06 Juni 2024

12 Pernikahan Adat dari Berbagai Suku di Indonesia!

Ketaui prosesi pernikahan adat dari beragam daerah di Indonesia serta rangkaian pelaksanaannya

Indonesia memiliki banyak keragaman yang berbeda-beda di tiap daerah, mulai dari penggunaan bahasa, pakaian adat, hingga pernikahan adat.

Setiap suku memiliki tradisi pernikahan yang unik, yang menjadi cerminan dari keberagaman budaya yang kaya di Indonesia.

Mulai dari upacara adat hingga ritual yang khas, pernikahan adat merupakan peristiwa yang sarat dengan makna dan simbolisme bagi masyarakat setempat.

Artikel ini akan membahas keberagaman dari pernikahan adat yang ada di Indonesia, yuk simak!

Baca Juga: 12 Rekomendasi Wisata Binjai untuk Liburan, Yuk Mampir!

Pernikahan Adat di Indonesia

Berikut deretan pernikahan adat yang ada di Indonesia.

1. Pernikahan Adat Sunda

Pernikahan Adat Sunda (Orami Photo Stock)
Foto: Pernikahan Adat Sunda (Orami Photo Stock)

Sama seperti pernikahan pada umumnya, pernikahan adat Sunda memiliki serangkaian prosesi tersendiri yang tentu saja penuh makna. Berikut prosesi pernikahan adat ala Sunda.

  • Pengajian: Keluarga, teman, dan tetangga calon pengantin berkumpul untuk membaca Al-Qur'an/Yasin dengan tujuan mendoakan kedua mempelai.
  • Siraman: Arti siraman adalah agar kedua mempelai ingat bagaimana dahulu dimandikan oleh orang tua mereka.
  • Sungkeman: Kedua pengantin harus menundukkan badan dan kepala di depan para lansia dan meminta maaf.
  • Saweran: Kedua mempelai akan dihujani dengan koin, permen, serta nasi. Koin artinya kekayaan, beras artinya kemakmuran, permen artinya manisnya hidup.
  • Nincak Endog: Menginjak telur.
  • Meuleum Haruput: Kedua pengantin menyalakan dan mematikan api secara bergantian.
  • Ngalepaskeun Japati: Membebaskan merpati.
  • Huap Lingkung: Pengantin laki-laki dan perempuan akan diberi makan oleh orang tua mereka.
  • Pabetot Bakakak: Pengantin pria dan wanita akan menarik ayam panggang.

Untuk busana pernikahan, pengantin pria akan mengenakan pakaian berupa mantel, topi putih dengan ikat pinggang putih, kain batik untuk bagian bawah, penutup kepala, dan selop yang berwarna putih.

Pengantin pria juga akan mengenakan hiasan, berupa kalung panjang melati dan keris yang dipakai sebagai senjata tradisional

Sedangkan untuk mempelai wanita, bagian atasnya berupa kebaya putih, sementara bagian bawah berupa kain, ikat pinggang emas, dan sandal putih.

Pengantin wanita akan mengenakan perhiasan mencolok di bagian bahu, kalung panjang, gelang, bros, anting, dan cincin.

Baca Juga:Rumah Bubungan Lima, Rumah Adat Bengkulu dan Keunikannya

2. Pernikahan Adat Jawa

Pernikahan Adat Jawa
Foto: Pernikahan Adat Jawa (Pinterest.com/vitaredant)

Pernikahan adat Jawa memiliki banyak prosesi yang harus dilaksanakan oleh kedua pengantin dan juga keluarga pengantin.

Berikut rangkaiannya.

  • Prosesi Pranikah: terdiri dari Pasang Tarub, Bleketepe, dan Tawuhan, Sungkeman, Siraman, Adol Dawet, dan Midodareni.
  • Prosesi Puncak (Akad Nikah): terdiri dari Upacara Pernikahan, Panggih, Balang Gantal, Wijikan, Sinduran, Bobot Timbang, Ngunjuk Rujak Degan, Dulangan, dan Sungkeman.

Untuk busana pernikahan, warna hitam dipilih karena merupakan simbol kebijaksanaan dan kesempurnaan dalam falsafah adat Jawa.

Busana pernikahan adat Jawa memang tampil beda dari baju pernikahan pada umumnya karena membawa makna yang begitu besar.

Dengan menggunakan busana pernikahan berwarna hitam maka diharapkan rumah tangga pasangan suami istri ini akan senantiasa dilimpahi kebijaksanaan dan menuju kesempurnaan yang mereka harapkan.

Baca Juga: 6 Ragam Pakaian Adat Banjar dan Atributnya

3. Pernikahan Adat Palembang

Pernikahan Adat Palembang (Orami Photo Stock)
Foto: Pernikahan Adat Palembang (Orami Photo Stock)

Karena Palembang ini dulunya adalah daerah kesultanan, prosesi pernikahan adat Palembang masih kental dengan nuansa kesultanannya.

Setiap prosesi pernikahan adat Palembang yang dilakukan memiliki makna tersendiri dan kental sekali dengan makna religi.

Yuk, simak bagian-bagian prosesi pernikahan adat Palembang berikut ini!

  • Madik: Utusan atau perwakilan dari keluarga calon pengantin pria berkunjung ke rumah calon pengantin wanita yang memiliki tujuan untuk berkenalan.
  • Menyenggung: Keluarga akan mengatur waktu untuk tanggal kedatangan berikutnya demi melamar calon pengantin perempuan.
  • Lamaran: Kunjungan ke rumah calon pengantin wanita untuk meminang atau melamar sang gadis pujaan hati calon mempelai pria.
  • Berasan dan Mutus: Musyawarah kedua belah pihak keluarga.
  • Akad Nikah: Akad nikah dilakukan dengan proses seperti umumnya. Mas kawin yang diberikan sesuai dengan kesepakatan kedua keluarga.
  • Mengarak Pacar: Ini merupakan arak-arakan di mana rombongan keluarga pengantin pria tiba di rumah pengantin wanita dan akan disambut ibu sang pengantin wanita.
  • Munggah: Puncak dari prosesi pernikahan adat Palembang. Acara ini dimeriahkan dengan tabuhan rebana yang mengiringi pengantin pria.

Baju pernikahan adat Palembang yang lebih sering dikenakan dan terkenal adalah Aesan Gede.

Baju pernikahan adat Palembang ini melambangkan kebesaran raja Kerajaan Sriwijaya yang kemudian diartikan sebagai busana pengantin pernikahan adat Palembang.

Tata krama dan upacara adat perkawinan Padang tidak boleh diremehkan karena semua orang Minang...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.