Rupa-rupa

22 Juli 2021

Mengenal Rumah Adat Bengkulu dan Keunikannya

Moms, cari tahu keunikan dari rumah ini
placeholder

Foto: artisanalbistro.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Amelia Puteri

Apakah Moms familiar dengan rumah adat Bengkulu?

Bengkulu merupakan kota terbesar kedua di Pantai Barat Pulau Sumatera setelah kota Padang. Ibu kota provinsi Bengkulu sama dengan kotanya, yakni Bengkulu.

Sebelumnya, provinsi ini berada di dalam pengaruh kerajaan Inderapura dan Kesultanan Banten yang kemudian dikuasai Inggris lalu diserahkan ke Belanda.

Bengkulu memiliki cerita dan sejarah panjang yang tak boleh dilupakan begitu saja. Luas wilayah ini mencapai 151,7 km dengan jumlah populasi 328.827 jiwa. Bengkulu merupakan wilayah perairan yang terkenal dengan keindahan pantainya.

Sebut saja beberapa di antaranya ialah Pantai Panjang, Pantai Sungai Suci, Pantai Panjang Bengkulu, Pantai Tapak Paderi, Pantai Jakar, Pantai Lentera Merah, Pantai Kumayan, dan lainnya.

Selain pemandangan alamnya yang menawan, Bengkulu juga kaya dengan wisata sejara seperti Rumah Ibu Fatmawati, istri Soekarno hingga kebudayaannya yang khas dan keunikan rumah adat Bengkulu.

Berbicara tentang rumah adat, Bengkulu memiliki rumah adat yang dinamai Rumah Bubungan Lima. Rumah bergaya panggung ini memiliki keunikan dan kekhasan yang tak dimiliki oleh budaya lain yang ada di Indonesia.

Baca Juga: Selain Joglo, Inilah 7 Rumah Adat Jawa Timur Lainnya

Ciri Rumah Adat Bengkulu dan Keunikannya

rumah-adat-bengkulu.jpg

Foto: rimbakita.com

Meskipun sama-sama berbentuk rumah panggung, tapi Rumah Bubungan Lima punya perbedaan yag mencolok. Apa saja keunikan Rumah Bubungan Lima?

Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai sejarah, arsitektur, hingga keunikan lainnya dari rumah adat Bengkulu.

1. Anak Tangga Ganjil

Melansir dari buku berjudul Mengenal Seni & Budaya Indonesia (2012) karya R. Rizky dan T. Wibisono, dijelaskan bahwa rumah adat Bengkulu termasuk dalam tipe rumah panggung.

Sehingga, ketika hendak masuk ke dalam Rumah Bubungan Lima harus menaiki tangga berjumlah ganjil sebelum sampai ke depan rumah.

Bukan tanpa alasan, Rumah Bubungan Lima dibuat tipe rumah panggung agar melindungi penghuninya dari banjir dan hewan buas. Selain itu, bagian kolong Rumah Bubungan Lima digunakan untuk menyimpan gerobak, hasil panen, alat pertanian, kayu bakar, atau kandang hewan ternak.

Pada bagian Rumah Bubungan Lima terdapat tiga kamar yang terdiri dari kamar tua, kamar gadis, dan kamar gudang.

Baca Juga: Mengenal Berbagai Rumah Adat Papua, Jenis, dan Keunikannya

2. Gambar Buraq Simbol Keteguhan Hati

Pada bagian pintu masuk Rumah Bubungan Lima terdapat gambar buraq sebagai simbol keteguhan hati masyarakat Bengkulu dalam ajaran agama Islam.

Rumah Bubungan Lima terbuat dari kayu tertentu dan tidak sembarangan. Sebab, dibutuhkan kayu yang kokoh agar bangunana rumah adat Bengkulu ini tahan lama. Umumnya, kayu yang dipakai dalam pembangunan Rumah Bubungan Lima ialah kayu medan kemuning.

Uniknya, Rumah Bubungan Lima dibangun tanpa menggunakan paku, melainkan pasak kayu. Sementara itu, di bagian lantainya dibuat berlapis dengan papan dan pelupuh, pada atapnya diberikan ijuk enau dan surian (sirap).

Baca Juga: Jenis Rumah Adat Sumatera Barat dan Keunikannya yang Moms Wajib Tahu!

3. Struktur Rumah Adat Bengkulu

Mengutip dari buku berjudul Adat Istiadat Daerah Bengkulu (2017) ada beberapa bentuk kap atau bubungan atap rumah adat Bengkulu yakni bubungan panjang, bubungan melintang, bubungan melintang, bubungan sembilan, dan kombinasi berbagai bentuk besar, besar kecilnya bangunan, hingga sedikit atau banyaknya ukiran.

