawi? Ini dia ulasannya, Moms!

  • Melamar: Pada tahapan ini, pihak keluarga calon pengantin pria untuk meminta izin secara resmi kepada pihak calon mempelai wanita.
  • Tande Putus: Prosesi ini hampir sama dengan proses melamar. Pihak utusan dari laki-laki yang datang menemui keluarga calon mempelai perempuan adalah orang-orang dari keluarga pria yang telah dipercaya.
  • Penentuan Mahar.
  • Masa Dipiare: Calon pengantin wanita (none mantu) dijaga oleh tukang piare atau dukun pengantin selama satu bulan.
  • Siraman.
  • Potong Centung: Kegiatan membersihkan rambut yang tumbuh di sekitar tengkuk, leher, dan pelipis calon wanita.
  • Ngerudat: Prosesi iring-iringan rombongan calon mempelai pria menuju kediaman calon pengantin wanita.
  • Palang Pintu: Tradisi berbalas pantun dan adu silat sebelum mempelai pria diterima masuk ke dalam rumah calon mempelai wanita.
  • Akad Nikah.
  • Dipuade: Kedua mempelai duduk dan tukang rias membuka cadar atau penutup wajah mempelai wanita.

8. Pernikahan Adat Lampung

Pernikahan Adat Lampung

Foto: Pernikahan Adat Lampung (shutterstock.com)

Foto: adat Lampung (Orami Photo Stock)

Pernikahan adat Lampung terdiri dari dua adat istiadat, yaitu Sai Batin dan Pepadun. “Sai Batin” berarti Satu Penguasa (Raja) sedangkan “Pepadun” berarti Tempat Duduk Penobatan Penguasa.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pernikahan adat Lampung, cari tahu rangakaian prosesinya yuk, Moms!

  • Akad Nikah.
  • Ngurukken Majeu (Ngerukuk): Mempelai perempuan dibawa ke rumah mempelai pria dengan mengendarai Rato. Rato adalah sejenis kereta roda empat atau bisa juga dengan di tandu yang diangkat oleh empat orang pria.
  • Tabuhan Talo Balak: Ketika telah tiba dirumah mempelai pria, kedua mempelai akan disambut dengan tabuhan khas Lampung yaitu talo balak dan juga tarian khas Lampung sambil mengiringi menuju pelaminan.

9. Pernikahan Adat Bali

Pernikahan Adat Bali

Foto: Pernikahan Adat Bali (thebridedept.com)

Foto: adat Bali (Orami Photo Stock)

Setiap tahun pernikahan adat Bali yang dilakukan membutuhkan banyak persiapan, tetapi seluruh prosesi tersebut sarat akan makna dan memiliki tujuan baik bagi kedua calon pengantin.

Lalu, seperti apakah pernikahan adat Bali dalam agama Hindu? Simak selengkapnya.

  • Menentukan Hari Baik.
  • Ngekeb: Upacara dalam pernikahan adat Bali yang bertujuan untuk mempersiapkan calon pengantin wanita.
  • Ngungkab lawang: Membuka pintu.
  • Mesegeh Agung: Sebelum memasuki pekarangan rumah mempelai pria, kedua calon pengantin harus menghadapi prosesi mesegeh Agung.
  • Medengen-dengenan (Mekala-kalaan): Prosesi medengen-dengenan (mekala-kalaan) akan dipimpin oleh seorang pemimpin agama, seperti pendeta ataupun pemangku adat sesuai dengan adat dan budaya masing-masing daerah.
  • Upacara Mewidhi Widana: Pada upacara ini, kedua mempelai akan memakai pakaian kebesaran pengantin atau bisa juga dengan pakaian adat biasa sesuai kemampuan.
  • Upacara Mejauman (Ma Pejati): Dalam prosesi pernikahan adat Bali ini, wanita yang mengikuti sang suami datang kembali ke keluarga wanita didampingi oleh keluarga besar, kerabat dan tetangga dari keluarga pria.
  • Natab Pawetonan: Ritual ini dilakukan di atas tempat tidur dengan cara menyerahkan seserahan berupa barang bernilai, seperti perhiasan dan pakaian oleh mempelai pria kepada ibu dari mempelai wanita.
  • Bekal (Tadtadan): Bekal (tadtadan) dilakukan dengan cara memberikan seperangkat perhiasan atau pakaian ibadah dari ibu kepada anak wanitanya.
  • Mejaya-jaya: Upacara ini dilaksanakan setelah pasangan pengantin telah sah menjadi suami istri dan melambangkan harapan agar selalu diberi kemudahan serta bimbingan dari para Sanghyang Pramesti Guru.

10. Pernikahan Adat Aceh

Pernikahan Adat Aceh

Foto: Pernikahan Adat Aceh (shutterstock.com)

Foto: adat Aceh (Orami Photo Stocks)

Dalam pernikahan adat Aceh, diisi dengan syarat-syarat dan unsur kekeluargaan dan penghormatan terhadap Tuhan dan sesama manusia.

Adapun tahapan dan prosesi pernikahan adat Aceh, antara lain:

  • Jak Keumalen (Cah Roet): Ini merupakan prosesi merintis jalan yang dilakukan untuk mencari tahu dan mengenal calon mempelai wanita.
  • Jak Meu Lake Jok Theulangke (Jak ba Ranub): Ini seperti halnya prosesi lamaran.
  • Malam Peugaca atau Inai: Menjelang hari pernikahan, kedua mempelai akan mengadakan upacara selamatan pada malam hari dalam waktu 3 sampai 7 hari. Ini dinamakan malam Peugaca.
  • Pernikahan atau Ijab Kabul.
  • Meratakan Gigi: Gigi seorang gadis yang telah menikah harus dipotong dengan alat pengikir gigi, kemudian diberi obat penguat gigi (baja ruek).
  • Khatam Alquran.
  • Pesta Pernikahan.

Itu dia rangkaian pernikahan adat dari berbagai daerah di Indonesia. Benar-benar sarat akan tradisi dan budaya yang sakral serta penuh makna ya, Moms!

  • https://siapnikah.org/11-langkah-dan-makna-prosesi-pernikahan-adat-bali-yang-indah/
  • https://www.weddingku.com/blog/ritual-pernikahan-adat-jawa
  • https://www.bridestory.com/id/blog/panduan-rangkaian-prosesi-pernikahan-adat-jawa-beserta-makna-di-balik-setiap-ritualnya