Umumnya, ukiran disematkan pada bagian tangga, ujung kungkung dinding, jendela pintu, kasau, ventilasi, hingga tebeng layar.

Pada struktur Rumah Bubungan Lima, terdiri dari tiga bagian besar yakni penigo atau ruang tamu, panduhuak atau tempat penyimpanan barang dan pakaian.

Selanjutnya, terdapat beberapa bagian lain seperti dapur dan gang yang digunakan sebagai tempat memasak, mengajar, hingga menasihati anak-anak.

Baca Juga: 7 Rumah Adat Sumatera Utara yang Punya Ciri Khas Unik

4. Bentuk Rumah

Bentuk rumah adat Bengkulu yakni segi empat dengan tingkatan. Bagian penigo dibuat lebih rendah dibandingkan bagian panduhuak. Selain itu, dalam aturan adat, anak menantu hanya diperbolehkan duduk hingga penigo dan dapur.

Sementara itu, pada bagian jendela, hanya dibuat dua buah yakni jendela depan berukuran 30x60 cm dan jendela belakang 20x20 cm. Kedua jendela ini dibuat bentuk bulat panjang.

Baca Juga: 7 Ragam Rumah Adat Minangkabau dan Fakta Keunikannya

5. Bagian Rumah dan Fungsinya

Berikut ini bagian-bagian rumah adat Bengkulu beserta fungsinya yang terdiri dari:

  • Beranda

Ini adalah area yang digunakan untuk menerima tamu, mulai dari tamu umum hingga memiliki jabatan dipersilakan untuk duduk di area beranda tersebut. Biasanya, di beranda akan disediakan meja, kursi, dan bangku-bangku panjang.

  • Anak Beranda

Pada bagian beranda, bisa diletakkan rel, jeriji, pagar, dan anak tangga. Sebelum sampai ke beranda, masyarakat lebih dulu menaiki anak beranda berukuran 1,5 x 1,2 meter. Tempat ini juga digunakan sebagai area untuk meletakkan sandal.

  • Hal atau Dihal

Selanjutnya, hal atau dihal adalah ruang tamu laki-laki yang lebih tua atau disegani. Di area ini akan disediakan meja, kursi, dan pada bagian pinggirnya diletakkan ranjang sebagai tempat tidur jejaka sekaligus hiasan-hiasan rumah warisan.

Baca Juga: Ayo Lestarikan Budaya Indonesia, Ini 15 Tarian Tradisional Jawa Timur

  • Ruang Tengah

Di bagian Ruang Tengah merupakan ruang tamu untuk wanita. Lokasinya berada di bilik besar yang digunakan sebagai kamar tidur ayah dan ibu.

Selain itu, ruangan tersebut juga dipakai untuk ruang tamu wanita. Umumnya, tidak disediakan kursi, namun para tamu akan duduk di tikar dan diletakkan tempat sirih.

  • Bilik atau Kamar Tidur

Area kamar tidur untuk beristirahat ini dibuat dengan ukuran yang cukup besar. Pada samping tempat tidur ayah dan ibu terdapat lemari, wadah penyimpanan pakaian, benda warisan.

Apabila anak perempuan sudah gadis atau beranjak dewasa, umumnya ayah ibu akan mengalah dan menyuruh anak gadisnya tidur di bilik tengah. Sedangkan orang tua tidur di bilik bagian belakang, atau kamar sebelum anak ketika masih kecil.

  • Beranda Belakang

Pada bagian beranda belakang, digunakan sebagai ruang makan, tempat bersenda gurau, atau tempat kumpul keluarga.

Baca Juga: Moms Penyuka Budaya Jepang? Cari Tahu Arti Wibu dan Pandangan Orang Luar Terhadapnya

  • Garang

Garang merupakan rakitan kayu atau bambu yang digunakan sebagai tempat mencuci alat-alat dapur atau peralatan lainnya.

  • Dapur dan Lumbung

Sesuai namanya, dapur digunakan untuk memasak dan terletak di samping garang. Sedangkan Lumbung digunakan sebagai tempat penyimpanan padi.

Itulah serba serbi rumah adat Bengkulu beserta keunikannya. Jika berkunjung ke Bengkulu, jangan lupa untuk melihat langsung keindahan rumah adat ini ya, Moms.

  • https://books.google.com/books/about/Mengenal_Seni_dan_Budaya_Indonesia.html?id=0fQGCgAAQBAJ
  • http://repositori.kemdikbud.go.id/7688/1/ADAT%20ISTIADAT%20DAERAH%20BENGKULU.pdf
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait